Baper salah satu istilah yang cukup nge-trend saat ini di kalangan kawula muda. Baper adalah singkatan dari bawa perasaan. Sebuah sebutan yang diberikan kepada seseorang yang sangat sensitive, mudah tersinggung, gampang geer dan mudah menangis. Dan ternyata kaum hawalah yang lebih banyak mengalaminya dibandingkan kaum adam.

Salahkah baper ? Salah mungkin tidak, tapi keliru iya. Baper akan menjadi keliru saat seorang muslimah tidak menempatkannya dalam situasi dan kondisi yang tepat.

“Ciri – ciri baper itu gampang nangis” ujar salah seorang sahabat saat kami tanya seputar baper. Sahabat yang lain berpendapat orang baper itu sensi-an. Ya, bagaimanapun itu baper tentu tidak baik khususnya untuk kesehatan hati dan pikiran. Mudah baper mudah sedih, gampang baper pikiranpun gampang galau. So, jadi muslimah jangan mudah baper-an.

Belajar mengerti dan memahami

Baper seringkali muncul dalam sebuah hubungan, entah itu hubungan persahabatan, hubungan suami istri, hubungan kekeluargaan ataupun mungkin juga hubungan pacaran (kalau yang ini mah putusin aja solusinya). Pemicu baper biasanya salah mengerti dan keliru memahami dalam setiap interaksi.

Sahabat niatnya memuji malah kita memaknainya sebagai ledekan, pasangan memberikan nasihat kita mengartikannya sebagai menyalahkan, teman mengajak kearah yang lebih baik kita memahami sebagai sebuah ejekan atau beberapa hal serupa lainnya. Ya, ujung-ujungnya tersinggung, sakit hati dan kecewa. Kurang lebih seperti inilah terjadinya proses baper.

Sebagai solusinya adalah belajarlah untuk saling mengerti. Coba mengerti lawan interaksi kita, lihat sisi baik dari setiap ucapan dan tindakannya. Selanjutnya adalah belajar memahami sahabat atau pasangan kita, ingat setiap kita mempunyai latar belakang keluarga, pendidikan, dan budaya yang berbeda sehingga menyebabkan berbeda juga cara kita mengungkapkan sesuatu. Contohnya ada teman yang nada bicaranya kasar dan keras saat memberi nasihat yang ternyata hal itu muncul dari latar belakang keluarga dan budayanya.

Kunci utama untuk bisa mengerti dan memahami pasangan tentu adalah dengan mengenalnya dengan baik. Semakin detail kita mengenalnya maka akan semakin mudah kita paham dan mengerti setiap dari tindakannya.

Selalu berprasangka baik

Salah satu yang juga cukup mudah membuat seseorang baper-an adalah gampang curigaan dan selalu berprasangka buruk pada seseorang. Lebih mudah melihat celah keburukan meskipun itu sangat kecil dan tidak begitu jeli melihat suatu kebaikan. Sehingga dalam sebuah hubungan bawaannya curigaan terus, yang dipikirannya seseorang benci padanya, selalu beranggapan orang lain merendahkan dan meremehkannya serta berbagai hal sejenis lainnya.

So, mulailah berprasangka baik pada setiap orang dalam lingkaran interaksi kita. Jika merasakan ada sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran bicaralah dengan terbuka dan apa adanya. Berprasangka buruk ini termasuk salah satu penyakit hati, agama menyebutnya su’udzon. Keep positive thinking and positive feeling.

Perbanyak istigfar

Dan yang terakhir adalah perbanyak istigfar, sebab sebaik-baiknya obat penyakit hati tentu adalah istigfar. Mohon ampunan pada Alah SWT dan berdo’a agar dijauhkan dari sifat mudah baper.

Sumber foto : disisikas.blogspot.com

Artikel Menarik Lainnya




comments