Seringkali kita bertanya, kenapa harus kita yang mendapatkan ujian hidup seberat ini, sering kali kita mengeluh kenapa mesti kita yang harus menerima ujian yang rasa-rasanya tak kuat dan tak sanggup kita menerimanya.

Hidup adalah ujian, ya kehidupan kita adalah ujian. Allah selalu menguji kita dengan berbagai ragam macam cara. Tentu dengan tujuan untuk memilih mana hamba-hambaNya, yang sebenar-benarnya bertakwa dan mana yang hanya sekedarnya saja dalam iman dan takwa. Ujian dibutuhkan untuk mengukur seberapa kuat dan besar iman kita kepada Allah SWT, seberapa besar keyakinan kita untuk selalu bergantung hanya pada Allah SWT. Sebab, tak jarang ketika ujian datang melanda kita, iman kitapun terseok, goyah bahkan tak jarang yang oleng terhempas oleh badai ujian.

Entah berapa banyak yang pada akhirnya berputus asa dari rahmat Allah ketika Allah timpakan ujian, entah berapa banyak yang menjadi “berani” menjudge Allah tidak adil hanya sebab ujian dan entah berapa banyak akidah tertukar lagi-lagi dan hanya lagi-lagi oleh ujian-ujian yang Allah berikan.

Ada syurga ada neraka, syurga Allah hadiahkan bagi mereka yang selalu taat kepada Allah SWT sementara neraka Allah beri kepada mereka yang ingkar pada Allah SWT. Dan, untuk memilih mana mereka yang akan ditempatkan di syurga atau nerakalah Allah perlu menguji kita sebagai hambaNya.

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan menetapkan kepadamu, dengan sedikit ketakutakan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Baqarah : 155)

Bahkan dalam surah Al-baqarah ayat 155 atas, Allah ber“janji” kalau setiap dari kita akan diberi cobaan atau ujian, dengan begitu kita tau dan paham kalau kita semua tentu akan mendapat cobaan dan ujian, setiap dari kita tidak akan bisa menghindari dari ujian Allah SWT. Yang bisa kita lakukan tentu hanya bersabar dari ujian tersebut dan juga mengambil hikmah-hikmah tersembunyi dari Allah SWT. Layaknya disebuah institusi pendidikan ada ujian sebagai syarat untuk naik dari satu tingkat ke tingkatan lainnya, begitupula dengan institusi kehidupan kita ini. Kitapun butuh ujian dari satu tingkat kehidupan ke tingkat kehidupan lannya, dari satu tingkat iman ke tingkatan keimanan lainnya.

Menilik surah Al-baqarah diatas setidaknya Allah akan menguji kita dengan 5 hal, yang mana akan kita coba urai satu persatu :

1.Allah memberikan kita cobaan dengan ketakutan

Ketakutan, adalah hal yang sering kali kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan ketakutan salah satu tabiat manusia, banyak ketakutan-ketakutan yang kita rasakan baik itu ketakutan yang nyata ataupun ketakutan-ketakutan berlebihan yang kita ciptakan sendiri dalam pikiran kita. Kita takut akan masa depan kita, kita takut akan masalah keuangan kita, kita takut akan hilangnya pekerjaan bahkan juga ketakutan tidak bertemu dengan jodoh kita dan juga banyak lagi ketakutan-ketakutan lainnya.

Takut, adalah nikmat Allah SWT yang diberikannya pada kita, bila kita menyadari maka seharusnya setiap diri kita membutuhkan rasa takut tersebut. Sebab, oleh sebab rasa takutlah kita mengenal apa itu berani dan keberanian. Dan, juga oleh rasa takut pulalah muncul rasa cinta, dan ternyata ketakutan banyak membuahkan kebaikan-kebaikan dalam hidup kita. So, syukuri setiap rasa takut yang Allah ujikan pada kita, jangan takut menghadapi rasa takut.

2. Allah memberi cobaan pada perut kita dengan kelaparan

Masalah perut, adalah masalah yang tak bisa disederhanakan. Sebab dari sinilah sumber energi kita, dari sinilah kita bertahan hidup. Sehingga tak jarang cobaan masalah perut menjadi cukup berat bagi setiap manusia. Tak sedikit yang bisa bersabar atas kelaparan yang Allah ujikan sehingga tak lagi melihat halal dan haram setiap makanan yang masuk pada perutnya. Konon katanya penyebab utama terjadinya berbagai konflik seperti pencopetan, perampokan, pencurian dan juga koropsi lagi-lagi disebabkan karena masalah perutnya dan tak kuat menahan lapar yang dirasa.

3. Allah memberi cobaan pada harta kita dengan kekurangan

Salah satu lagi tabiat manusia yaitu tidak pernah merasa cukup, selalu merasa kekurangan. Bahkan semakin banyak harta yang diberi semakin kurang ia merasa. Konon kabarnya, seandaianya air laut ini dikumpulkan dan diberikan pada manusia niscaya mereka masih akan merasa kurang dan kekurangan.

Karena memang inilah tabiat manusia, maka untuk menghadapinya tentu kita harus belajar untuk bersyukur, belajar menerima dan merasa cukup apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita, belajar melihat kebawah, melihat orang yang jauh lebih kekurangan harta dari kita sementara mereka tetap bisa berbahagia. Karena sejatinya kebahagiaan tak terletak banyak atau sedikitnya harta, tapi ada pada jiwa yang bisa dan mau menerima.

4. Allah memberi cobaan pada jiwa dengan kematian

Kematian, salah satu cobaan yang Allah timpakan pada setiap kita. Kita akan diuji dengan kematian, baik itu kematian orang-orang terdekat diantara kita, kematian orang-orang yang kita cintai bahkan kematian diri kita sendiri. Penting ujian ini bagi kita sebagai pengingat kalau kita didunia ini hanya sementara, hanya sebentar saja. Ada tempat yang lebih kekal lagi dialam sana, yaitu alam akhirat.

5. Allah memberi cobaan pada buah-buahan(pekerjaan) dengan kejatuhan

Buah-buah atau bisa kita pahami disini sebagai pekerjaan atau hasil kerja kita. Allah juga menguji kita dengan hal ini yaitu dengan kejatuhannya.

Itulah, 5 ujian yang akan Allah timpakan pada kita, namun seperti dalam ayat diatas. Jika kita lihat lebih teliti lagi maka ada satu kabar gembira dari Allah SWT, yaitu Allah hanya memberikan “sedikit” saja kepada kita. Ya, hanya sedikit. Sebab Allah tau kemampuan dan keberdayaan setiap hamba-hambanya dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.

Ujian hidup itu pasti, cobaan hidup itu pasti. Maka tak perlulah kita khawatir dan takut pada ujian yang akan Allah berikan pada kita. Siapkan diri, siapkan kesabaran dan rasa ikhlas untuk menghadapinya. InsyaAllah apa-apa yang Allah timpakan kepada kita akan menjadi asbab kebaikan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik lagi, lebih baik keimanan kita, lebih meningkat kesabaran kita, lebih meningkat keikhlasan kita sehingga ujian mengangkat diri kita menjadi pribadi yang lebih hebat lagi.

Artikel Menarik Lainnya




comments