Setelah sedemikian banyak ke istimewaan dan kemuliaan yang diberikan kepada perempuan oleh Islam melalui Baginda nabi besar Muhammad SAW, diantaranya adalah wanita dimuliakan dengan menjadi seorang ibu, wanita dimuliakan sebagai seorang guru dan pendidik bagi anak-anaknya, wanita dimuliakan dengan dipertanggung jawabkan oleh 4 laki-laki yaitu ayahnya, saudara laki-lakinya, suaminya dan anak laki-lakinya.

Selain itu Rasulullah SAWpun memuliakan wanita dengan memberinya sebutan “mu’nisah” yang secara bahasa artinya wanita yang menghibur. Buya hamka mengistilahkan dengan pepatah “Ubek jariah palarai damam” sebuah pepatah minang yang bermakna “obat ketika letih dan penawar demam (panas). Sebuah sebutan yang indah sekali dari Rasulullah terhadap wanita, yang mana sebutan ini tercatat dalam sabda beliau :

“Jangan engkau paksa-paksa anak perempuanmu sebab mereka adalah mu’nisah yang mahal sekali.” (HR. Ahmad ath-Thabrani)

Begitulah Rasulullah menyebut wanita untuk memuliakan dan mengistimewakannya. Jika Rasulullah SAW jauh-jauh hari sudah memuliakanmu dengan berbagai perjuangannya mengangkat harga diri wanita dan juga dengan kata-kata indahnya. Maka sudah semestinya seorang muslimah juga memuliakan dirinya sendiri tentu dengan menjalankan apa-apa yang sudah Islam gariskan untuk dirinya.

Salah satu guru kami semasa sekolah dulu menyebut wanita bagaikan sebuah telor, ia berharga dan bernilai namun jika retak cangkangnya maka akan hilanglah harga dan nilainya. Penjagaan diri itulah yang menjadi hal utama bagi seorang wanita, menjaga dirinya agar tak rusak dan retak. Menjaga kehormatannya agar selalu terhormat dan agar selalu menjadi “penghibur” atau “penyejuk” bagi orang-orang sekitarnya apakah itu saudara, orang tua, sahabat, teman dan siapapun yang bersamanya.

Menjaga diri wanita tentu tidak hanya dengan berhijab syari, namun juga menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mengerti adab, etika dan bagaimana semestinya bergaul dengan lawan jenisnya. Tidak mudah untuk bercanda tawa dan merayu-rayu lawan jenisnya. Seorang wanita yang menjaga diri akan selalu memiliki malu, bukan karena minder akan tetapi karena dia menjaga dirinya.

Rasulullah SAW menyebut wanita sebagai “mu’nisah”  yang menghibur atau menyenangkan. Dengan menyadari hal ini maka sudah semestinya seorang wanita selalu menjaga diri, ucapan, akhlak dan kepribadiannya agar menjadi orang yang selalu menyenangkan. Memberikan kebanggaan dan kebahagiaan kepada orang tuanya bukan malah menghadiahkan kekecewaan ataupun rasa malu.

Wahai saudariku muslimah terbaik yang menjadi harapan peradaban, dunia ini mengharapkan akan lahir pejuang-pejuang Islam dari rahimmu. Maka jagalah dirimu, jaga hati, jaga akhklahmu, teruslah belajar dan terus menuntut ilmu akan dirimu benar-benar menjadi “ubek jariah palarai damam” bagi bangsa dan agama ini.

Artikel Menarik Lainnya




comments