Ayah mungkin dia tak seistimewa ibu yang Rasulullahpun sampai tiga kali menyebutkan namanya. Sementara ayah hanya disebutkan tiga kali dan itupun di akhir pula. Namun jika kita renungi lebih dalam dari pesan Rasulullah yang menyebutkan ibu sebanyak tiga kali di awal sementara ayah hanya satu kali di akhir boleh jadi makna tersiratnya adalah kias dari betapa lemahnya ibu sebagai seorang wanita sehingga ia harus lebih didahulukan dan diutamakan dan betapa besar tanggung jawab seorang laki-laki yang menjadi ayah saat dia menjadi pengayom dari belakang bagi istrinya didepan.

Ayah dan kehidupan kita

Mungkin ayah jarang bersama kita, sebab sibuknya dia bekerja diluar atau mungkin juga ayah kita malah pergi begitu saja meninggalkan kita tanpa kabar berita. Dan, disaat yang sama kita merasa tak suka bahkan sampai membenci ayah kita. Kita tak suka dengan ayah yang terlalu sibuk sehingga tak ada waktu untuk bersama dengan kita, kita tak suka ayah yang cuek sehingga kita jarang mendapat cinta dan kasihnya, kita tak suka dengan pilihan ayah yang pergi begitu saja meninggalkan kita tanpa kabar berita. Tapi yakinlah wahai sahabatku semua, seperti apapun sikap ayah kita ada peran besarnya dalam kehidupan kita.

Yang pertama adalah ayah telah memilihkan ibu terbaik untuk kita, ibu yang rela mengandung kita dengan susah payah, ibu yang dengan ikhlas melahirkan kita meskipun nyawa menjadi taruhannya, ibu yang rela menyusui kita sedari lahir, ibu yang sudi merawat dan membesarkan kita dan ibu yang dengan sabar menghadapi berbagai macam tingkah polah laku kita yang terkadang menjengkelkan. Siapa yang memilih ibu yang begitu hebat seperti ini ? Tentu ayah. Coba lihat diluar sana entah berapa banyak wanita yang enggan untuk memiliki anak, enggan untuk membesarkan anaknya sehingga membuat anaknya terlunta-lunta begitu saja.

Ayah dan cinta dalam diamnya

Sedari kecil mungkin kita lebih sering berinteraksi dengan ibu kita, kita lebih sering bercengkrama dengan ibu kita, kita lebih sering bermain dengan ibu kita. Mungkin tersebab ayah kita yang terlalu sibuk bekerja diluar, namun pahamilah wahai sahabat mungkin ayah jarang membersamai kita tapi yakinlah cinta dan doanya selalu bersama kita. Karena pengorbannyalah sehingga ibu bisa selalu bersama dengan kita, dialah yang mengarahkan ibu agar fokus menjadi guru bagi kita anak-anaknya, itulah tanda cinta dari ayah pada kita.

Maafkan ayah, aku pernah membuatmu sedih

Untukmu sahabat yang mungkin Allah anugeragi ayah hebat yang selalu membersamai sedari kecil, atau mungkin yang Allah takdirkan memiliki ayah bekerja jauh diluar kota atau luar negeri sehingga memiliki keterbatasan waktu untuk bersua, atau mungkin juga yang Allah uji dengan mengirim ayah yang meninggalkannya semenjak kecil atau mungkin yang ayahnya telah Allah panggil ke rahmatullah. Yakinlah semua ayah hebat, dan semua ayah menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Dan, jika kita pernah membuat ayah kita bersedih, kecewa atau malah tersinggung hatinya. Mungkin karena kita yang abai akan nasihatnya, mungkin karena kita belum mampu memberikan yang terbaik yang sesuai dengan harapannya atau mungkin juga karena kasarnya kata-kata kita telah melukai hatinya sehingga membuat ia menangis sedih dalam diam sebab oleh ulah kita. Maka marilah minta maaf padanya dan katakan “Maaf ayah, aku pernah membuatmu sedih”.

Ayah kita hebat sebab dia telah memilih ibu yang hebat untuk kita, jika memang ada hal yang kita tak suka dari ayah kita maka terimalah dengan ikhlas dan lapang dada serta selalu berusaha untuk memberikan cinta terbaik pada ayah kita.

Sumber foto : penulispro.com

 

 

Artikel Menarik Lainnya




comments