Luqman seorang laki-laki yang bukan nabi dan bukan juga ulama namun namanya diabadikan dalam Al-qur’an. Ia adalah laki-laki yang Allah karuniakan hikmah serta kebijaksaan hidup, kisah-kisahnya dalam Al-quran berkaitan dengan pendidikan anak ia juga sebagai salah seorang yang Allah jadikan perantara untuk belajar bagaimana menasihati anak dengan bijak.

Berikut adalah 5 Nasihat Luqman pada anaknya, yang tentu juga kita pelajari sebagai nasihat dan pembelajaran bagi anak-anak kita.

1. Jangan lakukan perbuatan syirik

” Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (Luqman : 13 )

Syirik adalah salah satu dosa yang paling besar, luqman mewasiatkan pada anaknya orang yang mempersekutukan Allah SWT adalah orang yang benar-benar zhalim. Mempersekutukan Allah adalah sebuah prilaku kita membuat tandingan Allah dengan mengakui ada kekuatan besar yang layak dipercaya serta ditakuti selain Allah SWT dan meyakini ada penolong yang bisa menolong kita selain Allah SWT.

Contoh perbuatan syirik diantaranya adalah datang ke dukun, memakai ajimat serta berbagai ritual-ritual perdukunan lainnya. Dalam kehidupan modern saat ini, aktivitas syirik juga tak sering menimpa anak-anak remaja kita seperti datang pada peramal-peramal untuk meramal masa depan, meramal cinta dan juga meramal keberuntungan. Selain itu, mempercayai ramalan zodiak yang tersebar di majalah anak muda juga termasuk perbuatan syirik.

“Perbuatan syirik adalah perbuatan zhalim dan sangat dimurkai oleh Allah SWT dan bentengnya adalah tauhid yang kuat”

2. Allah mengetahui keadaan hambanya

“(Luqman berkata), ‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui.” (Luqman : 16)

Allah Maha tahu atas segala sesuatu itulah inti dari nasihat Luqman pada anaknya. Saat kita memahami Allah Maha Mengetahui segala sesuatunya tentu akan membuat diri kita dan juga anak-anak kita untuk selalu berhati-hati sebelum melakukan sesuatu. Pada akhirnya hal ini akan memunculkan sikap akan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT, dampaknya bagi kehidupan tentu akan membuat kita semakin bersemangat melakukan kebaikan sekecil apapun itu dan semakin takut melakukan keburukan sekecil apapun itu.

3. Dirikan shalat, amar makruf nahi mungkar, dan sabar

” Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Luqman : 17)

Luqman berpesan pada anaknya agar mendirikan shalat sebagai tiang agama, setelah itu mengajak manusia ke jalan kebaikan serta mencegah perbuatan mungkar dan yang terakhir adalah bersabar. Inti utama dari nasihat ini adalah tentang melaksanakan kewajiban shalat, berdakwah dan bersabar.

4. Jangan sombong 

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman : 18)

Sombong adalah salah satu penyakit hati yang mesti dijauhi oleh setiap muslim, termasuk kedalam perbuatan sombong adalah memalingkan muka dari manusia yang lain sebagai bentuk merasa diri lebih dan meremehkan yang lain, Luqman mengingatkan anaknya kalau perbuatan ini tidak disukai oleh Allah SWT. Selain itu, sifat sombong juga akan merusak hubungan sosial dengan manusia lainnya, karena orang-orang yang memiliki sifat sombong tentu tidak disukai dan cenderung dijauhi.

5. Bersikaplah pertengahan

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Luqman : 19 )

Pada nasihat ke-lima ini Luqman berpesan agar sederhana dalam berjalan dan melunakkan suara, Luqman mengingatkan anaknya untuk berbicara dengan suara yang lemah lembut, tidak mengeraskan suara, tidak membentak atau berbicara seperti berteriak. Ini adalah nasihat Luqman tentang adab serta akhlak dalam berbicara pada anaknya.

Itulah nasihat 5 nasihat Luqman pada anaknya, yang tentu juga sebagai nasihat bagi kita dan juga nasihat dari kita pada anak-anak kita.

Sumber foto : muslim.or.id

Artikel Menarik Lainnya




comments