Kami meyakini setiap ibu sangat mencintai dan menyayangi anaknya. Tak ada ibu yang ingin anaknya celaka, tentu tak ada juga ibu yang ingin anaknya mendapat keburukan. Namun, terkadang karena kesibukan, capek selepas bekerja dan berbagai alasan lainnya seorang ibu secara tak sengaja melakukan sesuatu yang berdampak buruk pada anaknya.

Berikut adalah 13 kesalahan yang cukup populer artinya kesalahan ini cukup sering dilakukan oleh para ibu pada anak-anaknya yang berusia di bawah 10 tahun.

1.  Membentak Anak

Entah dengan alasan apapun memarahi anak hingga membentak-bentaknya bukanlah cara yang bijak. Banyak penelitian menyebutkan bahwa membentak anak sangat berbahaya bagi perkembangan otak dan mentalnya. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Lise Gliot. Kesimpulan dari penelitiannya ini menunjukkan bahwa marah dan suara bentakan terhadap anak akan sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Selain mempengaruhi perkembangan otak, suara bentakan juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh sang anak.

Jadi, untuk para ibu belajarlah lebih sabar lagi saat menghadapi anak-anaknya.Untuk para ibu tentu diharapkan lebih sabar saat menghadapi anak-anaknya di fase ini. Sebesar apapun marah pada anak berusahalah untuk menahan sabar, karena kemarahan dengan membentak anak bisa membahayakan masa depan anak.

2. Memaki Anak dengan kata – kata kotor

Saat kesal akan perilaku anak tak sedikit para ibu yang sampai memaki anaknya dengan kata-kata kotor hingga ucapan sumpah serapah. Tahanlah diri, karena saat terbiasa mendengar kata-kata kotor maka secara tak lansung sang ibu sedang mendidik anaknya untuk berkata-kata kasar dan kotor.

3. Memukul dan Menyakiti Anak

Saat kemarahan sudah tak terbendung lagi maka tak jarang para orang tua menyakiti anak dengan memukul atau mencubitnya hingga berbekas apakah itu biru lebam bahkan sampai luka. Selain mempengaruhi perkembangan mental dan menyebabkan gangguan psikisnya hal ini juga berbahaya pada kondisi fisik anak seperti menyebabkan pingsan, luka memar berlebihan bahkan yang paling fatal adalah meninggal dunia.

4. Terlalu Memanjakan Anak

Sayang pada anak boleh, namun terlalu memanjakannya tentu juga tidak baik. Anak butuh ketegasan untuk beberapa kondisi dari ibunya, dan anak juga butuh kata tidak dari orang tua saat meminta sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh anak.

5. Terlalu Menuruti Keinginan Anak

Memenuhi keinginan anak memang bukti sayang orang tua pada anak. Namun terlalu menuruti keinginan anak seperti membelikan anak gadget untuk bermain game hingga dia lupa waktu, membelikan anak kendaraan bermotor padahal anak masih di bawah umur, menuruti keinginan anak untuk menonton sepanjang hari dan berbagai hal sejenis lainnya. Hal ini tentu bukanlah cara bijak menunjukkan rasa sayang pada anak.

Maka dari itu, menjadi keharusan bagi orang tua untuk lebih pintar memilih mana yang dibutuhkan oleh anaknya dan mana yang hanya sebatas keinginan dari anak.

6. Membebaskan Anak Menonton Tayangan Yang Tak Seharusnya dia Tonton

Apa yang sering dilihat atau ditonton anak secara tak lansung akan mempengaruhi pembentukan karakter dan perilaku anak. Tak sedikit orang tua yang membiarkan anak-anaknya untuk menonton tontonan yang berisi kekerasan, adegan dewasa dan takhayul.

Peran penting orang tua adalah mengawasi dan memastikan tontonan yang ditonton oleh anak-anaknya adalah berkualitas penuh pendidikan. Dan lebih baik lagi jika orang tua tidak memiliki televisi di rumahnya sebagaimana yang disarankan oleh banyak pakar parenting. Karena memang tayangan televisi kita hari ini lebih banyak berisi keburukan dibanding kebaikan.

7. Membiarkan Anak Tidak Shalat

Rasulullah SAW bersabda :

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan shalat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya.” (HR. Abu Dawud)

Sebuah kewajiban bagi setiap ibu mendidik anaknya taat pada Allah SWT salah satunya tentu dengan menyuruh anak shalat. Banyak ibu yang tak peduli tentang hal ini dengan alasan masih anak-anak, padahal seharusnya ketaatan ini dibiasakan sejak masih anak-anak agar menjadi kebiasaan hingga dia dewasa kelak.

8. Tidak Mengajarkan Anak Menutup Aurat

Saat anak telah beranjak dewasa banyak ibu yang mengeluh anaknya susah untuk menutup aurat khususnya anak cewek. Padahal kekeliruannya adalah tidak mendidik anak untuk menutup aurat semenjak dia masih anak-anak. Ketika dia sudah terbiasa menutup aurat dari masa anak-anak maka kebiasaan ini akan terus tumbuh dan menjadi kebiasaan hingga dia dewasa.

Tentu selain ini masih banyak kesalahan-kesalahan lain yang biasa dilakukan oleh ibu. Dan harapan kita setiap ibu tentu bisa melahirkan, mendidik dan membesarkan anak yang shaleh atau shaleha serta taat.

 

 

Artikel Menarik Lainnya




comments