Kecerdasan sosial penting untuk dibangun dan ditumbuhkan dalam diri anak. Sebab, kita sebagai makhluk sosial membutuhkan interaksi dengan orang lain. Kecerdasan emosional berhubungan erat dengan kecerdasan sosial. Sebab dalam setiap interaksi antar manusia akan membutuhkan kecerdasan emosional.

Mendidik anak agar memiliki kecerdasan sosial dan emosional memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah :

  1. Memudahkan anak bergaul dan membaur dalam berbagai kondisi lapisan sosial Saat telah beranjak dewasa nanti anak tentu akan bertemu dengan beragam jenis kalangan masyarakat dari berbagai tingkatan sosial.
  2. Menumbuhkan nilai kebaikan dalam diri anak Saat nilai kebaikan tumbuh dalam diri anak maka akan mudah baginya untuk bergaul. Mau mengerti dan memahami perbedaan, mampu menghargai, menghormati, tidak mudah marah, tidak dendam, tidak iri hati dan berbagai keburukan lainnya yang sering muncul dalam pergaulan.
  3. Membunuh rasa minder dalam diri anak Salah satu penghambat dalam pergaulan sosial adalah rasa minder, merasa rendah diri dan takut bergaul dengan orang lain. Dengan kecerdasan sosial anak tidak lagi takut untuk bergaul.

Untuk membangun kecerdasan emosional dan sosial dalam diri anak dibutuhkan pola asuh yang benar dari orang tuanya. Pola asuh yang salah dapat mengakibatkan anak kita memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang buruk. Misalnya anak akan menjadi pribadi yang pencemas, nakal, minder, mudah menyerah, selalu berprasangka buruk pada orang lain. Menjadi tugas orangtualah untuk memastikan agar anaknya cerdas secara emosional dan juga sosial.

Islam juga memberi tuntunan untuk diajarkan pada anak-anak kita agar memiliki kecerdasan sosial diantaranya adalah mengucapkan salam, mengunjungi orang sakit, menghadiri undangan dan lain sebagainya. Agar anak memiliki kecerdasan sosial dan emosional yang baik maka orang tua perlu mengikis emosi-emosi negative dalam diri anak dan berupaya menumbuhkan emosi positive.

Beberapa sikap negative yang bisa muncul dalam diri anak antara lain adalah :

  1. Sifat Iri Rasa iri bisa muncul dalam diri anak semenjak masih kecil. Ada yang iri kepada kakak atau adiknya sebab merasa tidak mendapatkan kasih sayang yang sama. Ada juga yang merasa iri kepada teman-temannya karena melihat temannya memiliki kehidupan yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan dirinya sendiri. Sikap iri ini jika dibiarkan akan sangat berbahaya sebagaimana pernah terjadi pada saudara-saudara Nabi Yusuf As. Sebab rasa irilah mereka akhirnya membuang Nabi Yusuf As ke sumur. Untuk mengikis perasaan iri, orang tua perlu membangun kesadaran dalam diri anak kalau dia menyayangi sama-sama menyayangi anaknya. Sementara agar tidak iri dengan yang lain seperti temannya orang tua bisa membangun dalam diri anak sikap mensyukuri apa yang Allah karuniakan terhadap kita.
  2. Rendah Diri Perasaan rendah diri muncul ketika menganggap diri lebih rendah dari yang lain. Perilaku ini menjadikan diri anak malu dan tidak mau bergaul dengan yang lain. Sebab merasa temannya lebih pintar, lebih kaya, lebih bagus mainannya, lebih bagus pakaiannya dan seterusnya. Untuk mengikis rasa rendah diri pada anak orang tua perlu menyadarkan kalau diri kita tidak ditentukan oleh hal-hal semua yang bersifat keduniaan. Tetapi diri kita ditentukan oleh ketaatan pada Allah Swt, akhlak kita dan juga kebermanfaatan diri. Anak juga perlu menyadari setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan antara yang satu dengan yang lainnya.
  3. Merasa diperlakukan tidak adil Emosi negative lainnya yang bisa muncul adalah saat anak merasa diperlakukan tidak adil. Perasaan semacam ini bisa menjadi lebih parah dan menjelma menjadi perasaan cemburu dan dengki terhadap kakak atau adik yang dirasanya mendapat perlakuan lebih. Hampir sama dengan perasaan iri tadi.
  4. Mudah putus asa Rasulullah Saw bersabda, “Jangan putus asa atas rezeki, selagi kepala kalian berdua masih bisa digerakkan.” (H.r Ath-Thabrani) . Sikap tidak mudah putus asa terkait pula dengan keimanan pada takdir Allah Swt.
  5. Tidak sabaran Sikap tidak sabar hampir dimiliki oleh semua anak, untuk itu kita orang tua perlu mendidik anak untuk belajar menahan dirinya. Dan salah satu aktivitas yang bisa melatih kesabaran anak adalah berpuasa.
  6. Mudah takut Anak yang terbiasa ditakuti-takuti sejak kecil akan tumbuh menjadi anak yang penakut. Sejatinya anak tidak mengenal takut, tapi orang tualah yang secara tidak lansung mengajarkan rasa takut pada anaknya.
  7. Sombong Sikap sombong adalah perilaku tercela yang ada dalam diri anak-anak. Ciri-ciri sikap sombong tampak ketika anak merasa dirinya paling baik dan menganggap remeh orang lain. Untuk mengikis sikap ini orang tua perlu mengajarkan anak tentang menghargai orang lain. Mensyukuri kebaikan yang Allah berikan pada kita dan tidak mencela keburukan atau kekurangan yang ada dalam diri orang lain.

Itulah beberapa sikap emosi negative yang sering hadir dalam diri anak-anak kita. Agar anak memiliki kecerdasan emosional dan sosial tentu kita sebagai orang tua perlu menanamkan sikap emosi positive dalam diri anak. Membentuk kepribadian baik dan emosi positive dalam diri anak tentu dimulai dari orang tuanya terlebih dahulu yang mesti memiliki emosi positve. Karena pada dasarnya emosi dalam diri anak tumbuh dan berkembang dari pewarisan emosi orang tuanya.

Sementara emosi positive yang perlu ditumbuhkan dalam diri anak semenjak kecil dan akan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional dan sosialnya adalah :

  1. Menumbuhkan ketekunan Ketekunan adalah salah kunci dari keberhasilan dalam hidup ini, apapun aktivitasnya membutuhkan ketekunan. Rasulullah Saw berhasil sebagai pedagang, berhasil dakwahnya karena ketekunan yang ada dalam dirinya. Untuk itu kita perlu menumbuhkan ketekunan dalam diri anak.
  2. Berlapang dada Dunia ini tidak sempurna, saat bertemu dengan manusia lain pun kita menjumpai pribadi yang tidak sempurna. Ketidaksempurnaan yang akan kita hadapi dalam hidup ini mungkin saja akan memuakkan, membuat bosan, marah dan menimbulkan berbagai emosi negative lainnya. Untuk itu kita perlu mengajarkan anak berlapang dada saat menghadapi kondisi hidup yang tidak sesuai antara harapan dengan realita yang ada.
  3. Melatih keberanian di depan umum Kunci sukses dalam lingkungan sosial tentu keberanian, berani mengemukakan pendapat, berani menawarkan gagasan serta berani mengingatkan saat terjadi kekeliruan. Untuk itu kita perlu memupuk sikap berani dalam diri anak-anak kita.
  4. Memberi kepercayaan Memberi kepercayaan merupakan hal penting bagi putri kita agar ia bisa sukses dalam bergaul dan diterima oleh lingkungan sosialnya. Rasa percaya diri merupakan modal sosial yang luar biasa bagi dirinya kelak saat sudah dewasa. Anak akan terbiasa dengan tanggung jawab dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan tersebut.
  5. Menumbuhkan sikap inisiatif Sikap emosi positive yang perlu ditumbuhkan dalam diri anak adalah inisiatif. Mengucapkan salam terlebih dahulu saat bertemu, menyapa terlebih dahulu, menawarkan bantuan terlebih dahulu adalah beberapa contoh sikap emosi positive yang perlu ditanamkan dalam diri anak.

Itulah beberapa sikap emosi positive yang perlu kita pupuk dan hadirkan dalam diri anak kita.

Artikel Menarik Lainnya




comments