Sudahkah hidup anda bahagia ?

Sudahkah anda merasakan bahagia ?

Ataukah selama ini hidup anda terasa selalu tidak bahagia ? 

Merasakan masalah selalu datang silih berganti ?

Merasakan kegalauan dan keresahan yang semakin meninggi ?

Apapun jawaban anda, 10 faktor yang membentuk kebahagiaan dalam kehidupan termasuk kaum muslimah berikut patut direnungi, ditelusuri serta diselami hikmahnya. 10 Faktor kebahagiaan berikut adalah hasil penelitian seorang psikolog kenamaan dari Amerika yang bernama Dr. Dick dengan tambahan serta penyesuaian dari penulis.

1. Kerjakan pekerjaan yang anda cintai atau cintai pekerjaan yang anda kerjakan

Dalam istilah kekinian mungkin hal ini disebut sebagai passion, bekerja sesuai dengan passion yang kita miliki. Apa itu passion ? Segala sesuatu yang kita bisa mengerjakannya dengan mudah artinya kita berbakat dalam hal tersebut, pekerjaan itu menyenangkan bagi kita dan pekerjaan tersebut membuahkan hasil berupa finansial saat kita mengerjakannya. Orang yang bekerja sesuai dengan passionnya maka ia akan sangat menikmati pekerjaannya, mampu mengerjakannya tanpa mengenal lelah dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya.

Namun sayangnya menemukan passion bukanlah hal mudah, tak sedikit mereka yang kesulitan menemukan passionnya sehingga yang terjadi ia menjadi ‘kutu loncat’ dalam kehidupannya, berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Maka untuk yang belum menemukan passionnya lakukanlah pekerjaan untuk orang yang anda senangi, untuk orang yang anda cintai maka secara otomatis anda akan mencintai pekerjaan tersebut.

Bagi seorang muslimah pekerjaan yang selayaknya ia cintai adalah pekerjaan terbaik baginya yaitu menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya dan juga istri bagi suaminya. Di luar itu semua jika ia memiliki pekerjaan atau hobi tentu untuk mengerjakan setelah mendapatkan ridho dari suami serta tidak melalaikan dirinya dari peran utama.

2. Menjaga kesehatan 

Menjaga kesehatan adalah ruh dari sebuah kebahagiaan begitu Dr. Dick menjelaskan. Tak sedikit orang-orang yang merasakan jauh dari bahagia karena memiliki masalah dengan kesehatannya. Untuk menjaga kesehatan maka sangat dibutuhkan kesabaran menahan diri untuk tidak memakan makanan cepat saji, minuman bersoda, makanan serba instan serta makan-makanan era modern saat ini yang membuat diri merasa bergengsi saat menikmatinya namun secara tidak lansung mendatangkan penyakit bagi tubuh sendiri.

Selain menjaga makanan, kesehatan juga dapat dijaga dengan olahraga yang teratur. Luangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk jalan pagi atau lari pagi lakukan dengan penuh konsisten serta komitmen yang tinggi untuk menjaga kesehatan.

3. Memiliki impian hidup yang jelas 

Salah satu energi dalam hidup ini yang akan membuat seseorang selalu bersemangat  dalam menjalani kehidupan adalah saat memiliki impian yang jelas. Impian hidup bisa berupa keinginan membahagiakan orang-orang yang dicintai, menjadikan diri sebagai sumber kebaikan bagi sesama, mencapai prestasi, serta menelurkan banyak karya berharga yang bermanfaat bagi banyak orang. Miliki impian namun perlu diingat pastikan setiap impian yang dimiliki menjadi jalan kebaikan yang menjadikan diri semakin taat dan dekat pada Allah SWT.

4. Menikmati setiap alur kehidupan

Hidup ini serasa seru saat kita menikmati setiap sensasi rasanya, apakah itu senang, sedih, sebel, kesel, syukur, marah serta rasa-rasa lainnya. Jika hidup kita datar saja dan tidak ada gerak gelombang naik turunnya tentu akan menjadikan kita lesu tanpa energi karena semua alurnya bisa ditebak.

Memiliki masalah dalam kehidupan ? Bersyukurlah, sebab sejatinya masalah membuat kehidupan terasa semakin indah, nikmatilah. Saat kenikmatan yang hadir maka syukuri, ketika kesulitan menghampiri maka bersabarlah, InsyaAllah hidup kita akan terasa begitu indah.

5. Hiduplah untuk hari ini, bukan menyesali hari kemaren apalagi mengkhawatirkan hari esok

Hari kemaren yang sudah berlalu tak akan mungkin kembali, menyesali hal yang terjadi kemaren hanyalah kesia-siaan belaka. Begitu juga dengan hari esok masih penuh dengan misteri, terlalu mengkhawatirkan esok hari hanya pekerjaan yang melelahkan hati. Dan, hari inilah, saat inilah yang menjadi milik kita. Nikmati, bekerja dan manfaatkanlah waktu saat ini dengan sebaik mungkin.

6. Bertanggung jawablah atas diri sendiri, jangan menyalahkan orang lain

Tak sedikit yang sulit meraih bahagia karena selalu menggantungkan dirinya pada orang lain. Saat dirinya yang berbuat kesalahan tetapi orang lainlah yang disalahkan, selalu mencari kambing hitam. Seorang yang bahagia adalah saat ia berani bertanggung jawab atas setiap aktivitas yang dilakukannya, jika itu benar ia berani mengakui itu sebuah kebenaran dan jika ia salah iapun berani mengakui kesalahannya serta rela dengan penuh kerendahan hati untuk meminta maaf.

7. Memberikan penghargaan terbaik pada setiap orang tanpa melihat status ekonomi, keluarga maupun sosialnya

Sejatinya mulia atau tidaknya seorang manusia tak terletak pada harta yang dimilikinya, tidak juga pada kedudukan keluarga dan tingkat sosialnya. Namun kemulian manusia ada pada tingkah laku, tutur kata, akhlak serta ketakwaannya pada Allah SWT. Maka sungguh tak layak kita membeda-bedakan manusia berdasar status dan kedudukannya, memuja dan memberi penghormatan yang lebih pada yang status sosialnya tinggi dan menganggap remeh pada yang status sosialnya lebih rendah dari kita.

“Saat melihat orang yang lebih baik dari kita jadikanlah ia guru belajar kebaikan darinya, saat melihat orang yang tidak seberuntung kita berikan senyum terbaik padanya dan buatlah dia merasa bangga dan bahagia dari setiap perlakuan kita padanya…”

8. Selalu tebar senyum, tampakkan wajah yang ceria dan bertemanlah dengan orang yang baik-baik

Pertemanan adalah sumber energi, jika kita berteman dengan orang yang baik-baik maka akan mengalirkan energi kebaikan begitu pula sebaliknya saat kita berteman dengan yang tidak baik akan mengalirkan energi yang tidak baik juga.

Selalulah berteman dengan orang-orang yang positive, optimis dan selalu menebarkan kebaikan dalam setiap aktivitas kehidupannya.

9. Selalu fokus untuk memberikan yang terbaik dan membahagiakan orang lain

Hidup menjadi perantara kebaikan yang menyalurkan energi kebahagiaan kepada banyak orang adalah kebahagiaan yang sebenarnya. Mungkin anda mengenal Bunda Theresa, ia hidup dengan membagikan kebahagiaan yang dimiliki untuk menolong banyak orang dalam kehidupannya, mungkin juga anda mengenal Muhammad Yunus yang berjuang untuk kebangkitan ekonomi masyarakat bangsanya. Anda memiliki kemampuan ? Anda memiliki sumber daya ? Apapun itu bagikan pada sesama, buatlah orang-orang sekitar anda bahagia dengan keberadaan anda. InsyaAllah anda akan menjumpai kebahagiaan yang sebenarnya.

10. Maanfatkan setiap peluang dan isi setiap waktu luang dengan hal bermanfaat 

Tak dipungkiri terlalu banyak melamun dan menyendiri tanpa aktivitas bermanfaat akan membuat hati semakin resah dan gelisah. Karena kaidah waktu jika tak diisi dengan kebaikan maka ia akan terisi oleh keburukan serta kesia-siaan, sementara melamun, menyendiri tanpa aktivitas yang jelas adalah kesia-siaan.

Sesedikit apapun waktu kita, manfaatkanlah untuk kebaikan. Apakah itu dengan membaca buku, mendengarkan ceramah, bercengkrama dengan orang-orang terdekat atau apapun itu yang penting bermanfaat.

Itulah 10 Faktor kebahagiaan, mungkin melaksanakan setiap poin-poin diatas bukanlah yang mudah namun yakinilah kebahagiaan adalah sesuatu yang berharga dan sesuatu yang berharga tentu layak dibayar dengan hal yang berharga juga.

Sumber foto : ceritaanda.viva.co.id

Artikel Menarik Lainnya




comments