“Bahagia, memang sudah menjadi harapan setiap pasangan yang sedang berjuang membangun rumah tangganya. Baik itu yang baru akan memulainya, yang sudah memulainya, atau yang sudah dalam perjalanan panjang namun tak kunjung bertemu dengan bahagia..”

Susahkah membangun rumah tangga bahagia?, ya jawabannya tentu susah-susah gampang. Susah ketika kita tidak tau caranya, tidak mau tau caranya atau tidak pernah mau mencari tau caranya. Gampang tentu bagi mereka yang mau dan rela berlelah payah, mencari tau bagaimana caranya membangun rumah tangga bahagia.

Jika, anda kebetulan (meskipun sebenarnya tidak ada yang kebetulan) membaca tulisan ini kami ucapkan selamat. Sebab disini kami akan mencoba membagikan beberapa kiat dalam membangun rumah tangga bahagia. Inilah 5 Kunci utama membangun rumah tangga bahagia.

1.Serasi dalam komunikasi 

Ya, kedengarannya mungkin sederhana. Komunikasi atau bicara dengan pasangan memang hal sederhana bahkan itulah mungkin aktivitas paling sederhana dalam rumah tangga, ya bicara. Akan tetapi terjadi banyak masalah-masalah besar dalam rumah tangga muncul dari hal paling sederhana ini. Apakah itu salah bicara baik waktu maupun dalam redaksi kata, apakah itu masalah intonasi dalam bicara, apakah itu ketepatan kata dalam bicara, apakah itu kesalahpahaman dalam memahami ucapan pasangan, bahkan kurangnya komunikasi dengan pasangan. Ternyata hal ini bisa menjadi problematika utama dalam rumah tangga.

Data responden sebagaimana dikutip dari buku wonderful family karya Pak cah menyatakan ternyata 36% mengakui bagian tersulit dalam rumah tangga adalah berbicara dengan pasangannya. Kunci utama agar serasi dalam komunikasi tentu sama-sama memahami dan saling mengerti akan perbedaan antara suami dan istri. Laki-laki dengan perempuan itu berbeda, berbeda pula cara berpikirnya, berbeda cara komunikasinya memahai suatu masalah dan berbeda juga sudut pandangnya dalam melihat sesuatu. Sebagaimana diungkapkan john gray dalam bukunya “Men from mars, women are from venus” . Dia mengibaratkan laki-laki berasal dari planet mars dan wanita berasal dari planet venus, mereka bertemu di planet berbeda yaitu bumi. Hal inilah yang membedakan banyak antara laki-laki dengan wanita termasuk cara komunikasinya. Jadi, belajarlah cara memahami komunikasi pasangan.

2. Kepercayaan pada pasangan

Salah seorang penulis novel populer dinegeri ini, tere liye namanya menulis di salah satu postingan di facebooknya “Kejujuran itu seperti cermin. Sekali dia retak, pecah, maka jangan harap dia akan pulih seperti sedia kala”. Dan salah satu kunci membangun kepercayaan dengan pasangan adalah saling jujur. Selalu jujur dan tunjukkan kejujuran pada pasangan maka insyaaAllah saling percaya akan terbangun dengan mudah.

Namun, ternyata ada juga orang apakah itu laki-laki atau perempuan susah sekali untuk mempercayai pasangannya, bahkan memiliki kecemasan yang terlalu tinggi terhadap pasangannya, mudah curiga dan berprasangka buruk pada pasangannya. Tentu hal ini juga sanga tidak baik. Tentu hal ini akan membuat pasangannya risih karena selalu diawasi dengan ketat dengan dalih tidak percaya atau sulit percaya. Maka sebagai kuncinya prasangka baik, saling mengingatkan, dan keterbukaan dengan pasangan adalah hal penting dalam membangun kepercayaan pada pasangan.

3. Merasa cukup dengan rezeki yang Allah beri

Uang, memang dialah bukanlah segala-galanya akan tetapi segala-galanya butuh uang. Ini masalah klasik dalam rumah tangga. Entah berapa banyak rumah tangga yang berakhir drastis dengan perceraian hanya disebabkan oleh masalah uang. Entah karena suaminya yang malas bekerja dan tidak mau tau soal kebutuhan keluarga atau malah disebabkan sang istri yang terlalu menuntut dan tidak pernah merasa cukup.

Ya, ibarat pepatah tua “Uang itu ibarat air laut, semakin diminum semakin membuat kita haus”. Ya, tidak akan pernah ada puasnya jika nafsu dituruti. Maka sebagai kuncinya adalah selalu bersyukur, saling menerima dan merasa cukup. Kita bisa melihat kesekeliling kita, ada keluarga yang hanya makan dua kali sehari itupun nasih putih dengan tempe kecap, tinggal digubuk jelek bahkan lantainyapun tanah namun keluarganya bahagia. Akan tetapi dikondisi yang lain ada juga yang sudah tinggal dirumah gedung, makanannya mewah, tempat tidur mewah, televisi punya, kendaraan lengkap namun keluarganya tetap saja resah, istri masih menuntut ini itu, masih saja merasa kurang masih saja merasa miskin.

Seperti apapun kondisi keluarga anda hari ini maka syukurilah, tetaplah tersenyum dalam menjalani hari-hari. Hindari mengeluh, sering-seringlah melihat mereka yang kurang beruntung dari kita. InsyaaAllah dari sana akan tumbuhlah rasa syukur kita.

4. Kesamaan standar nilai dalam keluarga

Seperti yang sering kami sampaikan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, pernikahan adalah menyatunya dua orang berbeda kelamin, berbeda latar belakang keluarga, berbeda cara berpikir dan juga memiliki nilai-nilai yang berbeda. Apakah itu nilai-nilai dalam hidup, dalam rumah tangga, dalam mendidik dan mengasuh anak, dalam pendidikan anak serta nilai-nilai lainnya. Contoh sederhana, tak sedikit keluarga yang berdebat panjang hanya gara-gara masalah anak mau sekolah dimana, si ayah mungkin ingin anaknya sekolah dipesantren sementara si ibu ingin anaknya sekolah di sekolah umum.

Kunci utama hal ini tentu ada pada visi-misi di awal pernikahan, apa visi-misi rumah tangga, jadikan ini sebagai standar nilai utama dalam setiap pengambilan keputusan dalam rumah tangga tersebut. Jika belum memiliki visi dan misi rumah tangga, maka tidak ada kata terlambat untuk mulai menyusunnya.

5. Cinta pada keluarga

Nah, yang kelima adalah cinta pada keluarga. Meskipun sudah menikah maka tetaplah berbakti dan membahagiakan keluarga. Baik itu keluarga suami maupun istri , InsyaaAllah keberkahannya akan membuat rumah tangga menjadi bahagia.

Ya, itulah 5 kunci utama dalam membangun rumah tangga bahagia, semoga bermanfaat untuk kita semua sebagai bekal membangun istana cinta kita masing-masing [Uda Agus/Elmina]

Sumber foto : hijapedia

Artikel Menarik Lainnya




comments