Setiap orang tua tentu berharap dan menginginkan anaknya menjadi anak yang cerdas, baik itu kecerdasan spiritual, emosional, linguistik, spasial dan lain-lain. Kecerdasan yang dimiliki seorang anak tentu akan sangat membantu dirinya menjadi pribai yang berprestasi dalam kehidupan, tangguh dalam menghadapi permasalahan sehingga menjadi pribadi yang berdaya guna untuk orang sekitarnya.

Banyak cara, banyak penelitian, serta banyak teori untuk mengasah serta meningkatkan kecerdasan seorang anak. Jika ayah bunda membaca buku atau search akan menemukan banyak sekali teori-teorinya. Namun, ternyata ada 2 hal sederhana yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap peningkatan kecerdasan anak. Dua aktivitas tersebut adalah :

1. Membaca 

Aktivitas pertama adalah membaca, ya membaca adalah aktivitas terbaik untuk mengasah serta melejitkan kecerdasan anak semenjak dini. Saat anak belum bisa membaca, aktivitas ini bisa dilakukan oleh orang tuanya yang membacakan buku untuk sang anak. Sebagai umat muslim tentu yang menjadi bacaan terbaik yang harus kita bacakan dan ajarkan anak-anak kita untuk membacanya tentu adalah Al-quran, setelah itu baru bacaan-bacaan berkualitas lainnya seperti kisah para nabi dan rasul, kisah para ulama, tentang kebesaran Allah SWT dan kisah-kisah inspiratif lainnya.

David McClelland adalah seorang psikolog dari Amerika Serikat, suatu ketika dia pernah mengadakan penelitian untuk mengetahui semangat kewirausahaan masyarakat berbagai negara. Dari penelitiannya tersebut ia mengambil satu kesimpulan bahwa semangat kewirausahaan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement ). Sementara kebutuhan untuk berprestasi sangat dipengaruhi oleh cerita anak. jadi cerita-cerita yang dibaca atau dibacakan kepada anak saat dia kecil itu akan sangat mempengaruhi kebutuhan anak untuk berprestasi.

Selain itu dampak dari membaca tentu akan meningkatkan wawasan serta pengetahuan sang anak. Saat ini sudah banyak sekali bacaan-bacaan islami yang memang didesain khusus untuk anak-anak seperti dipenuhi warna dan gambar ilustrasi menarik. Tugas kitalah sebagai ayah bunda untuk menjadikan membaca sebagai budaya dalam keluarga kita.

2. Menulis

Ali bin Abi thalib berpesan “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” . Secara umum menulis memiliki dampak untuk membuat anak menjadi lebih mengerti, serta selalu ingat apa yang dipelajarinya. Namun, yang jauh lebih besar dari itu adalah menulis ternyata memiliki dampak-dampak lain seperti membuat anak menjadi lebih kreatif, membuat anak lebih tenang dalam menghadapi permasalahan, serta melatih kemampuan berpikir dan menganalisa anak.

Itulah dua aktivitas yang InsyaAllah mampu melejitkan kecerdasan anak, dua aktivitas yang juga menjadi budayanya para ulama. Bahkan agama ini bisa tersebar luas ke berbagai seantero dunia dan bisa kita pelajari hingga saat ini berkat semangat membaca dan menulisnya para ulama-ulama terdahulu.

Tentu harapan kita sebagai orang tua berkat dua aktivitas ini tidak hanya menjadikan anak-anak kita cerdas untuk kesuksesan dunia namun juga cerdas untuk mengabdikan dirinya untuk agama ini.

Sumber foto : hijapedia.com

Artikel Menarik Lainnya




comments