Setiap orang tua tentu menginginkan anak dengan akhlak mulia dan berkepribadian yang hebat. Setiap orang tua tentu berharap anaknya tidak hanya membahagiakan dan membanggakan dirinya, akan tetapi juga menjadi mutiara kebanggaan bagi bangsa dan agamanya.

Untuk melahirkan anak-anak dengan pribadi yang hebat tentu juga dibutuhkan pengajaran dan cara ajar yang hebat dari orang tua pada anaknya. Berikut adalah 9 kebaikan yang perlu di ajarkan pada anak agar menjadi pribadi hebat.

1. Mencintai Allah sebagai cinta pertamanya

Sering terjadi di lingkungan kita orang tua mengajarkan sesuatu pada anaknya dengan menakut-nakuti dan lebih miris lagi adalah menjadikan Allah SWT sebagai sesuatu yang menakutkan. Ketika anak malas shalat ditakut-takuti nanti Allah marah, nanti masuk neraka, disaat anak nakal ditakuti lagi nanti Allah marah, dan berbagai kasus lainnya.

Dampak negatif dari hal ini tentu orang tua secara tidak sadar menanamkan suatu keyakinan pada anak kalau Allah itu menakutkan, agama hanya tentang neraka saja. Tentu hal ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi akan menjadi lebih baik jika kita membangun ketaatan dalam diri anak pada Allah SWT atas dasar cinta kepada Allah SWT, atas dasar kebaikan-kebaikan yang didapat dari ibadah yang dilakukan bukan atas dasar ketakutan-ketakutan saja.

Ketika hal ini sudah terbangun dalam pikiran dan hati anak, anak menjadikan Allah SWT sebagai cinta pertama dan utamanya. InsyaAllah setiap aktivitas yang dia lakukan hingga dewasa apapun itu niatnya karena Allah, karena cinta pada Allah SWT, karena ingin menggapai ridho Allah SWT.

2. Mengenalkan Rasulullah SAW sebagai teladan utama

Menyedihkan jika kita melihat hari ini putra putri kita tak sedikit yang menjadikan kartun, superhero-superhero semu ciptaan barat sebagai idola utamanya. Dan lebih menyedihkan lagi disaat ia kenal betul detail tentang idola-idola semunya namun tidak mengenal bahkan asing sekali dengan sosok agung nabi Muhammad SAW.

Allah mengutus Rasulullah SAW sebagai teladan bagi kita semua, sebagai role model kehidupan yang telah menjalankan firman-firman Allah SWT didalam Al-quran sebagai panduan utama untuk hidup selamat dunia dan akhirat. Mengenalkan anak kita pada Rasulullah SAW adalah salah satu langkah awal agar anak kita selamat dunia akhirat. Di dunia kehidupannya bahagia bersinar prestasi, begitu juga ketika di akhirat masuk syurga.

3. Hormat dan sayang pada orang tuanya

Orang tua, adalah urutan ketiga yang mesti dicintai seorang anak setelah Allah dan Rasulnya. Dan setiap orang tua tentu berharap anak-anaknya patuh, sayang, berbakti dan selalu mendoakannya hingga kelak di saat orangtuanyapun sudah tiada, sebab do’a anak yang shaleh adalah salah satu amalan yang pahalanya tidak akan terputus saat orang tua sudah meninggal dunia.

Menyiapkan anak yang shaleh dan patuh pada orang tua tentu adalah tugas penting para orang tua juga. Makanya penting bagi orang tua untuk membangun kedekatan pada anak semenjak ia masih dini dan memberikan cinta, dan kasih sayang terbaik pada anak-anak . Agar cinta dan kasih itupun terjalin hingga anak beranjak dewasa.

4. Mengajarkan kejujuran

Kejujuran, adalah hal penting diajarkan pada anak kita. Ajarkan dan beri teladan tentang kejujuran pada anak-anak kita semenjak dini untuk hal paling sederhana atau yang sulit serta menyakitkan sekalipun. Karena kejujuran ini adalah kebiasaan maka hati-hati, sebab jika ia terbiasa tidak jujur dari kecil maka akan sulit untuk mengubahnya ketika nanti ia telah dewasa.

5.Mengajarkan untuk selalu bersyukur

Ada satu benang merah yang menghubungkan antara pandai bersyukur dengan kebahagiaan. Terbukti orang yang pandai bersyukur hidupnya akan tenang dan bahagia dan terbukti juga mereka yang tidak pandai bersyukur hidupnya akan sulit bahagia, susah tenang dan selalu gelisah. Dan, bersyukurpun adalah sebuah kebiasaan yang sudah tertanam dalam keyakinan seseorang semenjak waktu yang lama (semenjak ia kecil).

Peran orang tua sangat penting disini, jika anak-anak sejak kecil melihat orang tuanya mudah mengeluh, mudah menyalahkan, merasa selalu kurang dan tidak pernah bersyukur tentu untuk menjadi manusia yang pandai bersyukur akan sulit bagi anak hingga ia tumbuh dewasa. Namun apabila ia melihat orang tuanya selalu tenang menghadapi hidup, selalu tersenyum meskipun kesulitan menghampiri, selalu bisa bahagia disaat harapan tak terwujud dalam realita. Secara tidak sengaja hal ini akan mempengaruhi anaknya untuk selalu bisa bersyukur dalam setiap waktu dan kondisi hingga ia beranjak dewasa.

Selain melalui teladan orang tua juga bisa mengajak anak untuk selalu mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapat nikmat sekecil apapun itu, orang tua menuntun anak untuk selalu merasa cukup dan bahagia dengan apa yang telah Allah berikan, sekali-kali orang tua juga perlu mengajak anak berwisata sosial ke panti asuhan atau yayasan-yayasan dhuafa untuk melihat dan memberikan bantuan bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung.

6. Mendidik anak untuk mandiri semenjak dini

Rasulullah SAW sudah mulai bekerja menghasilkan uang semenjak usia 8 tahun dengan memulai karirnya di dunia kerja sebagai penggembala. Keteladanan serupa semestinya juga kita ajarkan pada anak-anak kita, mandiri semenjak dini. Kita ajarkan anak-anak kita tentang hidup hemat, tentang bagaimana bekerja atau berdagang agar menghasilkan uang sejak dini.

Selain ini adalah keteladan dari Rasulullah SAW, juga perlu dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran. Tak sedikit kita lihat hari ini anak muda usia sudah diatas 20 tahun akan tetapi kesulitan dalam mencari pekerjaan meskipun pendidikannya terbilang tinggi. Tak sedikit juga kita melihat anak-anak muda sudah beranjak dewasa namun masih menjadi tanggungan orang tuanya. Padahal di dalam Islam anak laki-laki ketika sudah akil balig maka sudah semestinya ia mandiri secara ekonomi dan tentu memiliki penghasilan sendiri.

7. Mengarjakan agar hormat pada yang lebih tua dan menyayangi yang lebih kecil darinya

Sopan santun kepada yang tua, bagaimana berbicara terhadap orang tua, bagaimana mendengarkan nasihat dari yang lebih tua siapapun itu orangnya adalah hal penting yang mesti diajarkan pada anak-anak kita semenjak dini. Jangan sampai anak-anak kita malah sering menertawakan orang tua, mempermainkan dan bersifat acuh tak acuh jika diberikan nasihat.

Begitu juga kepada yang lebih muda usianya darinya, kita juga perlu mengajarkan agar anak-anak menyayangi mereka, menuntun dan memberikan pertolongan jika mereka memiliki kesulitan.

8. Mengajarkan tentang produktifitas dan disiplin terhadap waktu

Waktu adalah mutiara paling berharga dalam kehidupan kita ini karena perginya tak akan kembali dan terganti. Dan sejatinya kehidupan kita adalah bagaimana melewati setiap waktu yang dilewati dengan aktivitas kebaikan serta kebermanfaatan. Terbukti satu hal penting yang membedakan orang sukses dengan yang gagal adalah cara mereka dalam mengelola waktunya, cara mereka dalam memanfaatkan waktunya, apakah lebih banyak dimanfaatkan untuk kebaikan atau malah dibuang-buang untuk kelalaian seperti menunda-nunda pekerjaan, bermain-main tanpa mengenal waktu, bermalas-malasan serta banyak lagi hal mudharat lainnya.

Kunci dalam mengelola waktu adalah produktif dalam mengisinya dan disiplin dalam setiap aktivitas yang dilakukan dalam melewatinya. Mengerjakan segala sesuatu segala proporsional pada tempatnya, saatnya istirahat gunakan untuk istirahat, saatnya beribadah gunakan untuk ibadah begitu juga saatnya untuk belajar atau bekerja gunakan untuk belajar dan bekerja.

Itulah 8 kebaikan yang perlu diajarkan pada anak-anak kita semenjak dini agar ia menjadi pribadi yang hebat. Dan, salah satu metode pengajaran terbaik untuk anak-anak kita adalah memberikan keteladanan, dengan arti lain kita sebagai orang tua melakukannya terlebih dahulu dan mencontohkannya pada anak-anak.

Sumber : www.ummi-online.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments