Buya hamka mengibaratkan kehidupan rumah tangga bagai seseorang yang berlayar menyusuri lautan dengan kapalnya, yang mana suami sebagai nakhkoda dan istri sebagai pendampingnya. Kehidupan rumah tangga juga bukanlah periode yang singkat, akan tetapi adalah fase kehidupan yang panjang. Bahkan boleh jadi fase terlama kehidupan seseorang adalah fase kehidupan dalam rumah tangganya.

Sebutlah waktu sendiri (sebelum menikah) seorang bujang atau gadis menghabiskan waktu 20 hingga 25 tahun dengan mengambil rata-rata menikah maksimal di usia 25 tahun. Sementara kehidupan pernikahan tentu akan ditempuh setelah itu hingga akhir tutup usia sebutlah sekitar 40 – 50 tahun dengan perkiraan meninggal di usia 60an tahun.

Karena perjalanannya tidak singkat, waktu yang akan ditempuhpun tidak pendek disinilah dibutuhkan bekal-bekal penting untuk menyonsongnya. Tujuannya tentu agar pernikahan yang dilakukan benar-benar menjadi jalan untuk meraih ridhonya Allah SWT. Berikut adalah 3 bekal sebelum menempuh kehidupan rumah tangga bagi muslimah.

1. Belajar Merawat tubuh dan memperindah penampilan

Setelah menikah maka seorang muslimah akan mendapat banyak kesempatan untuk meraup pahala kebaikan yaitu dengan menjadi istri yang shaleha dan taat pada suami. Salah satu bentuk keshalehan seorang muslimah pada suaminya adalah dengan selalu menjaga penampilan, berusaha untuk selalu tampil cantik dan menarik dihadapan suaminya. Seberapapun sibuknya pekerjaan dirumah apakah itu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga ataupun merawat anak selalu sempatkan waktu untuk berias agar bisa tampil menarik dihadapan suami.

Perlu diperhatikan berhias, memperindah penampilan dan selalu tampil menarik dihadapan suami di rumah bukan saat keluar dan disaksikan oleh yang bukan mahromnya. Dengan selalu merawat tubuh dan memperindah penampilan dihadapan suami tentu akan meningkatkan rasa cinta dan sayang suami pada istrinya selain itu juga akan menambah kerinduan suami pada istrinya yang dalam istilahnya adalah mawaddah.

Belajar bagaimana merawat tubuh, belajar bagaimana berhias serta tampil menarik dihadapan suami menjadi salah satu bekal yang mesti disiapkan jauh-jauh hari sebelum pernikahan.

2. Pandai mengatur rumah 

Bekal kedua yang mesti disiapkan adalah pandai mengatur rumah, sejatinya seorang muslimah setelah menikah tentu di rumah menjadi ibu rumah tangga menyiapkan segala sesuatu di rumah untuk suami serta juga anak-anaknya. Bekal yang mesti disiapkan tentu adalah segala hal yang berkaitan dengan hal ini seperti membiasakan diri untuk membersihkan rumah agar tampak rapi, belajar memasak karena dengan menikmati masakan istri tentu akan menjadi sesuatu yang spesial bagi suami. Selain itu hal yang masih berkaitan dengan pandai mengatur rumah juga termasuk membangun hubungan baik dengan tetangga dan kehidupan bermasyarakat dilingkungan tempat tinggal.

3. Pandai mengasuh dan merawat anak

Umar bin khattab berpesan salah satu hak dari anak adalah dipilihkan ibu yang shaleha oleh ayahnya, alasan utamanya adalah ibu akan menjadi guru dan sekolah bagi anak-anaknya. Ibu memiliki peran besar terhadap suksesnya anak-anak baik di dunia maupun akhirat.

Maka segala hal dalam mengasuh serta merawat anak mesti dikuasai oleh seorang ibu, mulai dari saat mengandung, saat melahirkan, saat menyusui hingga membersamainya sampai akil balig bagi laki-laki dan sampai menikah bagi anak wanita. Tentu keilmuan tentang seluk beluk ini mesti dipelajari oleh para calon ibu sebelum menikah.

Itulah 3 bekal khusus yang mesti disiapkan oleh seorang muslimah sebelum menikah, jika kita simpulkan maka 3 bekal diatas menggambarkan 3 peran seorang muslimah setelah menikah. Yang pertama peran sebagai seorang istri, yang kedua peran sebagai ibu rumah tangga dan yang ketiga peran sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya.

Sumber foto : www.hikmatfashion.com

Artikel Menarik Lainnya




comments