Banyak ahli perkembangan anak mengatakan bahwa usia balita atau 0-5 tahun adalah masa-masa emas dalam tumbuh kembang mereka. Senada dengan itu, ulama-ulama muslim menurut Ustadz Herfi Ghulam Faizi, mengatakan bahwa usia ini adalah usia fitrah, dimana orangtuanyalah yang membentuk karakter baik anak untuk ditumbuhsuburkan.

Apapun yang kita tanam di usia dini ini, akan tertancap dan menjadi pondasi bagi perkembangan anak di usia berikutnya. Lalu apa saja fokus utama yang perlu dididikkan pada anak usia 0-3 tahun tersebut?

Ustadz Herfi, seorang ahli parenting Islam dalam sebuah kajiannya mengenai pembuatan kurikulum anak usia dini  khususnya usia 0-3 tahun, mengatakan bahwa setidaknya ada 2 hal yang menjadi fokus kita, yakni Makanan dan Perhatian. Bagaimana detilnya? Mari kita simak.

  1. MAKANAN

Di usia bayi, anak terlahir tanpa bekal apapun dan Allah memberikan makanannya melalui air susu ibu (ASI). Adalah hikmah yang besar di masa nifas 40 hari, Allah tidak membebani ibu dengan kewajiban sholat dan ibadah lainnya. Hal ini disebabkan agar ibu dapat konsentrasi dan leluasa menyusui bayinya. Masa menyusui adalah pemberian makanan sekaligus pembentukan ikatan batin yang sangat penting sebagai bekal di masa berikutnya. Anak-anak yang disusui secara langsung mendapatkan sentuhan, kasih sayang dan perhatian yang baik, sehingga terbentuklah rasa percaya kepada sang ibu. Rasa percaya inilah yang kemudian menjadi sebagai bekal sang bayi untuk menghadapi dunia luar. Di masa menyusui ini juga, ketenangan dan keyakinan ibu tertransfer untuk pembentukan psikologis anak.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS Luqman [31]: 14).

Setelah menyusui selama 30 bulan atau sempurna selama 2 tahun, tibalah masa penyapihan dimana anak harus berhenti menyusu. Masa-masa ini adalah fase yang kritis, karena kepercayaan yang telah dibangun antara anak dengan ibu dapat rusak apabila masa penyapihan tidak terlewati dengan baik. Maka proses menyapih harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa mendadak. Dan agar anak tidak terpukul dan terkejut dengan perubahan yang tiba-tiba, ibu yang menyapih anaknya harus tetap memberi pelukan, sentuhan dan belaian sayang seperti saat menyusui dulu.

  1. PERHATIAN

Poin kedua yang penting diberikan di usia 0-3 tahun adalah perhatian dan kasih sayang. Anak di usia ini belum mengerti nilai sebuah mainan mahal, baju baru, makanan enak dan sebagainya. Yang mereka sukai adalah jika Ayah dan Ibu ada di samping mereka untuk menemani. Maka kebersamaan orangtua dengan anak di usia ini sangatlah penting, untuk memenuhi kebutuhan mereka akan perhatian dan cinta kasih.

Sebuah penelitian di Australia yang berlangsung selama 20 tahun menyebutkan bahwa peran Ayah yang optimal dalam pengasuhan anak-anak berperan penting dalam tumbuh kembang anak. penelitian oleh Prof. Dr. Bruce Robinson, PhD ini menunjukkan kasih sayang seorang ayah berperan sangat penting dalam memengaruhi perkembangan mental dan stabilitas emosi anak. Berdasarkan hasil penelitian dan intervensi selama 20 tahun itulah terlihat bahwa segala kerusakan itu bisa dicegah dengan melakukan peningkatan kualitas kasih sayang seorang ayah di dalam keluarga, yang mampu menjadi teladan bagi seorang anak.

Perhatian untuk anak di usia ini bisa berwujud kebersamaan fisik, sentuhan hangat, pelukan dan ekspresi sayang. Psikolog Melly Puspita Sari, penulis buku ‘The Miracle of Hug’ menjelaskan, “pelukan antara orangtua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak, juga merangsang keluarnya hormon oksitosin yang mampu memberikan perasaan tenang pada anak serta mengurangi racun dari zat berbahaya di otak”. Penelitian di university of Itali menunjukkan data, bahwa anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.

Di usia yang sangat krusial ini, pendampingan dari orangtua menjadi sangat berarti untuk pembentukan kepercayaan diri anak, rasa percayanya pada lingkungan, serta penanaman nilai-nilai moral. Maka usahakanlah sesibuk apapun kita dengan berbagai aktivitas, seperti pekerjaan, urusan rumah tangga dan sebagainya, kita tetap meluangkan waktu untuk bermain atau beraktivitas bareng bersamanya. Dengan demikian anak akan tumbuh dengan optimal dan yang lebih penting lagi, memiliki kualitas hubungan yang baik dengan orangtuanya sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan yang lebih kompleks lagi di masa depannya.

 

 

REFERENSI :

http://bidanku.com/manfaat-pelukan-orangtua-bagi-perkembangan-psikologis-anak

http://www.kompasiana.com/atonimeto/manfaat-pelukan-bagi-anak_54f5e7cca333110e768b45cf

Artikel Menarik Lainnya




comments