Bagi Anda, wanita—yang ingin cepat memiliki keturunan setelah menikah, sangat penting untuk mengetahui kapan masa subur Anda berlangsung. Masa subur merupakan saat ketika sel telur dalam kondisi paling siap untuk dibuahi oleh sperma. Memang, meski tak menjamin akan cepat mendapat keturunan, setidaknya dengan menghitung dan mengetahui masa subur; juga melakukan hubungan intim pada masa ini; peluang Anda untuk mendapatkan keturunan akan semakin besar.

Pada umumnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung masa subur. Adapun penjabaran di bawah ini adalah tiga cara menghitung masa subur wanita yang bisa Anda terapkan.

Metode Manual dengan Penghitungan Matematis

Metode Manual dengan Penghitungan Matematis

Metode Manual dengan Penghitungan Matematis / Elmina / www.blogoinformasi.com

Prof Paula Hillard, MD, ahli Obgin dan Ginekolog di Stanford University School of Medicine, Palo Alto, California, AS, mengungkapkan, akan lebih baik jika Anda lebih dulu mengetahui siklus haid Anda. Pasalnya, nantinya hal ini akan memudahkan Anda untuk menghitung masa subur.

Masa subur wanita setelah mengalami menstruasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu puncak masa subur dan masa subur biasa. Puncak masa subur sendiri biasanya terjadi 13 hari setelah seorang wanita mengalami menstruasi. Sementara itu, masa subur biasa terjadi sebelum atau setelah puncak masa subur terjadi. Sebagai contoh, jika Anda mengalami menstruasi pada tanggal 7, maka puncak masa subur terjadi pada tanggal 20 dan masa suburnya sendiri terjadi mulai dari tanggal 17 hingga 23.

Namun, Anda hanya dapat melakukan perhitungan tersebut, jika Anda mengalami siklus haid yang teratur. Jika tidak, maka perhitungannya berbeda dan agak sedikit rumit dari sebelumnya. Hal itu dikarenakan, Anda perlu mengingat siklus haid Anda setidaknya selama 6 bulan terakhir, agar Anda lebih mudah mengenal polanya.

Setelah mengenal siklus haid Anda, tentukan kapan siklus terpanjang dan terpendek Anda. Jika siklus terpanjang Anda adalah 36 hari, maka kurangi dengan 11 sehingga hasilnya adalah 25. Angka 25 tersebut merupakan hari subur terakhir. Sedangkan siklus terpendek Anda, misalkan adalah 27, maka kurangilah 18 sehingga hasilnya adalah 9, yang merupakan hari pertama masa subur Anda. Dengan begitu,maka diketahuilah masa subur Anda yang terjadi pada hari ke 8 sampai hari ke 25 setelah menstruasi.

Metode Manual tanpa Penghitungan Matematis

Metode Manual tanpa Penghitungan Matematis

Metode Manual tanpa Penghitungan Matematis / Elmina / www.blogoinformasi.com

Jika menurut Anda terlalu sulit menghitung masa subur secara matematis, maka Anda dapat menggunakan metode ini, yaitu dengan memeriksa sendiri lendir pada leher rahim dengan jari-jari Anda. Caranya cukup mudah, Anda cukup mengambil lendir dari leher rahim Anda. Rekatkan jari telunjuk dan ibu jari, lalu renggangkan lendir hingga 2-3 cm. Jika terputus maka Anda sedang tidak dalam masa subur. Sebaliknya, jika lendir tidak terputus, maka Anda sedang mengalami masa subur. Meskipun metode ini mudah untuk dilakukan, namuan tingkat keakuratannya terbilang cukup rendah karena hanya sekitar 60-70 % saja.

Metode dengan Bantuan Alat Tes Masa Subur

Metode dengan Bantuan Alat Tes Masa Subur

Metode dengan Bantuan Alat Tes Masa Subur / Elmina / www.prenagen.com

Selain menghitung secara manual dan matematis seperti di atas, Anda juga dapat menggunakan alat tes masa subur yang dapat Anda temukan di apotek-apotek terdekat. Cara kerja alat ini mirip dengan testpack karena menggunakan media air seni wanita. Tingkat keakuratannya pun cukup tinggi karena mencapai 90-95 %. Selain itu, yang menjadi kelebihan metode ini adalah penggunaannya yang juga terbilang cukup mudah, karena Anda hanya perlu mencelupkan detector alat pada gelas yang berisi air seni, kemudian tunggu hasilnya selama tiga hingga empat menit.

Penghitungan masa subur sangat penting untuk dilakukan demi menyukseskan program hamil Anda. Ada banyak cara menghitung masa subur dan Anda bisa memilih sendiri metode yang paling Anda sukai.

Artikel Menarik Lainnya




comments