Ta’aruf, sebuah proses untuk mengenali calon pasangan sebelum melangkah pada jenjang pernikahan. Salah satu alternatif terbaik untuk menjaga diri dan hati agar terhindar dari maksiat pacaran. Namun pada kenyataannya tak sedikit yang malah kecewa, sedih, menangis bahkan galau berkepanjangan setelah melewati proses ta’aruf. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan ini terjadi. Yang pertama adalah saat sudah memiliki ketertarikan, ikatan hati sudah mulai terjalin dan cinta sudah mulai bersemi tapi harus menerima kenyataan kalau ta’arufnya gagal dan kemungkinan kedua adalah saat hati dilanda keraguan sebab tidak atau belum memiliki rasa cinta  tetapi harus menerima kenyataan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Terkadang memang begitulah peliknya, apalagi ini soal rasa.

Agar tak ada hati yang retak, agar tak ada galau yang tumbuh serta harapan yang runtuh ada beberapa hal yang mesti kamu ketahui dan pahami tentang ta’aruf. Berikut adalah 5 hal tersebut.

1. Ta’aruf bukanlah akhir dari segalanya tapi baru sebuah permulaan

Hal pertama yang harus diketahui adalah saat kamu akan ta’aruf itu bukan berarti akhir dari segala prosesmu menuju pernikahan tapi adalah sebuah permulaan dari sekian banyak jalan-jalan yang akan dilewati menuju jenjang pelaminan. Ta’aruf hanya sebuah proses untuk mengenal calon pasangan apakah ada kecocokan untuk melanjutkan hingga akad nikah atau harus berakhir di proses ta’aruf tersebut. Yang mana hal ini tentu tidak hanya ditentukan oleh keputusan dua calon mempelai namun juga mengikutsertakan keluarga dari kedua belah pihak serta pertimbangan-pertimbangan lainnya untuk mencapai keputusan terbaik.

Dan, keputusan terbaik itu tak selalu menyenangkan atau bisa diterima kedua belah pihak karena bisa jadi ada yang kurang bisa untuk menerima di sinilah butuh kedewasaan serta kebesaran hati untuk menghadapinya, ikhlaskan.

2. Jodoh terbaik sudah ditentukan oleh Allah SWT

Yang kedua yang mesti dipahami adalah jodoh ada ditangan Allah SWT, Allah jauh lebih tau siapa jodoh terbaik untuk kita, siapa yang cocok untuk mendampingi kehidupan kita. Dan, bisa jadi terbaik menurut Allah adalah orang yang Allah pertemukan lewat proses ta’aruf saat itu dan bisa juga yang bukan ta’aruf dengan kita saat itu. Apapun hasil dari ta’arufmu ketetapan Allah turut menyertai, terimalah itu dengan keyakinann sebagai ketentuan terbaik.

3. Jaga hati dari cinta yang mudah bersemi

Agar hati tak mudah kecewa jika pernikahannya tidak jadi maka masing-masing pihak yang sedang menjalani proses ta’aruf diharapkan untuk sama-sama menjaga hati dan dirinya dari berbagai hal yang memungkinkan tumbuh dan berseminya rasa yang tak diinginkan. Hindari pertemuan lansung yang memungkinkan untuk berdua-duaan, hindari berbagai interaksi dan komunikasi yang tidak jelas melalui berbagai macam media. Untuk persoalan komunikasi tentu akan lebih baik jika ada perantara yang menjembatani kalau ada hal-hal penting ingin disampaikan.

4. Proses ta’aruf tidak terlalu lama

Idealnya lama proses ta’aruf hanya 1-3 bulan, jika dalam rentang waktu tersebut tidak ada kejelasan tentu lebih baik jika proses ta’aruf segera diakhiri. Hindari proses ta’aruf yang berlarut-larut hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa ada kejelasan sehingga membuka celah interaksi terjadinya maksiat hati dan yang jauh lebih besar dari itu. Dengan berlama-lama dalam proses ta’aruf secara tak lansung akan menodai makna ta’aruf yang sesungguhnya, masih mengakui ta’aruf namun aktivitas yang dijalankan lebih mirip seperti orang pacaran.

5. Selalu berdo’a dan berserah diri pada Allah SWT

Saat menjalani proses taaruf serahkan semua pada Allah SWT, yakini kalau jodoh terabaik adalah ketentuan dari Allah SWT dan banyak-banyak berdo’a agar Allah memberikan jodoh terbaik.

Sumber foto : blog-inspirasimuslimah.blogspot.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments