Generasi rabbani, generasi yang menjadi kebanggaan islam yang setiap detik kehidupanya berdaya guna bagi umat. Generasi rabbani adalah generasi yang mengikuti nilai-nilai ketuhanan, menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya, Rasulullah sebagai teladan hidupnya serta menjadi pribadi penuh manfaat sebagai jalan hidupnya.

Setiap orang tua tentu berharap, berdo’a dan melakukan banyak cara agar anaknya menjadi generasi rabbani. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengulas 3 kiat mendidik anak agar menjadi generasi rabbani. Namun sebelumnya perlu kita pahami bersama khususnya bagi ayah bunda, hal mendasar yang perlu kita pahami tersebut adalah tentang peran ayah bunda dalam mendidik anak. Hari ini tak sedikit para orang tua yang menyerahkan pendidikan anaknya kepada institusi pendidikan, orang tua memilihkan sekolah atau lembaga pendidikan terbaik dengan harga yang juga terbaik sebagai tempat belajar anak. Hal ini tentu bagus sebagai bentuk kepedulian orang tua pada anaknya, namun  kekeliruan yang sering terjadi adalah saat orang tua menggantungkan semua proses pendidikan anak pada sekolah.

Sekolah hanya fasilitas tambahan, sementara tempat belajar anak yang pertama dan pertama tentu adalah rumahnya. Guru terbaik bagi seorang anak tentu adalah ayah dan ibunya. Di sekolah mungkin anak belajar tentang berbagai adab tentang makan dan minum secara teori dan hafalan sementara di rumah anak belajar dari keteladanan. Pembelajaran di sekolah membantu anak dalam menjawab ujian-ujian akhir sekolah sementara pembelajaran di rumah akan membantu anak menjawab ujian-ujian kehidupan, disinilah pentingnya peran pendidikan orang tua pada anaknya.

3 Kiat berikut bisa dipraktekkan oleh setiap orang tua dalam mendidik anak-anaknya menjadi generasi rabbani.

1. Menjadikan qur’an dan sunnah sebagai panduan utama dalam mendidik anak

Hari ini banyak bermunculan beragam tip-tip seputar pendidikan anak apakah itu berasal dari barat maupun timur, teori-teori parenting ini bisa kita dapatkan dengan mudah baik melalui buku, seminar maupun workshop. Ini tentu kabar gembira untuk kita semua, namun perlu diingat jangan sampai kita terlena dengan berbagai macam teori dan tip – tip tersebut sehingga melupakan qur’an sebagai sebaik-baiknya petunjuk dan sunnah sebagai sebaik-baiknya penuntun.

Selalu jadikan Al-quran dan sunnah sebagai panduan utama dalam mendidik anak-anak kita, meskipun kita mempelajari teori-teori dari barat atau lainnya jangan lupa membandingkannya dengan Al-quran dan sunnah, apakah teori yang kita pelajari tersebut sejalan atau berlawanan.

Al-quran dan sunnah telah terbukti dan teruji sebagai panduan hidup termasuk ke dalamnya panduan dalam mendidik anak, kita bisa menyaksikan orang-orang hebat dengan kualitas Abu bakar ash shiddiq, umar bin khattab, abu hurairah, imam syafi’i, muhammad alfatih dan ulama-ulama hebat lainnya lahir dengan panduan pendidikan Al-quran dan sunnah.

2. Mengajarkan Al-quran sebagai pembelajaran pertama dan utama bagi anak kita

Sebelum kita mengajarkan sesuatu maka sebaik-baiknya materi pembelajaran yang mesti kita ajarkan pada anak kita tentu adalah Al-quran. Proses pendidikan anak dengan Al-quran dimulai semenjak memilih calon ayah atau ibunya sesuai dengan ajarang Al-quran, menikah sesuai dengan ajaran Al-quran, melakukan hubungan suami istri sesuai dengan islam tuntunkan, memperdengarkan ayat-ayat Al-quran pada anak semenjak anak dalam kandungan dilanjutkan hingga ia lahir ke dunia dan tumbuh dewasa.

Luruskan niat saat mengajarkan Al-quran pada anak, tujuan kita mengajarkan Al-quran pada anak tidak untuk membuat anak terlihat lebih hebat, anak memenangkan berbagai macam perlombaan atau ia mudah diterima disekolah maupun pekerjaan saat telah dewasa kelak. Akan tetapi tujuan kita mengajarkan anak Al-quran adalah agar anak memiliki panduan hidup yang akan menjadi petunjuk baginya dalam mengarungi setiap alur kehidupan ini agar ia selamat di dunia dan tentu selamat juga di akhirat kelak.

3. Menemukan panutan dalam mendidik anak

Sebaik-baiknya panutan kita dalam mendidik anak tentu Rasulullah SAW, karena dari pola pendidikan Rasulullah SAW terbukti lahir generasi-generasi berkualitas lintas usia. Rasulullah sukses mendidik Abu bakar yang sebaya dengannya namun ia juga berhasil mendidik Ali bin thalib yang jauh lebih belia darinya. Rasulullah SAW berhasil mendidik Abdurrahman bin auf yang bangsawan dan dia juga pandai mendidik Bilal bin rabbah yang berasal dari budak. Lintas usia, lintas strata ekonomi namun pada akhirnya memiliki visi dan misi yang sama memuliakan islam.

Dan, untuk saat ini kita bisa menemukan orang yang benar-benar menjadikan Al-quran sebagai panduan pendidikan utama anaknya dan juga menjadi Rasulullah SAW sebagai panutannya. Orang tersebut bisa jadi seorang ulama, seorang guru, ataupun hanya orang tua biasa yang berhasil mendidik anak-anaknya dengan kualitas generasi rabbani. Tentu kita bisa belajar dan mengais hikmah dari keilmuan serta pengalamannya. Tugas kita sebagai orang tua? Tentu menemukan orang tersebut untuk belajar padanya.

Itulah 3 kiat mendidik anak menjadi generasi rabbani bagi orang tua, semoga menjadi jalan kebaikan bagi kita dan Allah meridhoi setiap langkah serta niat baik kita.

Sumber foto : maghdalena1.wordpress.com

Artikel Menarik Lainnya




comments