Menikah di saat masih kuliah, pernah kebayang atau mengimpikannya? Jika ditanya tentu akan banyak yang menjawab jujur ingin menikah di masa-masa masih kuliah bukan ?  Beberapa waktu yang lalu populer istilah KKN (Kuliah, Kerja dan Nikah) dikalangan anak-anak muda yang memilih menikah dimasa perkuliahan.

Menikah disaat kuliah memang terlihat begitu indah, bayangkan saja disaat yang lain kekampus sendirian kita diantar oleh pasangan yang sah atau disaat dikampus jalan berduaan dengan pacarnya (baca : maksiat) sementara kita jalan gandengan dengan pasangan halal kita, tidak hanya indah tentu juga bernilai ibadah. Tapi, realitanya tak sedikit juga yang merasakan kecewa atau menyesal disaat menikah waktu kuliah seperti studi yang berantakan, sering menyusahkan orang tua sebab belum bisa sepenuhnya mandiri, dan pada akhirnya rumah tangganya berantakan dan berujung pada perceraian meskipun yang seperti ini sangat kecil jumlahnya (sepanjang pengamatan penulis).

Nah, buat kamu yang mungkin pernah terpikirkan atau terbayang ingin menikah di saat kuliah, berikut akan kami bagikan 6 hal yang perlu diketahui tentang menikah disaat kuliah.

1. Meminta restu dari orang tua

Salah satu ujian menikah disaat kuliah adalah restu dari orang tua, sebab tak sedikit orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk menikah disaat kuliah. Biasanya alasan terbesar orang tua belum mengizinkan adalah melihat kondisi anaknya yang secara keuangan belum mandiri, keadaan mental yang masih “kekanak-kanakan” (baca:belum dewasa). Bukan karena tak suka, namun orang tua belum mengizinkan sebab sayang dan cintanya pada anaknya. Ia khawatir anaknya belum mampu sepenuhnya untuk menjalankan rumah tangga, dan kekhawatiran terbesar lainnya adalah orang tua khawatir kuliah anaknya putus ditengah jalan karena pernikahan.

Buat kamu yang ingin menikah disaat kuliah, jika memang memiliki tekad dan niat yang kuat maka perlihatkan bukti kepada orang tua kalau kamu sudah siap dan mampu untuk menikah. Mulai dengan mandiri secara keuangan, tidak bergantung lagi kepada orang tua, tunjukkan kedewasaan dalam bersikap, bangun komunikasi yang baik dengan orang tua hindari perdebatan dan serta jelaskan alasan logis yang masuk akal kenapa kamu ingin menikah disaat kuliah. Insya Allah orang tua pun akan memberi lampu hijau (baca:restu) untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

2. Berkomitmen menikah tidak akan menjadi penghalang studi

Untuk kamu yang kuliah dibiayai oleh orang tua, tentu orang tua memiliki harapan yang tinggi agar kamu lulus kuliah tepat waktu dan menjadi sarjana. Suatu kebanggaan bagi setiap orang tua jika anaknya selesai kuliahnya tepat waktu, mendapat nilai terbaik dan orang tua menyaksikan anaknya memakai toga kebanggaan di acara wisuda kelulusan.

Jangan sekali-kali buat pupus harapan orang tuamu, karena boleh jadi dengan selesainya perkuliaahanmu adalah sumber kebahagiaan tersendiri baginya. Jika memang ingin menikah disaat kuliah, berkomitmenlah untuk tetap menyelesaikan kuliah tepat pada waktunya dan juga dengan nilai terbaik tentunya.

3. Kreatif dan produktif maksimalkan semua potensi yang dimiliki

Dengan mengambil pilihan menikah disaat kuliah, maka kamu mengambil pilihan berbeda dibanding teman-temanmu yang lain. Beban pikiranmu tidak lagi hanya seputar materi perkuliahan dan spp namun juga memikirkan bagaimana memastikan rumah tangga tetap berjalan dengan harmonis dan asap dapur tetap “ngepul”, suami bisa menjalankan tugas dengan sebaiknya begitu juga istri mampu menjalankan tugas sebagai istri dengan maksimal tanpa harus mengganggu proses perkuliahan.

Karena pilihanmu berbeda dengan teman-temanmu yang lain maka setiap cara berpikir, cara bertindak dan menggunakan waktupun kamu harus berbeda dengan yang lainnya. Harus lebih produktif dalam menggunakan waktu dan memikirkan bagaimana setiap detik yang terlewatkan adalah sesuatu yang bernilai dan juga harus kreatif dalam memikirkan sumber-sumber keuangan keluarga, karena setelah menikah wanita tentu menjadi tanggung jawab suaminya meliputi tanggung jawab biaya hidup dan biaya kuliah tentunya.

Suami-istri yang memilih menikah saat kuliah, apalagi jika kedua-duanya sama-sama masih kuliah tentu mesti bahu-membahu, sama-sama berpikir kreatif, bekerja dan berjuang bersama untuk membangun rumah tangganya. Bagi sebagian orang tentu hal ini menjadi sebuah petualangan yang seru dan tak akan terlupakan.

4. Menyusun visi-misi pernikahan sejak awal

Visi-misi pernikahan, adalah hal penting yang mesti dibuat dan disusun. Dirancang dari awal rencana-rencana 3-5 tahun kedepan, khususnya rencana semasa perkuliahan. Seperti tempat tinggal, keuangan, penangan konflik, cita-cita dan impian kedepannya, program anak dan hal-hal penting lainnya.Insya Allah bila di rencanakan semenjak awal akan memudahkan kedepannya.

5. Jeli dan pintar melihat berbagai peluang hingga menjadikannya uang.

Menikah di usia muda akan dihadapi oleh sebuah dilema terutama masalah keuangan. Di satu sisi harus rajin kuliah, rajin belajar dan melakukan berbagai upaya agar mendapatkan nilai terbaik dalam perkuliahan. Dan, disisi lain juga memiliki tanggung jawab terhadap rumah tangganya seperti pemenuhan kebutuhan keuangan.

Nah, agar proses perkuliahan berjalan lancar dan juga tidak mengganggu masalah keuangan keluarga maka pasangan yang menikah mudah dituntut agar jeli dan pintar dalam melihat berbagai peluang yang mungkin bisa sebagai alternatif sumber keuangan bagi rumah tangga. Seperti peluang-peluang beasiswa baik yang berprestasi maupun yang tidak, jeli melihat berbagai pekerjaan yang tidak terlalu menguras waktu dan pikiran seperti menulis, mengajar privat, berjualan online dengan menjadi reseller atau sistem dropship dan lain sebagainya.

6. Jika mampu melewatinya, maka kamu HEBAT. 

Menikah saja tidak mudah, apalagi ditambah dengan menikah disaat kuliah. Jika kamu menikah disaat kuliah dan kamu berhasil melewatinya, pernikahan berjalan dengan romantis dan harmonis sementara perkuliahanpun berakhir dengan hasil yang memuaskan maka kamu adalah pribadi yang hebat. Dan, InsyaAllah itu akan menjadi bekal yang sangat penting bagi kamu untuk melewati tahap-tahap kehidupan selanjutnya.

Menikah disaat kuliah adalah sebuah proses untuk belajar terbaik bagi setiap anak muda. Mulai dari belajar melatih emosi, melatih kemampuan membagi fokus pikiran, melatih kreatifitas, melatih manajemen waktu dan banyak lagi yang lainnya.

Tak ada yang salah dengan menikah disaat kuliah, bahkan menurut kami itu adalah salah satu cara terbaik untuk menempa diri. Jika memang sudah siap secara mental, bekal keilmuan pernikahan dan juga mampu meyakinkan orang tua, maka tak perlu ragu menikahlah saat masih kuliah.[Uda Agus/Elmina]

Sumber foto : bloggermuslimah.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments