Shalat adalah tiang agama, shalat adalah ibadah utama bagi segenap umat muslim. Dan, sudah menjadi kewajiban utama bagi orang tua untuk membiasakan anaknya untuk shalat semenjak dini bahkan semenjak di dalam kandungan ibunya. Hari ini kita lihat banyak sekali anak-anak remaja bahkan sudah dewasa namun belum mampu melaksanakan kewajiban shalatnya secara maksimal. Menganggap remeh ibadah shalat sehingga sering meninggalkannya, lalai dalam mengerjakannya sehingga sering-sering bolong-bolong dan juga lalai dalam waktu pengerjaan dan juga saat pelaksanaannya.

Berikut adalah 5 tips sederhana yang bisa dilakukan untuk menanamkan kebiasaan shalat pada anak semenjak dini lebih khususnya saat berusia di bawah 3 tahun. Kenapa dibawah usia 3 tahun ? Karena termasuk masa-masa keemasan seorang anak, pada usia ini daya tangkap baik melalui penghilahatannya sangat baik.

1. Membangun kebiasaan shalat dengan baik dimulai dari ayah dan ibunya

Hal pertama yang mesti dilakukan tentu membangun dulu kebiasaan baik dalam mengerjakan ibadah shalat bagi kedua orang tua anak ini bahkan sejak anak ini belum hadir ke dunia. Shalat dengan baik disini maksudnya adalah shalat tepat waktu dan berjamaah untuk sang ayah, melaksanakan ibadah shalat dengan tenang, khusyuk serta tidak terburu-buru.

Jika sang ibu dalam kondisi hamil sangat baik sang ibu shalat tepat waktu, penuh ketenangan serta selalu berdo’a kepada Allah agar dianugrahi anak yang shaleh atau shaleha. Membiasakan ibadah-ibadah shalat sunnah seperti dhuha, tahajud, dan rawatib.

2. Mengajak anak shalat bareng semenjak ia lahir ke dunia

Saat lahir memang anak belum mampu untuk melihat atau memahami sesuatu namun pada saat ini anak sudah memiliki pendengaran yang cukup baik. Membawa anak shalat bersama serta mengeraskan bacaannya adalah salah satu cara terbaik menanamkan kebiasaan dan pembiasaan shalat pada anak semenjak dini. Apalagi jika jika dilakukan rutin selama 5 kali sehari, dengan sendirinya akan terbentuk kebiasaan dalam diri anak untuk shalat serta “ngeh” dengan waktu-waktu shalat.

3. Memperdengarkan bacaan-bacaan shalat di waktu-waktu pagi hari dan malam hari sebelum tidur

Membacakan bacaan-bacaan shalat seperti alfatihah, ayat-ayat pendek serta bacaan lainnya adalah tips sangat efektif dalam menanamkan kebiasaan shalat serta secara tidak lansung mengajak anak untuk ikut menghafal ayat-ayat tersebut. Tak sedikit anak-anak yang hafal Al-quran semenjak dini memakai tips ini kepada anaknya dengan membacakan ayat-ayat Al-qur’an.

4. Mengajak shalat berjamaah ke masjid jika dia sudah bergerak seperti merangkak atau berjalan

Mengajak anak shalat berjamaah di masjid tentu menjadi peran utama sang ayah. Tak sedikit para ayah yang membawa anaknya ke masjid saat masih dalam gendongan dan membawanya ikut shalat dengan menggendongnya. Namun bila merasa terlalu dini juga bisa dilakukan saat anak sudah mulai duduk, merangkak atau berjalan sehingga sang anak bisa mengikuti ayahnya di samping dengan duduk atau berdiri.

5. Mengajarkan adab-adab saat beribadah pada anak semenjak masih dini.

Mengajarkan anak shalat itu penting namun mengajarkan anak adab tentang shalat jauh lebih penting, mengajak anak rajin ke masjid itu perlu namun mendidik anak adab-adab di masjid jauh lebih penting. Dengan adab anak akan mampu menjalankan ibadahnya secara baik sehingga tak hanya sekedar melakukan namun juga melakukannya dengan benar. Tak sedikit kita melihat kasus anak-anak yang sering main-main waktu shalat dengan temannya apakah itu dorong-dorongan, saling injak-injakan dan sebagainya padahal kalau dilihat dari usia sudah belasan tahun. Rajin ke masjid namun pada akhirnya membuat keributan di masjid sehingga mengganggu kekhusyukan shalat orang lain.

Penting kita sebagai orang tua menyampaikan tentang adab saat beribadah pada Allah SWT, tidak boleh main-main, tidak boleh bercanda dan sejenisnya. Begitu juga saat di masjid belajar menjaga etika dan adab saat berada di masjid.

Sumber foto : Dakwatuna.com

Artikel Menarik Lainnya




comments