Sedih, mungkin adalah salah satu rasa yang tak kita sukai dan mungkin hampir semua orang berharap agar terhindar dari yang namanya kesedihan apalagi sampai menangis. Tapi ada satu hal yang sering membuat kita lupa, ternyata kita butuh kesedihan. Ya, kita membutuhkan kesedihan. Kita akan mengenal bahagia dan merasakan betapa nikmatnya sebab kita tau sedih itu betapa menyakitkan dan tidak enak. Kita menikmati indahnya tertawa dan memaknai itu sebagai sebuah kegembiraan karena kita tau menangis itu terkadang menyakitkan dan itu pertanda seseorang bersedih hatinya. Tidak yang sia-sia, termasuk juga dengan kesedihan. Allah sengaja menciptakan satu hal untuk kita dapat mensyukuri hal lainnya, tentu juga agar kita bisa memilih, memilih untuk terus menerus dalam kesedihan atau malah bangkit dan mencoba untuk menikmatinya sehingga kesedihan tersebut berubah menjadi kebahagiaan.

Gampang baper-an

Baper, istilah ini cukup populer untuk saat ini akronim dari ‘bawa perasaan’ sebagai sebuah lelucon baru untuk menyebut teman, sahabat atau siapapun yang selalu bawa perasaan. Dan ternyata orang yang mudah bersedih adalah yang gampang bawa perasaan, apa-apa bawa perasaan. Ada orang disebelahnya bisik-bisik merasa tersinggung padahal yang dibisikan orang tersebut belum tentu dirinya, dibilang jelek marah karena dianggap penghinaan, dibilang cantik juga kesal karena menganggapnya sebagai ledekan, diajak kejalan kebaikan malah dibilang ngejek, dan berbagai hal lainnya yang akan selalu salah bagi mereka yang gampang baperan.

Orang yang gampang baperan biasanya suasana hatinya juga selalu berubah, bisa mendadak senang dalam seketika, bisa mendadak marah dalam seketika, bisa mendadak tertawa dalam seketika dan juga bisa mendadak menangis dalam seketika. Termasuk dalam kesedihan, orang yang baperan biasanya sangat mudah bersedih bahkan sering berlarut-larut. Biasanya ketika memiliki satu masalah maka ia akan mengaitkannya secara kreatif satu sama lain, makin dikaitkan dengan yang lain makin runyam masalahnya, makin bertambah kegelisahannya dan semakin meningkat juga kesedihannya.

So, agar kamu terhindar dari kesedihan yang berlarut-larut tanpa akhir yang jelas maka jauhilah baper.

Sulit untuk bersyukur dan mudah mengeluh

Biasanya kesedihan akan selalu bersama dengan orang yang sulit dalam bersyukur, yang ada dalam hatinya adalah keluh kesah, yang nampak dimatanya hanyalah kekurangan, ketidak adilan, kelebihan orang lain. Dan menyedihkannya lagi dia lupa melihat betapa besar nikmat-nikmat Allah yang sudah dinikmatinya. Orang yang sulit bersyukur dan mudah mengeluh hidupnya akan selalu dalam kunkungan kesedihan yang tak jelas kapan akhirnya.Tak ada solusi lain untuk mengobatinya kecuali bersyukur, cobalah sesekali lihat apa-apa yang telah kita dapatkan dan raih, dan sesekali lihat sekeliling kita banyak kehidupannya yang tak seberuntung kita, jadikanlah ini sebagai alasan bagi kita untuk bersyukur.

Kesedihan dan banyaknya waktu luang

“Jika waktu kita tak diisi oleh kebaikan-kebaikan, maka berhati-hatilah sebab waktu tersebut bisa saja diisi oleh keburukan-keburukan”

Islam mengajarkan pada kita untuk menjadi pribadi yang produktif, para nabi, para ulama-ulama terdahulu juga memberikan teladan bagaimana mengisi waktu dengan kesibukan-kesibukan yang penuh manfaat. Karena jika kita tak mengisinya dengan kebaikan dan kebermanfaatan maka waktu luang tersebut akan terisi oleh keburukan. Misalnya karena kebanyakan waktu luang seseorang mengisinya dengan melamun, saat melamun ingat masa lalu, ingat mantan yang sudah nikah sama orang lain akhirnya nangis lagi sedih lagi,hehe. Atau saat melamun terbayang ketakutan-ketakutan akan masa depan nanti sehingga ujung-ujungnya membuat hati bersedih lagi. So, waktumu adalah mutiaramu dan jangan biarkan ia terbuang sia-sia begitu saja.

Janganlah bersedih maka kamu akan terlihat semakin cantik

Benarkah ada korelasi antara kecantikan dan perasaan sedih atau tidaknya seseorang ? Tentu ada, setidaknya wajah yang berbahagia penuh senyum terlihat lebih indah dan enak dipandang. Jika diibaratkan hati adalah software dan wajah adalah monitornya maka setiap aktivitas di hati akan muncul di wajah sebagai monitornya. Perasaan dalam hati seseorang baik itu perasaan senang, sedih, marah, cemburu akan terlihat dari raut wajahnya, tidak hanya itu perasaan itu juga akan tampak lewat tutur katanya, bahasa tubuh, tatapan mata dan juga caranya dalam bersikap serta mengambil keputusan. Kalau bahasa modernnya “Emotion create motion” (Emosi menciptakan gerakan ).

Bersedih boleh-boleh saja, tapi pastikan jangan berlarut-larut sebab kita hidup tidak hanya untuk diri kita sendiri kita hidup untuk orang-orang yang kita cintai sebutlah itu orang tua, kakak-adik, teman-teman, suami dan anak-anak bagi yang sudah menikah. Dan kesedihan yang kita rasakan juga akan mempengaruhi orang-orang sekitar kita. So, janganlah bersedih.

Sumber : artimimpi-az.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments