Konflik memang satu hal yang tak bisa dihindari dalam rumah tangga, ia menjadi suatu dinamika kehidupan yang suka atau tidak mesti dilewati. Mustahil rasanya jika sebuah rumah tangga tidak memiliki konflik sama sekali, jadi jika seseorang menikah berharap tidak menemukan konflik dalam pernikahan, maka solusinya tentu jangan menikah. Karena adanya komunikasi dimana terdapat interaksi, maka mau atau tidak tentu akan terjadi konflik. Pak Cahyadi, seorang penulis buku-buku pernikahan dan juga konselor pernikahan menyebut konflik adalah bumbunya rumah tangga. Ibarat masakan jika tidak ada bumbunya tentu tidak nikmat rasanya, akan tetapi perlu diingat. Jika kebanyakan bumbu tentu akan membuat masakan menjadi tidak enak.

Pada kondisi normal, konflik antara suami dan istri bisa sebagai sarana untuk lebih mengenal, lebih memahami lagi bahkan juga sebagai sarana makin bertumbuhnya cinta diantara pasangan. Meskipun kita tidak bisa menampik tak sedikit juga konflik menjadi penyebab runtuhnya rumah tangga.

Dalam sebuah kehidupan rumah tangga, yang dibutuhkan bukan bagaimana rumah tangga tanpa konflik karena ini mustahil seperti kita bahas di awal. Akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menghadapi konflik yang terjadi agar konflik tersebut tidak menyebabkan keretakan rumah tangga. Dalam tulisan kali ini kita akan membahas bagaimana adab seorang istri ketika terjadi konflik dengan suaminya. Ada 5 adab yang InsyaAllah akan kita coba urai dan maknai satu persatu dibawah ini.

1. Jangan terlalu bawa perasaan ‘baper’

Kita semua tentu sudah mengerti, salah satu anugerah yang Allah berikan pada seorang wanita adalah memiliki perasaan yang sangat kuat dibanding dengan logikanya. Sehingga kalau kita melihat sering para wanita mengambil keputusan berdasarkan pada perasaannya, mengikuti kata hatinya dan mengalahkan daya pikir (logikanya). Namun dalam sebuah konflik, wanita semestinya berusaha tidak selalu mengutamakan perasaannya akan tetapi mengutamakan syariat dibanding dengan perasaan, sebab jika mengikuti perasaan yang terkadang cenderung disertai nafsu maka akan terjadi hal-hal seperti seorang istri meminta cerai pada suami, seorang istri lari dari rumah dan berbagai hal buruk lainnya.

2. Menjaga ucapan untuk selalu sopan dan santun pada suami

Seberapa besarpun konflik yang terjadi, seorang suami tetap menjadi imam bagi seorang istri, seorang istri tetap memiliki kewajiban untuk taat dan patuh pada suaminya dan menjadi dosa besar jika dia durhaka pada suaminya. Entah alasan kesetaraan atau apa. Hari ini tak sedikit kita menyaksikan ketika terjadi konflik suami dengan istri. Sang istri mengeluarkan kata-kata kasar, makian, mencaci bahkan lebih menyedihkan lagi sampai mengusir suaminya .

Apapun masalahnya, seperti apapun konfliknya tetaplah menahan diri untuk selalu bersikap sopan dan hormat pada suami. Ingat salah satu syurga seorang wanita ada pada ketaatannya pada suami.

3. Tidak mengumbar masalah rumah tangga di sosial media

Di era teknologi seperti sekarang ini sosial media seolah sudah menjadi bagian tak terlepaskan dari kehidupan kita. Berkat perangkat modern bernama smartphone kita terhubung dengan berbagai jenis sosial media, terlebih lagi sosial media menawarkan fitur wadah untuk berbagi tentang hal-hal yang kita rasakan dengan sahabat-sahabat kita melalui sebuah status di facebook, photo post di instagram serta tweet di twitter. Tempat dimana seseorang bisa meluapkan kebahagiaannya, kegelisahannya, curhatannya bahkan tak jarang kekesalan pada pasangan yang di sampaikan di sosial media yang dapat dibaca oleh banyak orang.

Satu hal penting yang mesti kita pahami bersama adalah tentang firman Allah SWT kalau kita adalah pakaian bagi pasangan kita. Makna dari pakaian tentu saling menutup, saling memperindah satu sama lain, sementara jika seseorang istri mengumbar keburukan rumah tangga atau kejelekan suaminya di hadapan banyak orang tentu secara sengaja ia telah membuka aib pasangannya, atau bisa juga kita sebut “menelanjangi pasangannya”.

4. Tidak curhat tentang konflik rumah tangga pada lawan jenis

Di saat pikiran kalut, masalah menumpuk di rumah tangga, terjadi konflik dengan pasangan tidak menutup kemungkinan muncul keinginan untuk mencari teman curhat, mengadukan masalah dan berharap mendapatkan seseorang yang mau mendengar keluh kesahnya serta memberikan solusi-solusi. Meskipun tidak dianjurkan, akan tetapi hal ini tentu sah-sah saja asalkan menceritakannya pada orang yang bisa dipercaya dapat menjaga rahasia dan seorang yang bijak dalam memberi nasihat, akan tetapi jangan sekali-kali mencari teman curhat yang berlawanan jenis. Karena ini sangat berbahaya, sebab utama terjadinya perselingkuhan karena merasa menemukan kenyamanan baru yang pada akhirnya berujung pada perceraian.

5. Tidak mengadukannya pada orang tua atau keluarga 

Ketika sudah menikah, tentu lepas sudah tanggung jawab orang tua atas anak. Begitu juga bagi seorang anak perempuan, ketaatannya pada suaminya jauh lebih utama dibanding ketaatan pada orang tuanya. Salah satu adab ketika konflik dengan pasangan adalah tidak mengadukan masalah ini pada orang tua atau keluarga, selain itu hal ini akan menambah pikiran orang tua dengan mengikutsertakannya pada konflik rumah tangga kita, tentu juga secara tak langsung kita telah membuka aib pasangan pada keluarga.

Sejatinya pernikahan adalah saling menyempurnakan, bagaikan setengah isi dan setengah kosong dalam gelas yang saling mengisi satu sama lain sehingga gelas yang awalnya kosong menjadi penuh. Tak akan ditemukan kebahagiaan dan kebarakahan dalam pernikahan, jika tak ada rasa untuk saling menyempurnakan.

Pada hakikatnya saling menyempurnakan adalah wujud nyata atas kesadaran kalau masing-masing diantara kita memiliki kekurangan. Selama konflik yang dihadapi tidak keluar dari koridor syariat, seperti adanya kekerasan dalam rumah tangga, mengajak untuk jauh dan ingkar dari Allah SWT serta hal-hal yang bertentangan dengan aturan Allah SWT, terimalah konflik dengan lapang dada serta penuh kesabaran. Sebab lagi-lagi makna penerimaan dalam sebuah pernikahan adalah menerima segala hal tentang pasangan kita, kelebihannya berikut kekurangannya, hal-hal yang menyenangkan dalam dirinya serta juga sesuatu yang tidak kita suka.

Sumber foto : muslim.or.id

Artikel Menarik Lainnya




comments