Hidup mulia di dunia dan di akhirat masuk syurga tentu menjadi dambaan setiap insan termasuk juga para istri. Setiap wanita baik yang sudah bertitelkan istri ataupun yang masih calon istri tentu memiliki misi mulia bisa memberikan kontribusi terbaik dalam membangun rumah tangga bahagia yang biasa kita kenal tertata dalam kata sakinah, mawaddah dan warahmah. Untuk menggapai misi mulia ini tentu dibutuhkan juga niat yang mulia sebagai langkah awalnya, cara yang mulia sebagai kendaraannya dan karakter yang mulia sebagai penggeraknya. Dan, yang menjadi poin bahasan kita saat ini adalah karakter mulia yang harus dimiliki oleh setiap istri, InsyaAllah dengan karakter mulia inilah akan terbangunnya rumah tangga yang juga mulia.

Adapun 4 karakter mulia tersebut adalah :

1. Memiliki kesabaran tanpa batas.

Apakah sabar ada batasnya ? Seperti yang sering kita dengar selama ini orang-orang sering mengatakan kalau kesabaran itu ada batasnya, benarkah demikian ? Sejatinya kesabaran tak ada batasnya dan kalau seandainya ada orang yang mengatakan “sudah dibatas kesabaran atau kesabarannya sudah habis” boleh jadi dia belum benar-benar bersikap sabar.

Menjadi seorang istri harus memiliki kesabaran yang berlapis-lapis bahkan harus memiliki kesabaran yang tanpa batas dan kabar baiknya Allah memang menganugerahkan energi sabar yang lebih untuk wanita, mungkin ini sebagai salah satu keistimewaan yang diberikan. Kesabaran penting bagi seorang istri karena ini modal dasar baginya yang akan melahirkan energi besar untuk mendorong suaminya menjadi lebih hebat, lebih baik dan lebih produktif. Dan juga sebagai bekal utama saat-saat menjadi ibu nanti karena semenjak mulai dari masa hamil, melahirkan dan merawat hingga  dewasa kesabaran seorang wanita benar-benar di uji.

Asiyah istri dari Fir’aun adalah salah satu wanita mulia sebagai teladan bagi setiap para istri yang ingin belajar tentang kesabaran, Allah mengujinya dengan menjadikan Fir’aun yang ingkar, keji dan kejam sebagai suaminya. Tentu ini bukanlah hal yang ringan baginya menghadapi berbagai ragam macam deraan siksaan dari Fir’aun, justru ini semakin meneguhkan hatinya, semakin menguatkan keimanannya, semakin meluap-luap jugalah kerinduannya akan syurga Allah SWT hingga ia berdo’a :

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.”(Qs. At-Tahrim:11) 

2. Memiliki kesetiaan yang tiada tara

Ada kata-kata bijak menyampaikan dibalik setiap laki-laki hebat ada 2 wanita hebat yang selalu membersamainya, wanita pertama adalah ibunya dan wanita yang kedua adalah istrinya. Dan, disini kita melihat begitu besar peran seorang wanita, dalam satu waktu ia berpengaruh pada 2 laki-laki yaitu suami dan anak laki-lakinya.

Kesetiaan adalah salah satu sikap mulia dari banyak wanita-wanita hebat yang telah terbukti mendampingi dan membersamai laki-laki hebat. Sebagai contohnya sebutlah bunda Khadijah R.A . Kesetiaannya dalam menemani Rasulullah SAW tak perlu diragukan lagi dimulai dari memilih Rasulullah SAW sebagai pendamping hidupnya hingga menemani berbagai macam rintangan, tantangan dan ujian yang menghadang saat dakwah Rasulullah SAW. Bunda Khadijah tak hanya setia ketika masa-masa lapang namun ia juga selalu mendampingi saat-saat kesulitan mendera.

3. Jujur dan apa adanya

Salah satu sikap yang akan membahagiakan hati seorang suami adalah kejujuran dari istrinya, jadi kejujuran adalah hal penting yang mesti di miliki oleh setiap para istri dan tentu juga calon istri. Kami sering menyebut jujur adalah salah satu mutiara kehidupan, jujur dan selalu berkata apa adanya dan tidak mengada-ada adalah salah satu keteladanan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW kepada kita semua, untuk itu wahai para istri dan calon istri mari menjadi pribadi yang jujur semoga dengan kejujuranmu pribadimupun semakin berkilau.

4. Ketulusan hati

Nah, yang keempat atau yang terakhir ini juga sikap mulia penting harus dimiliki oleh setiap istri dan juga calon istri yaitu ketulusan hati, sebenarnya hampir senada dengan ikhlas. Ini penting karena dengan hal inilah seberat apapun tugas seorang istri, sebesar apapun ujian yang mungkin dihadapi akan selalu terasa kenikmatan saat melaluinya serta jauh dari rasa mengeluh, putus asa serta sikap-sikap negative lainnya.

Ya, itulah 4 sikap mulia yang harus dimiliki oleh seorang istri, memang tak ada parameter suksesnya dari keempat sikap ini namun setiap para istri tentu bisa terus hari demi hari dan dari waktu ke waktu untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas dari keempat sikap mulia ini.

Artikel Menarik Lainnya




comments