“Cinta, begitu kita menyebutnya. Siapapun bisa jatuh cinta, mudakah ia, tuakah ia, laki-lakilah ia, wanitakah ia atau siapapun dia bisa jatuh cinta termasuk juga aku dan kamu. Cinta adalah anugerah rasa terindah dari Allah SWT, bahkan mungkin itu jadi sebaik-baiknya rezeki bagi kawula muda, mungkin.

Cinta, ia adalah sesuatu yang indah, warna-warni seperti pelangi. Meskipun dikadang waktu ia terasa menyakitkan dan menyedihkan tapi hebatnya sebab itu jugalah terasa semakin indah. Lagi-lagi seperti pelangi yang hadir menyelip diantara rintiknya hujan dan sinaran cahaya matahari….”

Aku, kamu dan ridho Allah SWT. Disini kita akan mengurai cinta, tak hanya tentang kita berdua namun juga butuh pemeran ketiga bahkan sejatinya dialah lakon utamanya. Cinta, entah apalah istilah yang tepat untuk menyebutnya apakah itu makhluk, apakah itu sejenis rasa, apakah itu sejenisnya kata kerja, meskipun tak sedikit yang menyebutnya petaka. Apapun istilah yang kau sepakati tentangnya tapi aku yakin kita sama-sama setuju jikalau cinta adalah sebuah anugerah dari Allah SWT. iya, pemeran ketiga dalam kisah kita, tapi dia lakon utamanya.

Aku, kamu dan ridho Allah SWT. Disini aku berdoa, untuk kamu yang entah siapa, tapi yang pasti suatu saat kamu akan datang kesini, menjemputku membawa “sebiji” cinta untuk kita tanam bersama, kita tumbuhkah bersama, kita sirami bersama, kita rawat bersama dan kita akan menanti bersama buahnya. Tentu karena pemeran ketiga sebab dia lakon utamanya.

Aku, kamu dan ridho Allah SWT. Disini aku mencoba menahan segala macam rasa gelisah, rasa iri dan cemburu pada mereka-mereka yang tidak peduli dengan pemeran ketiga, yang jadi lakon utamanya. Ya, mereka terlihat begitu menikmati kisah cintanya, terlihat begitu indah dan begitu mengasyikkan meskipun kata orang-orang yang tak terlihatnya bisa jadi menyakitkan bahkan benar-benar menyakitkan.

Aku, kamu dan ridho Allah SWT. Disini aku terus berdoa, untuk kamu yang entah siapa, untuk kamu yang entah dimana. Tidak hanya berdoa, iya tidak hanya berdoa tapi juga menyiapkan berbagai banyak hal, berbagai banyak bekal. Sebab kata orang-orang kita juga akan menempuh perjalanan panjang. Mungkin, kamu disana yang entah dimana juga terus berdoa, dan juga menyiapkan bekal seperti apa yang ku lakukan.

Aku, kamu dan ridho Allah SWT. Disini aku terus bersabar, lebih tepatnya mencoba bersabar sebab memang sampai saat ini akupun juga belum mengerti seperti apa itu bersabar. Mencoba bersabar untukmu yang entah kapan datangnya, tapi aku tetap yakin sebab kata mereka kamu tidak akan datang kecuali diwaktu dan saat yang tepat. Lagi-lagi tentu karena pemeran ketiga, sebab ia lakon utama.

Aku, kamu dan ridho Allah SWT. Aku, kamu dan pemeran ketiga dialah Allah SWT, dialah lakon utama, dialah yang menganugerahkan cinta, dialah yang maha menentukan segala-galanya termasuk juga menentukan kisah cinta kita. Semoga aku, kamu dan kita semua bisa bersabar dan terus tersenyum. [ Uda Agus / Elmina ]

 

Artikel Menarik Lainnya




comments