Menjadi orang tua adalah sebuah keniscayaan bagi siapapun yang ingin menikah, kecuali jika niat menikah hanya untuk senang-senang dan membuat program hidup tanpa anak, tentu hal ini sangat tidak menyenangkan bukan? Maka sekali lagi perlu ditekankan kesiapan seseorang menikah harusnya selaras dengan kesiapannya menjadi orang tua, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun ternyata tak sedikit para orang tua yang sebenarnya belum siap untuk menjadi orang tua tetapi sudah menikah, untuk itulah pada tulisan kali ini kami ingin berbagi tentang tipe-tipe orang tua. Berharap pengetahuan ini bisa menjadi  bekal dalam  mempersiapkan diri bagi yang belum menikah dan juga sebagai bahan evaluasi serta perbaikan diri bagi yang sudah menikah. Berikut adalah 3 jenis tipe orang tua yang terinspirasi dari Pak Aris ahmad jaya dan bunda Yulia dalam bukunya “Sentuhan Cinta, Tips & Trik Dahsyat Menghadirkan & Mengelola Cinta Bagi Buah Hati” .

1. Tipe orang tua NYASAR

Tipe orang tua yang pertama adalah orang tua nyasar, artinya  seseorang yang menjadi orang tua tanpa ada persiapan bahkan niat untuk menjadi orang tua sedari awal. Tanpa disadari eh tiba-tiba menikah, eh tiba-tiba punya anak, eh tiba-tiba jadi ayah, eh tiba-tiba jadi ibu. Semuanya terasa terjadi tiba-tiba, akhirnya persiapannya-pun serba tiba-tiba dan apa adanya.

Biasanya orang tua dengan tipe ini adalah mereka menikah yang hanya bermodalkan cinta namun lupa menyadari kalau pernikahan juga satu paket dengan menjadi orang tua. Atau mungkin juga pernikahan yang dipaksakan oleh berbagai hal kasus “hamil duluan” contohnya. Makanya dalam tulisan-tulisan sebelumnya kami selalu tekankan kepada wanita untuk menjaga diri dan kehormatannya dan laki-laki menjaga dan menghormati wanita dengan tidak bermaksiat (pacaran) dengannya. Sebab, dampak buruk dari salah pergaulan tidak hanya akan diderita oleh pasangan itu sendiri akan tetapi juga oleh anak-anaknya yang tak tahu menau tentang hal ini. Dalam kasus lain orang tua nyasar adalah yang dipaksa menikah oleh orang tuanya padahal usia masih terlalu dini dan belum memiliki kesiapan mental untuk menjadi orang tua.

Karena memang modal menjadi orang tuanya apa adanya, terkadang kasih sayang yang diberikan pada anaknyapun apa adanya, tak sedikit juga yang merasa bosan bahkan menyesal memiliki anaknya hal ini dilampiaskan dengan memarahi anaknya, menitipkan anaknya tanpa memperhatikan kebutuhan dirinya serta beragam perlakuan yang tidak baik lainnya. Tidak peduli pada anaknya, tentang hal apapun itu baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pendidikan anaknya saat si anak sudah bersekolah.

2. Tipe orang tua BAYAR

Tipe kedua ini sebenarnya memiliki perhatian yang cukup pada anaknya, tetapi karena tipe kedua ini memiliki banyak uang sehingga bisa melakukan semuanya dengan uang. Untuk mengasuh anak seperti memandikannya, menyusuinya dan merawatnya bisa bayar baby sister , anak nya butuh pendidikan ia bisa sekolahkan disekolah termahal bahkan jika membutuhkan pengajar privat sekalipun ia bisa datangkan guru privat dengan harga termahal.

Apakah tipe orang tua seperti ini keliru ? Sepenuhnya keliru tentu tidak, tapi ada hal mendasar yang perlu kita sadari adalah anak kita tak hanya butuh uang, tak hanya butuh fasilitas mewah tetapi anak-anak kita juga butuh waktu kita, butuh sentuhan kasih sayang kita, butuh pendidikan lansung dari kita berupa ucapan nasihat dan keteladanan. Jika kita menjadi tipe ini, maka jangan salahkan jika nanti kita sudah tua anak kita juga melakukan hal yang sama pada kita, membayar orang-orang untuk mengurusi kita saat tua, saat sakit bahkan untuk mengurus pemakaman kita nanti, tentu menyedihkan sekali jika hal ini terjadi.

3. Tipe orang tua SADAR

Yang ketiga adalah tipe orang tua sadar, tentu ini adalah tipe terbaik dari dua tipe sebelumnya. Tipe orang tua sadar adalah mereka yang secara sadar akan menjadi orang tua bahkan jauh sebelum ia menikah. Perlu dipahami, memiliki kesadaran tentu jauh lebih penting dari hanya sekadar tahu karena kesadaran itu menggerakkan, menggerakkan untuk mempersiapkan diri, menggerakkan untuk belajar sungguh-sungguh, menggerakkan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Orang tua sadar juga sadar-sesadarnya kalau anak adalah amanah dari Allah SWT yang mesti dipertanggung jawabkan di dunia dan tentu juga akhirat kelak, makanya ia tak akan sia-siakan kesempatan yang Allah berikan padanya.

Itulah 3 jenis tipe orang tua, tak terlalu penting anda saat ini termasuk tipe yang mana namun yang jauh lebih penting adalah anda memiliki kemauan serta komitmen yang tinggi untuk selalu berubah, berbenah dan belajar menjadi orang tua yang baik dan kebanggaan bagi anak-anaknya. Namun, jika anda belum menikah, anda memiliki banyak kesempatan untuk memilih menjadi sadar, pilihlah dengan penuh kesadaran serta persiapkan diri dengan penuh kesadaran juga.  [Uda Agus/Elmina]

Sumber foto : life.viva.co.id

Artikel Menarik Lainnya




comments