Pernikahan bukanlah sebuah jalinan ikatan singkat satu atau hari, tak sama seperti pacaran yang bisa putus nyambung lalu putus dan nyambung lagi sesuka hati. Pun, pernikahan adalah saat dimana tak ada lagi jarak antara suami dan istri, akan terlihat apa adanya dan siapa sebenarnya pasangan kita termasuk keburukan-keburukan kepribadiannya, tak sama seperti pacaran yang bisa saja ditutupi oleh topeng pencitraan sehingga yang terlihat adalah kebaikan-kebaikannya saja.

Memilih pasangan yang sempurna tentu sulit bahkan nyaris mustahil namun memilih pasangan terbaik dan penuh kehati-hatian adalah salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan agar tak muncul penyesalan di akhir nanti. Saling menerima dalam hubungan pernikahan memanglah sebuah keharusan namun bukan berarti mau menerima apa adanya termasuk menerima jika kepribadian dan akhlaknya sangat buruk dan jauh sekali dari ketaatan.

Pernikahan tak hanya tentang kehidupan di dunia saja akan tetapi juga menjadi suatu yang dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, dan pasangan adalah sahabat yang akan menemani kehidupan kita di dunia untuk mencapai syurganya termasuk juga untuk ke syurga bersamanya kelak. Tentu hal ini akan sulit terjadi jika pasangan malah menjauhkan kita dari aktivitas-aktivitas ketaatan menuju syurganya Allah SWT.

Berikut adalah 8 tipe laki-laki yang sebaiknya sangat dihindari oleh seorang muslimah untuk dijadikan suaminya.

1. Tidak ada ketaatan dan ketakwaan dalam dirinya

Hal utama yang perlu diperhatikan yaitu ketaatannya pada Allah SWT, bagaimana ibadahnya, bagaimana akhlaknya dan pergaulannya. Suami adalah pemimpin bagi istrinya, tentu akan menjadi suatu yang sulit jika pemimpinnya tidak memiliki ketaatan pada Allah SWT.

2. Laki-laki manja dengan orang tuanya

Pernah dengan cerita ada suami yang suka “ngambekan” ? Setiap ada masalah dengan istri lansung pergi kerumah orang tuanya ? Atau seorang laki-laki yang tak punya pendirian sehingga apa-apa harus melibatkan orang tuanya termasuk saat ada masalah dalam rumah tangga. Kejadian seperti ini sangat sering sekali terjadi, lagi-lagi dengan hal ini yang dizhalimi adalah wanita.

Suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga semestinya  mampu menjadi pengambil keputusan, pelindung, pengayom kepada anak dan istrinya. Sementara bagi seorang yang sudah terbiasa manja semenjak kecil oleh orang tuanya tentu akan sangat kesulitan dalam menjalankan perannya sebagai seorang suami. Banyak kasus suami-suami yang pada akhirnya pergi meninggalkan istrinya dan tidak kembali lagi jika ditelusuri mereka terlalu dimanjakan oleh orang tuanya semenjak ia kecil.

3. Laki – laki perokok

Rokok adalah racun paling ganas dan berbahaya bahkan disebut – sebut sebagai “silent killer” , tentu kita semua sudah mengetahui kandungan-kandungan racun di dalam rokok. Rokok tak hanya berbahaya bagi yang aktif merokok akan tetapi juga bagi orang-orang sekitarnya.

Tentu bisa dibayangkan betapa banyak racun yang akan dihirup secara sengaja oleh istri dan anak-anak dari laki-laki perokok. Selain itu rokok juga tindakan mubazir penuh mudharat dengan membeli racun, bisa dibayangkan berapa banyak rupiah yang akan dibakar oleh perokok aktif.

4. Laki-laki pembohong

Laki-laki pembohong, juga harus dihindari oleh setiap wanita yang akan menikah. Sangat perlu berhati-hati akan hal ini, berbohong adalah sebuah kebiasaan yang jika sudah menjadi sebuah kebiasaan dalam diri seseorang akan sangat sulit sekali untuk diubah kecuali dia benar-benar bertekad untuk mengubahnya.

5. Laki-laki yang hobi pacaran

Salah satu ciri laki-laki yang tidak bisa menghormati dan menghargai wanita adalah mereka yang mengajaknya pacaran. Sebab jika dia menghargai seorang wanita tentu tidak akan mengajaknya pacaran tapi akan berkomitmen dengan mengajaknya menikah. Terlebih lagi jika laki-laki tersebut adalah laki-laki playboy yang suka gonta – ganti pacar atau malah memacari banyak wanita dalam satu waktu.

6. Laki-laki egois dan tidak mau tau 

Keegoisan seorang laki-laki serta sikap tak mau tau sering menjadi pemicu pertikaian dalam rumah tangga. Banyak kasus terjadi laki-laki yang egois tidak memperdulikan istrinya  disaat sulit seperti waktu hamil, melahirkan, sakit dan waktu lain dimana istri sangat membutuhkan kepedulian dan perhatian dari suaminya. Laki-laki dengan tipe ini akan cuek bebek dan tidak terlalu memikirkan istrinya, dalam berbagai kasus hanya memberikan nafkah berupa materi saja kepada istrinya namun pada kasus lain tak sedikit juga yang tak memberikan nafkah kepada istrinya bahkan memerintahkan istrinya dalam mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari.

7. Memiliki kecanduan yang sangat kuat pada suatu hal

Beberapa waktu yang lalu kami pernah menemukan seorang istri yang mengeluhkan suaminya yang tak mengenal waktu dalam main Playstation (PS), suaminya maniak PS hingga bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk main PS, tidak hanya main PS saja namun juga disertai dengan perjudian. Selain game yang dapat membuat seseorang memiliki kegilaan yang sangat tinggi adalah olahraga seperti sepakbola, permainan kartu, memancing dan hobi-hobi lainnya, suami yang memiliki kesukaan pada satu hal tentu tak masalah akan tetapi harus diperhatikan juga jangan sampai kecanduannya terhadap suatu hal malah menjauhkannya dari Allah SWT, melalaikan dirinya dari tanggung jawab sebagai suami bahkan sampai menzhalimi.

8. Boros dan suka menghambur-hamburkan uang

Biasanya hal ini terjadi bagi laki-laki yang memiliki gaya hidup sangat tinggi atau sering diistilahkan hidupnya banyak gaya. Mereka biasanya memiliki standar tersendiri dalam setiap membeli barang atau makanan, orientasinya bukan lagi pada nilai atau manfaat dari suatu barang atau makanan yang dibelinya akan tetapi pada gengsi. Mereka biasanya sangat fanatik terhadap merk-merk tertentu yang dikenal mahal untuk pakaian, kendaraan , tempat tinggal dan termasuk dalam hal konsumsi.

Jika memang penghasilannya jauh diatas pengeluaran-pengeluaran untuk mendapatkan itu semua tentu tidak terlalu bermasalah, namun akan sangat berbahaya jika untuk memenuhi gengsinya laki-laki dengan tipe ini malah memenuhinya dengan cara berhutang, mengambil kredit yang sangat tinggi, membayar segala sesuatunya dengan kartu kredit.

Salah seorang guru bijak berpesan sebelum menikah bukalah matamu selebar-lebarnya yang maksudnya adalah lihat dan perhatikan dengan seksama, dan setelah menikah tutuplah matamu serapat-rapatnya yang maknanya adalah setelah terucap ijab kabul maka tak ada lagi waktu untuk menyesal tapi terimalah dengan lapang dada dan jiwa yang tenang. Jodoh memanglah takdir setelah terucap ijab kabul namun sebelum itu kita memiliki ruang ikhtiar untuk memilih dan memilah yang terbaik. Dan jangan lupa salah satu cara terbaik memilih jodoh terbaik adalah dengan memilih menjadi pribadi terbaik yang selalu memperbaiki dirinya [Uda Agus / Elmina]

Sumber foto  : akhlakislam.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments