Rumah adalah maskanah. Tempat tinggal. Tempat berdiam. Tempat di mana ada sakinah, ada ketenangan dan ketentraman di dalamnya. Rumah adalah tempat bertemunya kembali dua jiwa yang lelah dalam amanah mereka masing-masing. Rumah adalah tempat berlabuh bagi jiwa seorang suami dan ayah, tempat rehat sejenak bagi hati seorang ibu dan istri. Selebihnya, ini adalah pusat aktivitasnya. Begitulah tutur Ustadz Salim A. Fillah tentang rumah dalam karyanya Barakallahulaka Bahagianya Merayakan Cinta.

Mengetahui betapa berperannya rumah bagi kita, tentu kita juga perlu menyiapkan konsep dan menatanya sebaik, seindah seislami mungkin. Tak hanya memilih lokasi yang tepat namun juga membuat konsep yang benar dalam penataan di dalamnya.

Adapun beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam penataan konsep rumah keluarga sakinah adalah :

Ukuran rumah

Untuk ukuran rumah, Rasulullah Saw bersabda.

“Empat hal termasuk kebahagiaan adalah istri yang salehah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal merupakan penderitaan adalah tetangga yang jahat, istri yang jahat, kendaraan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit
(HR.Ahmad dan Ibnu Hibban)

Syaikh Yusuf al-Qaradhawi menafsirkan rumah yang luas di dalam hadis kebahagiaan sebagai Katsraatul Hujuraat, yakni rumah yang banyak kamarnya. Minimal dalam sebuah rumah tangga muslim tersedia kamar-kamar berikut :

  1. Kamar suami dan istri
  2. Kamar anak-anak laki-laki
  3. Kamar anak-anak perempuan
  4. Kamar pembantu laki-laki (jika ada)
  5. Kamar pembantu perempuan (jika ada)
  6. Kamar untuk kerabat laki-laki berkunjung
  7. Kamar untuk kerabat perempuan yang berkunjung
  8. Dapur
  9. Perpustakaan

Rumah yang menjaga aurat

Konsep rumah keluarga sakinah yang kedua adalah menjaga aurat-aurat penghuninya. Tata ruang harus memiliki batas saat ada tamu, sehingga menjaga pandangan tamu terhadap istri dan anak-anak kita serta juga memberikan ruang privasi bagi tuan rumah saat ada yang berkunjung.

Dekorasi dan Perlengkapan yang mendatangkan keridhaan Allah Swt

Ada beberapa hal perlu kita perhatikan agar kebarakahan selalu tercurah di rumah kita. Ada beberapa hal yang perlu dan dihindari.

  1. Bahan-bahan terlarang
    Hudzaifah bin al-Yaman berkata, “Rasulullah melarang kami makan dan minum dalam bejana emas dan perak, melarang kami mengenakan sutera tipis dan sutera tebal, dan melarang kami duduk di atasnya. Beliau Saw bersabda, “Semua itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat.” (HR.Bukhari)
    Setelah mengetahui hal ini alangkah baiknya kita segera menyingkirkan jika ada barang-barang terlarang ini mengisi perabot serta alat kelengkapan rumah tangga.
  2. Menghindari rumah dari patung dan sejenisnya
    Rasulullah Saw bersabda
    “Sesungguhnya malaikat rahmat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung” (HR.Bukhari)
    Rasulullah telah mewasiatkan pada kita kalau benda-benda seperti patung ini akan menjadi pemutus masuknya keberkahan ke dalam rumah kita.Untuk itu sudah seharusnya kita menghindari adanya barang-barang ini di dalam rumah kita, jika sudah terlanjur ada maka segeralah untuk menyingkirkannya.
  3. Ruhksah boneka untuk permainan
    Pada suatu hari Rasulullah Saw bertanya kepada Aisyah, “Apa ini?” Dia menjawab, “Anak-anak perempuanku..!” Beliau bertanya lagi, “Kalau yang di tengah itu apa?” Aisyah menjawab “Kuda” Rasulullah bertanya lagi, “Yang diatasnya itu apa?” Aisyah menjawab, “Itu dua sayapnya” Beliau bertanya, “Kuda kok mempunyai sayap?” Dia menjawab, “Belumkah engkau mendengar bahwa sulaiman bin Dawud As mempunyai kuda yang memiliki beberapa sayap?” Kemudian Rasulullah Saw tertawa hingga tampak gigi serinya.(HR Abu Dawud)
    Dalam kisah lain Aisyah menuturkan
    “Aku biasa bermain dengan boneka di sisi Rasulullah Saw. Teman-temanku datang kepadaku dan ikut bermain bersamaku, lalu mereka menyembunyikan boneka itu karena takut kepada beliau Saw. Tetapi ternyata Rasulullah suka dengan kedatangan mereka itu dan lalu mereka pun terus bermain-main bersamaku.” (HR.Bukhari)
    Menilik dari beberapa hadits diatas, maka boneka dibolehkan ada dalam rumah untuk teman bermain bagi anak-anak kita. Inilah indahnya Islam, agama yang begitu pengertian terhadap anak-anak yang penuh imajinasi.
  4. Hindari memelihara anjing tanpa keperluan
    “Barangsiapa memelihara anjing kecuali untuk berburu, menjaga tanaman, atau menjaga ternak, maka pahalanya berkurang satu qirath setiap hari” (HR.Bukhari)
    Dalam hadits lain dari Abu Thalhah al-Anshari, bahwasanya Rasulullah bersabda,
    “Sesungguhnya malaikat rahmat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung.” (HR.Muslim)

Media di rumah kita

Berbagai macam media baik cetak maupun elektronik masuk rumah kita, tentu ini sebagai pertanda kehidupan modern. Namun secara tak lansung hal ini malah banyak merugikan kita dan anak-anak kita. Tayangan-tayangan tak berkualitas, yang hanya menuhankan cinta, mengumbar aurat dan aib, berita-berita yang sulit untuk diterima kebenarannya menjadi santapan kita sehari-hari. Jika kita membiarkan hal ini masuk begitu saja ke rumah kita maka secara tak lansung kita telah meracuni hati dan pikiran anak-anak kita.

Untuk itu sebagai keluarga muslim kita menyiapkan benteng pertahanan bagi anak – anak kita. Memilihkan tontonan yang berkualitas untuk mereka, akan tetapi jika kesulitan mungkin tak memiliki televisi jauh lebih baik.

Selain itu kita juga harus berhati-hati dengan smartphone, tak jarang benda ini melalaikan kita, keluarga kita dan anak-anak kita. Bahkan tak jarang juga malah menanggu kualitas hubungan dalam rumah tangga.

Kemajuan teknologi yang sehat semestinya juga ikut memajuka kualitas diri kita, kualitas hubungan kita dan kualitas ibadah kita. Jika malah menggangu maka lebih baik dihindari atau setidaknya dikurangi pengggunaannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Siapa saja yang tinggal di rumah kita

Mazhab Imam Abu Hanifah memberikan penekanan yang tinggi terhadap keterjagaan privasi seorang istri. Para ulama hanafiyah menyatakan bahwa seorang suami harus menyediakan suatu tempat tinggal terpisah bagi istrinya, dan tidak ada satu orangpun anggota keluarganya yang tinggal disitu, kecuali yang dikehendaki oleh istrinya. Maka keputusan tentang siapa yang akan tinggal bersama ada di tangan istri. Meski begitu, Rasulullah telah sangat keras mengingatkan tentang keberadaan pihak yang bisa menimbulkan fitnah.

Rasulullah Saw bersabda :
“Hindarilah oleh kalian masuk ke tempat wanita!” Seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan ipar ?” Rasulullah Saw menjawab, “Ipar adalah kematian!!!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tentu adanya perintah semacam ini untuk menjaga keluarga dari fitnah-fitnah dan dari berbagai macam godaan syahwat. Sebab memang tak jarang terjadi perzinaan antar ipar dan berbagai keburukan lainnya.

Akhlak kepada pembantu

Anas bin Malik bekerja di rumah Rasulullah sebagai pembantu. Mari kita simak kesaksiannya.

“Aku telah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun. Selama itu pula, beliau tidak pernah mengucapkan kata-kata sindirian maupun teguran, dan tidak pernah mengatakan terhadap apa yang kuperbuat dengan bersabda, “Mengapa kaulakukan itu?” dan juga tidak pernah beliau mengatakan, “Mengapa tak kaulakukan itu?” atas apa-apa yang tidak aku kerjakan.”
(HR.Bukhari Muslim)

Seperti itulah indahnya akhlak Rasulullah Saw kepada pembantunya, disini tentu kita bisa petik hikmahnya agar menghormati dan menghargai orang yang bekerja di rumah kita sebagai pembantu.

Pembantu, dipekerjakan di rumah kita untuk membantu pekerjaan rumah tangga bukan berarti menggantikan tugas seorang wanita dalam rumah tangga. Maka sungguh tak tepat rasanya saat seorang ibu menyerahkan semua tugasnya pada pembantu seperti memasakkan makanan untuk anak dan suami, merawat anak bahkan hingga mendidik anak.

Untuk memilih pembantu pun perlu pertimbangan, jika yang dibutuhkan adalah untuk membantu tugas istri di rumah maka pilihlah pembantu yang perempuan. Saat memilih pembantu yang perempuan pun mesti diperhatikan ketaatan ibadahnya, akhlaknya, kejujurannya, tutur katanya dan memastikan juga pembantu menutup pintu fitnah terkait syahwat dengan suami.

Itulah beberapa hal tentang konsep rumah tangga sakinah, semoga kita bisa mengamalkannya, dan benar-benar merasakan sakinah (ketenangan) dalam rumah kita serta hidup bahagia bersama pasangan kita.

Baca juga beberapa tulisan terkait berikut :

1. Mendahulukan Memilih Tetangga Sebelum memilih tempat tinggal

2. Memilih tempat tinggal setelah menikah 

3. 7 Tips Memilih tempat tinggal pertama setelah pernikahan 

Sumber referensi :

Buku Barakallahu laka bahagianya merayakan cinta karya Ustadz Salim A.Fillah

Artikel Menarik Lainnya




comments