Kisah siti nurbaya, tentu anda semua pernah membaca atau mendengar sekelumit tentang kisah cinta yang dipaksakan ini. Buah karya marah rusli yang menceritakan kisah seorang wanita yang yang dipaksa menikah oleh ayahnya dengan seorang tua bernama datuk meringgi seorang tua yang tidak dicintainya, sementara dilain sisi ia tidak bisa menikah dengan orang yang dicintainya yaitu samsul bahri. Ya, intinya kisah ini menceritakan tentang pengaruh orang tua dalam sebuah pernikahan dan tentu kita tidak akan berlama-lama dengan cerita ini.

Dalam beberapa forum yang kami hadir disana, muncul banyak pertanyaan seperti “bagaimana meyakinkan orang tua?”, “bagaimana jika orang tua tidak meridhoi pernikahan kita?”, “bagaimana jika keinginan orang tua tak sama dengan harapan sang anak?”. Serta banyak lagi pertanyaan-pertanyaan serupa. Ini membuktikan kalau ternyata permasalah ini ternyata masih menjadi permasalah utama hingga saat ini.

Sebelum kita membahas bagaimana solusinya, ada satu hal yang perlu kita pahami tentang hal ini yaitu

“Orang tua sayang pada anaknya dan ia hanya ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi  cara menunjukkan rasa sayang dan perhatiannya berbeda-beda hingga terkadang hal ini tidak disukai oleh anaknya “

Dalam tulisan kali ini, kami akan mencoba membahas ada 4 tipe orang tua dalam menyikapi calon menantunya atau bahasa lainnya adalah 4 cara orang tua menyayangi anaknya dalam wujud memilihkan calon untuk anaknya. Yang mana hal ini tentu sangat bergantung sekali kepada latar belakang pendidikan orang tua, latar belakang kepahaman tentang agama, latar belakang masa lalu serta keluarga.

3 Tipe tersebut adalah :

1. Asal anak bahagia

Tipe yang pertama adalah asal anak bahagia, ada orang tua yang menyikapi perjodohan anaknya dengan menyerahkan sepenuhnya kepada saa adang anak. Anak boleh nikah dengan siapapun yang penting bahagia. Tak terlalu penting latar pendidikan, latar keluarga, ilmu agama bahkan jika itu berbeda agama sekalipun asal bahagia ya silakan nikah aja.

2. Yang penting kaya

Hidup butuh uang, maka untuk bahagiapun butuh uang. Tak sedikit para orang tua yang memiliki pemikiran seperti ini dalam memilih calon menantunya. Menjadikan materi sebagai pertimbangan utama apakah akan menerima atau menolaknya.

Ketika orang tua tipe ini menentukan calon menantunya maka dia akan melihat apa pekerjaan sang menantu?, berapa penghasilannya dalam satu bulan? apa aset yang dimilikinya? serta dari keluarga yang seperti apakah ia terlahir.

3. Ketaatan dan Akhlak yang utama

Tipe ketiga adalah para orang tua yang mengutamakan agama dalam pertimbangan memilih calon menantunya, ini adalah tipe terbaik karena Rasulullah SAW pun memerintahkan kepada kita seperti ini. Menjadikan ketaatan, ketakwaan dan akhlak yang mulia sebagai patokan utama dalam menentukan pasangan hidup.

Nah, menjadi hal yang sangat penting bagi seorang anak untuk mengetahui dan memahami orangtuanya termasuk tipe yang mana. Jika orang tuanya memiliki tipe yang pertama dan kedua sementara anak memiliki nilai yang dipegang pada tipe ke tiga maka terjadilah yang namanya perbedaan persepsi disinilah dibutuhkan komunikasi dari anak kepada oran tua untuk menyamakan persepsi. Tentu dengan melakukan komunikasi dan negosiasi yang baik-baik.

 

 

Artikel Menarik Lainnya




comments