Pernikahan adalah sebuah kebahagiaan yang bertabur banyak keindahan. Setiap laki-laki merindunya, begitu juga dengan para wanita yang tak pernah henti untuk menanti. Pernikahan adalah sebuah proses meleburnya cinta dari dua insan manusia untuk melahirkan cinta yang lebih besar lagi, agama membahasakannya sebagai sakinah, mawaddah dan warahmah. Mungkin maknanya jauh lebih dalam dari hanya sekedar cinta dua insan manusia.

Menerima dengan bahagia

Meskipun pernikahan selalu diagung-agungkan sebagai sesuatu yang indah nan begitu sakral. Namun pada realitanya tak sedikit juga pernikahan dihujani oleh rintiknya derai air mata serta dibersamai oleh seraknya tangis penyesalan  tak terkira. Entah sebab menikah karena dipaksa, menikah karena tidak cinta, menikah karena belum waktunya, ataupun mungkin menyesal ternyata si dia tak sebaik dan seelok saat masih berpacaran dulu.

Saat ucapan sah diucapkan oleh saksi, sejak saat itulah kamu mesti menerima. Ya, menerima dengan bahagia pernikahan itu. Suka atau tidak, selama belum ada alasan syar’i yang membolehkan untuk menggugat atau menceraikan. Sebab setelah terucap kata sah bukan lagi waktunya untuk berpikir apakah dia jodoh terbaik, bukan lagi saatnya untuk menimbang apakah dia cocok untukku atau tidak.

Indahnya hidup kita karena beragamnya ujian, saat-saat ditempa oleh ujian kita ingat Allah meminta dan memohon pertolongan darinya, begitu selamat dari ujian kita bersujud dan bersyukur pada Allah SWT. Begitu juga dengan kehidupan pernikahan, selayaknya dia juga ujian bagi kita. Ada yang Allah uji dengan cepat menikah, ada yang mendapat ujian dengan lamanya bertemu jodoh, ada yang Allah uji dengan belum memiliki keturunan dan tentu juga ada yang Allah uji dengan sulitnya menyatukan hati dalam ikatan suci pernikahan.

Jodohmu adalah pilihan Allah SWT

Entah berapa milyar lelaki jomblo di bumi ini, tapi kenapa dia yang Allah pilihkan untukmu, menjadi pendamping hidupmu ? Tentu ini adalah rencana Allah, tentu ini adalah skenario dari Allah. Ada maksud, ada hikmah, ada pembelajaran, ada kesyukuran, ada kebahagiaan dibalik pertemuanmu dan dia. Bukankah selama ini kita selau meyakini setiap yang Allah berikan itulah yang terbaik untuk kita ?

Allah pilihkan satu laki-laki untukmu, menjadi pendamping hidupmu. Setidaknya itulah laki-laki yang pantas menurut Allah SWT untukmu, setidaknya itulah calon ayah terbaik bagi anak-anakmu menurut Allah SWT. So, syukurilah dan berbahagialah.

Kini, Lelaki itu menjadi ayah dari anak-anakku

Kini, lelaki itu menjadi ayah dari anak-anakku. Saat dia sudah menjadi suami maka semenjak itulah dia menjadi imammu, Allah telah bentangkan begitu luasnya lautan kehidupan untuk diarungi bersama, Allah telah siapkan biduk dengan nama rumah tangga untuk melewatinya. Tinggal menikmati perjalanannya, mungkin perjalanan yang akan dilewati tak selamanya mulus. Akan ada goncangan, akan ada hempasan ombak yang menggoyahkan bidukmu. Jika saat itu tiba berpeganganlah dengan erat, peluklah dia dengan kuat, dekap ia dan kuatkan jiwanya untuk bisa terus memandu perjalanan panjang ini tak hanya untuk di dunia namun hingga syurga. Karena kini, lelaki itu menjadi ayah dari anak-anakmu.

Artikel Menarik Lainnya




comments