Panduan Memberi Nama Anak Secara Islami

Panduan Memberi Nama Anak Secara Islami

Panduan Memberi Nama Anak Secara Islami / Elmina / www.tipsanews.com

Menyambut kelahiran sang buah hati pastilah menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu bagi pasangan suami istri. Berbagai hal telah disiapkan, dari pakaian hingga mainannya, termasuk nama si kecil. Pada dasarnya memilih nama tidaklah sulit, namun butuh pertimbangan yang matang karena nama adalah sesuatu yang akan sang anak bawa sebagai identitasnya dan bisa saja berpengaruh pada karakternya.

Nama yang diberikan haruslah berkesan dan memberi pengaruh positif bagi sang anak. Salah satu caranya adalah dengan memberikan nama islami. Meskipun nama islami sangat banyak, akan tetapi ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi karena makna yang terkandung di dalam nama tersebut dapat berarti baik ataupun buruk. Tentu saja Anda tidak ingin anak Anda memiliki nama dengan arti yang buruk, bukan?

Nama islami dalam bahasa Arab tidak bisa diberikan secara sembarangan, karena seperti bahasa-bahasa lain pada umumnya, di dalam bahasa Arab juga terdapat kata yang memiliki arti negatif. Jadi, nama islami itu tidak sama dengan nama yang ke-Arab-araban.

Agar tidak terjadi kesalahan, sebaiknya Anda memahami panduan memberi nama anak secara islami berikut ini.

Cari Arti Nama yang Dipilih dan Pahami Maknanya

Selanjutnya adalah mencari tahu arti nama tersebut dan maknanya. Jangan sampai nama anak Anda memiliki arti yang buruk, Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Rasulullah berkata: sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan namamu dan nama ayahmu. Maka baguskanlah nama kalian.”

(hadis riwayat imam Abi Daud dari Abi Dardaara).

Berikanlah nama yang merujuk pada keunggulan karakter dan kebaikan. Dianjurkan memberi nama dengan nama Nabi dan Rasul Allah, nama sahabat Rasul, atau nama para Imam Perawi Hadis. dengan harapan sifat anak akan seperti mereka yang berakhlak mulia. Sesuai sabda Rasulullah Saw.:

Berilah nama anak-anak kalian dengan nama para nabi dan nama yang paling disukai Allah adalah nama Abdullah dan Abdurrahman. Nama-nama yang paling benar adalah nama Harits dan Hammam, sedangkan yang paling jelek adalah Harb (perang) dan Murrag (pahit).

(Abu Dawud dan Nasa’i dari hadis Abu Wahab Al-Jasyimi)

Ingatlah Bahwa Nama adalah Doa

Banyak yang mengatakan nama adalah doa. Memberikan nama yang terkandung doa di dalamnya memang sudah biasa dilakukan. Sebagai orang tua, pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Maka, berikanlah nama yang akan memberikan manfaat dan kebaikan bagi si anak. Anda dapat memberikan nama yang memiliki arti kesuksesan, kesalehan, kebahagiaan, kebijaksanaan, dan lain sebagainya, dengan harapan nama itu akan menjadi karakter mereka.

Nama yang diberikan dapat berpengaruh juga terhadap kondisi psikis sang anak. Dalam sebuah riwayat diceritakan:

Ia berkata bahwa saya mendatangi Nabi Saw. Nabi bertanya Siapa namamu? Ia menjawab ‘Saya Hazan (kesedihan).’” Kemudian Rasul menggantinya dengan ucapan Kamu adalah Sahal (kemudahan). Hazan menjawab ‘Aku tidak akan mengganti nama yang telah diberikan ayahku. Ibnu Musayyab berkata, Tidak akan berhenti kesedihan kepada kami setelahnya.’”

(Shahih Bukhari dan Sa’iid bin al-Musayyab dari ayah dan kakeknya).

Hindari Nama Asmaul Husna

Dalam agama Islam diperintahkan untuk menjauhi nama yang menjadi sifat khusus Allah Swt., misalnya memberikan nama Khaliq (Sang Pencipta), Ahad (Yang Esa), Raziq (Yang Pemberi Rizki), dan nama Allah lainnya. Seperti hadis berikut ini:

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw. permah bersabda: Orang yang paling dibenci oleh Allah dan yang paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang diberi nama Malikal Amlak (Raja Diraja) karena tidak ada raja selain Allah.’

(Diriwayatkan oleh Muslim di dalam sahihnya).

Hindari Nama yang Merujuk pada Selain Allah

Jangan menggunakan nama yang mengindikasikan bahwa anak Anda menghamba kepada selain Allah Swt., seperti Abdul Nar (hamba api), Abdul Qamar (hamba bulan), atau Abdul Uzza (hamba matahari). Hindari juga pada nama berhala yang disembah orang-orang Jahiliyah.

Diriwayatkan dari Hani bin Zaid bahwa ketika ia datang menghadap Nabi sebagai utusan beserta kaumnya, beliau mendengar mereka memanggil salah seorang dari mereka dengan Abdul Hajar. Lantas Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepadanya, ‘Siapa namamu? la menjawab, Abdul Hajar. Beliau bersabda, ‘Tidak, kamu adalah Abdullah (hamba Allah) bukan Abdul Hajar (hamba batu)!’”

Itulah panduan memberi nama anak secara islami, semoga bermanfaat dalam memberikan nama yang baik bagi anak Anda.

Artikel Menarik Lainnya




comments