Pertanyaan :

Assalamualaikum
Saya seorang wanita berusia 23 th.
Saat ini saya sedang memendam perasaan kepada salah seorang teman di tempat kuliah saya dulu.
Saya dan dia memiliki komitmen yang sama yaitu tidak mau pacaran sebelum menikah.
Ketika kami kuliah dulu, kami tidak pernah ngobrol.
Hanya sekedar tau nama, tau wajah saja.
Baru akhir-akhir ini saja kami dekat, tapi dekat dalam konteks teman.
Semakin mengenal dia, saya merasa ada perasaan nyaman di hati saya saat berinteraksi dengannya.
Saya sebut namanya dalam setiap doa saya, dan hubungan kami semakin dekat, semakin sering berkomunikasi, tapi masih dalam konteks teman.
Jauh di dalam hati saya,
saya berharap dia adalah jodoh saya.
Saya tidak tahu bagaimana perasaan dia terhadap saya, bahkan yang saya tahu saat ini dia sedang fokus melanjutkan pendidikannya.
Entah terpikir atau tidak kedekatan kami olehnya.
Ada keraguan di dalam hati saya tentang kedekatan kami berdua sehingga menimbulkan banyak sekali pertanyaan dalam benak saya saat ini.
Apa yang harus saya lakukan?
Haruskan saya berkata jujur kepadanya soal perasaan saya ini?
Ataukah saya harus menjaga jarak darinya?
Lantas mengapa ketika saya menyebut namanya dalam doa saya, saya merasa dia semakin dekat pada saya?
Adakah itu godaan syaithan?
Mohon jawabannya.

Judul Pertanyaan: Apa dia memiliki perasaan yang sama?

Jawaban :

alaikumussalaam wr wb

Subhanallah,
Pilihan untuk tidak berpacaran tidaklah ringan di tengah arus pergaulan yang jauh dari nilai-nilai Islam. Semoga D istiqomah menjaga diri dari kemaksiatan ya.. Aamiin.
Saat ini, apakah kamu sudah siap untuk menikah?
Jika ya, kamu boleh mencari informasi tentang kesiapan dia menikah melalui orang ketiga, tanpa membuka identitasmu. Tanyakan juga apa kriteria istri yang dia inginkan, dan bagaimana jika dengan muslimah yang punya karakteristik a,b,c (yang merupakan karakteristikmu).
Siapkan diri menerima jawaban terburuk, dan jika memang di antara kalian belum siap menikah, banyak-banyaklah berpuasa dan menjaga interaksi.
Sibukkan diri dengan aktivitas positif sesibuk mungkin, agar pikiran teralihkan dari memikirkannya terus-menerus.
wallahua’lam bish shawab. Semoga menjawab ya…
***
picture : http://www.mrwallpaper.com/view/monarch-butterfly-flowers-1920x1080/
Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

10 + 8 =

Artikel Menarik Lainnya




comments