Aku tak seberani Bunda Khadijah…

Aku tak seistimewa Bunda Khadijah…

Akhlakku tak seindah akhlak Bunda Khadijah..

Banyak wanita yang telah siap untuk dilamar, sudah memiliki tambatan hati tetapi sayangnya laki-laki yang membuat hatinya tertarik malah tak sadar kalau dirinya sedang menjadi target seorang muslimah.

Memilih diam, menyimpannya menjadi cinta dalam diam, memilih untuk mencoba melupakan meskipun itu tak mudah. Ingin rasanya mengutarakan rasa itu dan meminta laki-laki nan shaleh itu menjadi suaminya, menjadi ayah bagi anak-anaknya. Namun apalah daya terkadang hatinya tak cukup kuat untuk melakukan. Aku bukan Khadijah ucapnya.

Hei..untuk bisa menawarkan diri kepada seorang laki-laki, meminta laki-laki tersebut menjadi istrimu tak mesti kamu menjadi Bunda Khadijah terlebih dahulu.Sebab itu jelas tidak mungkin. Cukuplah kisah bunda Khadijah yang menawarkan diri kepada Rasulullah Saw menjadi teladan bagimu kalau wanita sehebat bunda Khadijah pun pernah melakukan itu.

Menawarkan diri, meminta untuk dinikahi oleh seorang laki-laki bukanlah suatu aib. Bahkan ini menjadi suatu kehormatan tersendiri bagi wanita yang melakukannya. Jadi tak perlu bimbang dan ragu untuk melakukan. Lakukan saja, berikut beberapa catatan yang perlu diperhatikan saat wanita menawarkan diri pada seorang laki-laki.

1.  Menyadari jodoh adalah ketentuan dan ketetapan dari Allah Swt.

Yang pertama adalah sadari kalau jodoh adalah ketentuan dari Allah Swt. Allah yang maha tau dan maha menetapkan siapa jodoh kita, bagaimana pertemuan kita dengan jodoh dan kapan pernikahannya. Adapun proses yang kita lakukan hanyalah ikhtiar untuk menemukan jodoh terbaik dengan cara yang terbaik juga.

So, tidak perlu terlalu berharap pada laki-laki yang membuat hatimu tertarik, karena boleh jadi dia memang benar jodohmu dan boleh jadi juga dia bukan jodohmu. Jika ada pengharapan yang besar maka hati-hatilah karena terlalu berharap pada manusia bisa berakhir pada kekecewaan dan putus asa. Ikhlaskan semua pada Allah dan selalu berdo’a agar Allah pertemukan dengan jodoh terbaik menurut Allah bukan menurut kita.

2. Menemukan perantara dan meminta bantuannya sebagai penyampai pesan

Jika ingin menawarkan diri pada seorang laki-laki sangat dianjurkan melalui perantara, tidak menyampaikannya lansung. Mintalah bantuan pada sahabat dekat, yang bisa dipercaya. Tujuannya tentu agar menjaga hati masing-masing pihak. Sebelum meminta perantara untuk menyampaikan pastikan dulu pihak wanitanya sudah siap menikah dalam waktu yang dekat. Jika seandainya belum siap menikah dalam waktu dekat tentu lebih baik tak perlu disampaikan.

3. Bijaklah menyampaikan pada laki-laki

Jika perantara yang diminta untuk menyampaikan belum pernah atau belum berpengalaman dalam hal ini sampaikanlah padanya cara-cara menyampaikan pesan pada laki-laki tersebut.

  1. Pertama-tama minta perantara menanyakan pada pihak laki-laki apakah dia sudah siap untuk menikah di waktu dekat atau belum ? Ini perlu ditanyakan diawal untuk menghindari terjadinya ikatan-ikatan tanpa kejelasan antara laki-laki dan perempuan yang bersangkutan. Jangan sampai dia belum siap menikah tetapi sudah mengetahui ada wanita yang tertarik padanya.
  2. Jika pihak laki-laki menyatakan sudah siap menikah, barulah disampaikan padanya kalau ada seorang wanita yang menginginkan laki-laki tersebut menjadi suaminya. Sebagai tambahan informasi untuk bahan pertimbangan bagi pihak laki-laki boleh melampirkan biodata diri wanita.
  3. Jika pihak laki-laki merasa ada ketertarikan dengan wanita tersebut maka proses selanjutnya adalah melakukan ta’aruf.

Kurang lebih begitulah tahapan menawarkan diri pada laki-laki sebagai tambahan referensi silakan baca juga beberapa tulisan di bawah :

Kisah wanita yang melamar laki-laki duluan 

Panduan Lengkap Ta’aruf + Download Biodata Ta’aruf

Artikel Menarik Lainnya




comments