Adakah disini yang pernah gagal nikah? Gimana rasanya, desperado? Sakit hati? Gak bisa maafin? Males mau proses menuju nikah lagi? Gak percaya lagi sama makhluk bernama pria? Hehehe…

Apapun yang kamu rasakan, pasti tak menyenangkan di hati ya. Rasanya empett bangettt, kalo orang betawi bilang. Trus, trus.. apa dong yang harus kita lakukan? Gimana biar bisa ngelupain? Gimana biar gak keingetan mulu sama si dia? Gimana biar bisa move on?

Ah, ngomong mah gampang. Gak tau sih rasanya dikhianatin, di-PHP-in, ditinggal begitu aja, di…

Hey hey hey.. kalau kita fokus sama perasaan negatif terus, kapan bahagianya atuh. Yuk ah, simak  gimana  tips menghadapi kejadian ini.

  1. Terimalah Perasaanmu

Menerima perasaan adalah langkah awal bagi kita untuk pulih. Kekecewaan, sakit hati dan segala perasaaan tak enak lain yang kita alami, tak perlu kita negasikan. Terima saja. Katakanlah pada Allah Yang Maha Menggenggam Hati kita, “Yaa Allah, aku terima rasa sakit ini. Sungguh Engkau Maha Tahu segala yang terjadi.”

Setelah mengatakannya berulang-ulang, coba deh rasakan sensasinya.

  1. Berdialoglah dengan Allah

Setelah menerima perasaan tersebut, berdialoglah dengan Allah. Ungkapkan semua hal padanya. Yakini bahwa segala sesuatu yang sudah terjadi adalah karena Ia kehendaki. Bukankah sehelai daun gugur juga dengan sepengetahuan-Nya? Apalagi peristiwa menyakitkan yang kita alami barusan.

Lalu, jika semua terjadi atas kehendak-Nya, bukankah semua kehendak-Nya selalu baik? Maka, yakinilah bahwa kepahitan yang terjadi pun, pasti ada kebaikan di baliknya. Yakini bahwa Allah adalah Rabb Yang Maha  Baik dan selalu menghendaki kebaikan bagi hamba-hamba-Nya. Ingat-ingat lagi firman-Nya dalam Al Quran surat Al Baqarah 216 :

boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Bisa jadi kita mengira dia adalah yang terbaik buat kita, yang paling pas dan paling mengerti kita. Tapi di mata Allah, bisa jadi dia buruk bagi kita dan akan menyebabkan mudharat di kemudian hari. Who knows?

  1. Buka Al Qur’an, Surat Cinta dari-Nya

Al Qur’an adalah obat, pelipur hati yang lara, jiwa yang sakit, dan petunjuk atas berbagai urusan di dunia ini. Maka bukalah Al Qur’an dan bacalah ayat-ayatnya, renungkan artinya, insya Allah dada kita akan menjadi tenang dan lapang setelahnya.

  1. Kalau Jodoh Takkan Kemana

Siapakah yang mengatur jodoh kita? Tentu saja, Allah-lah Yang Maha Mengatur Segalanya. Jodoh, rizki dan maut adalah 3 hal yang telah Ia tetapkan sejak kita masih berada di alam ruh. Jika kita berjodoh dengan si dia, yakin saja, insya Allah akan dipertemukan kembali. Tapi jika tak jodoh, mau berusaha sekeras apapun, pasti tidak akan bersatu di pelaminan. Santai saja, serahkan segalanya pada Allah, percayakan pada Dia Yang Maha Mengetahui.

  1. Sibukkan Diri

Salah satu cara ampuh untuk membuat diri kita terbebas dari cengkeraman masalah yang menguras perasaan adalah dengan menyibukkan diri. Tetaplah berangkat kuliah seperti biasa, nongkrong di perpus, pergi bersama teman-teman, terus sibuk dengan kegiatan organisasi, masak-masak, atau aktivitas apapun yang kamu suka. Pokoknya sibuk saja terus! Supaya perasaan negatif itu tidak betah berlama-lama hinggap di hati kamu.

  1. Cari Lagi Donk…

Kalau memang tidak jodoh, lalu mau bagaimana? Apa meraung-raung dan menangis berhari-hari, berminggu-minggu, akan membuat dia kembali? C’mon Dear… berpikirlah dengan logis. Kalau jodoh pasti akan datang lagi. Kalau tak jodoh ya sudah, lupakan. Memang bukan dia kok yang terbaik buat kamu. Cari saja lagi yang lain. Masih banyak orang lain yang lebih taqwa, lebih manis akhlaqnya, lebih sabar, lebih dewasa, lebih ganteng *lho :D*, daaaan lebih-lebih yang lainnya. Ayo Shalihat, Cuma karena kamu gagal nikah, dunia gak bakal kiamat!

  1. Kembalikan Semua Urusan pada Yang Memilikinya

Mengalami hal yang menyakitkan memang tak enak. Tapi bukan kita sesungguhnya yang paling berperan dalam hal ini. Dia-lah Allah, Sang Pemilik Segala Urusan, yang menjadi Sutradara, sementara kita hanyalah aktor dan aktris yang memainkan peran sesuka hati-Nya. Maka ucapkanlah kalimat istirja’ “Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun”, sesungguhnya kita semua milik Allah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Dan nyatakanlah pada Allah dengan sepenuh hati, “Wahai Allah, aku kembalikan urusan ini kepada-Mu Yang Maha Mengatur”. Ucapkan berulang-ulang hingga dada kita tenang. Beban berat yang tadinya menggelayut pun akan lepas dan terbang bebas. Terasa ringan karena kita telah bertawakkal pada Yang Takkan Mengecewakan.

***

Bagaimana, sudah siap berdamai dengan sakit hati yang dirasakan?

Allah Al Birr, Allah itu Mahabaik dan rencana-Nya selalu penuh kebaikan. Maka jika segala hal dimaksudkan untuk kebaikan kita, apa lagi yang perlu kita sedihkan?

Beranjaklah, bergeraklah, songsong hari-hari yang jauh lebih indah. Percayalah bahwa Allah akan berikan pengganti yang lebih baik dari apa yang kita perkirakan. Bersabar ya, kuatkan sabarmu, dan teruslah bersiap menyambut kejutan takdir yang berikutnya 😉

Artikel Menarik Lainnya




comments