Apa bayanganmu tentang suami idaman? Punya harta berlimpah? Sayang dan setia pada 1 istri? Mau membantu pekerjaan rumah? Sayang anak-anak? Apapun keinginanmu, semoga Allah mengabulkannya, ya. Namun jangan lupa, setiap harapan kita sebaiknya dibarengi dengan kepantasan kita untuk mendapatkannya 😉

Bicara tentang profil suami idaman memang seolah membicarakan manusia super yang tak bercacat-cela. Padahal segala bayangan ideal itu tentu saja tak pernah ada. Bahkan Rasulullah SAW sekalipun tetap dianggap tak ideal oleh istri-istrinya saat beliau tidak membagikan harta yang banyak  pada mereka. Well, manusia memang tak pernah puas dan selalu diperbudak oleh keinginan-keinginannya.

Tapi di tengah ketidakidealan itu, setidaknya ada  beberapa hal yang perlu kita highlight dari calon suami kita. Yuk simak beberapa di antaranya.

  1. Ia Menjaga Sholat 5 Waktunya

Telah kita ketahui bahwa sholat 5 waktu adalah kewajiban yang tak pernah boleh ditinggalkan oleh laki-laki dan perempuan beriman. Maka sudah selayaknya kriteria ini menjadi syarat mutlak yang harus ada pada calon suami kita. Beberapa muslimah bahkan memiliki standar yang lebih tinggi yakni sang ikhwan mestilah menjaga sholat waktunya di masjid, dikarenakan Rasulullah memerintahkan para laki-laki untuk sholat di masjid.  Beberapa muslimah lainnya juga menambahkan kriteria terkait ketekunan sang ikhwan dalam menjaga ibadah-ibadah sunnahnya. Bagaimana denganmu?

  1. Memiliki Nafkah Yang Halal

Mampu mencari nafkah adalah 1 kompetensi utama seorang pemimpin rumah tangga. Kemampuan mencari nafkah juga menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kelebihan kaum pria di atas para wanita. Allah berfirman dalam al Qur’an, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. [an-Nisâ`/4:34].

Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengetahui apakah calon suami memiliki sumber penghasilan yang halal untuk menafkahi keluarganya kelak. Tak harus bekerja kantoran dan sebagainya, tetapi yang utama adalah penghasilannya tersebut tergolong halal dan ia bertanggung jawab dalam hal nafkah ini.  Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kalian kepada Allah terhadap istri-istri kalian. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan perlindungan dari Allah. Dan hak mereka (yang menjadi kewajiban) atas kalian adalah (memberi) makan dan pakaian dengan cara yang baik”. [HR Muslim, no. 1218].

  1. Ia Memiliki Visi Dan Misi Berkeluarga Yang Melampaui Dunia

Tanyakanlah sekali-kali pada calon suami kita, apa visi dan misinya dalam membangun keluarga kelak? Jika jawabannya masih gelagapan, jangan-jangan ia belum memiliki pandangan yang jelas tentang keluarga yang akan ia bina. Pastikanlah calon suami kita memiliki visi yang jauh ke akhirat, dan bisa menjabarkannya dalam langkah-langkah konkrit bernama misi pernikahan. Visi keluarga muslim adalah selamat dari api neraka dan bisa memasuki surga-Nya bersama-sama. Sementara misinya dalah ejawantah dari cita-cita dalam visi yang ingin dicapai.

  1. Bertanggung Jawab

Laki-laki dan tanggung jawab seolah menjadi 2 kata yang bersandingan. Jika hilang tanggung jawab pada dirinya, maka ia tak layak disebut pria sejati. Caritahu tentang kualitas tanggung jawab calon suami kita dari keluarga atau teman-teman dekatnya. Galilah bagaimana gambaran kinerjanya saat menjadi ketua kepanitiaan di kampus, di lingkungan masyarakat, terhadap orangtua atau kakak-adiknya, dan sebagainya.

  1. Sayang pada Keluarga

Laki-laki sejati adalah mereka yang tak hanya bertanggung jawab, tetapi juga mencurahkan kasih sayang yang besar pada keluarganya. Perhatikanlah bagaimana sikap beliau terhadap ibunya, maka demikianlah penghormatannya kepada kaum perempuan. Kasih sayang disini bukan saja perhatian dalam bentuk pemberian nafkah yang banyak pada keluarga, namun juga tampak dari sikap, tutur kata, seberapa besar ia meluangkan waktu untuk membersamai keluarganya, dan lain-lain. Dari sini kita bisa memperkirakan apakah ia cukup mengutamakan keluarga atau tidak.

Sebenarnya ada banyak berderet hal yang bisa kita susun lagi untuk menggambarkan calon suami idaman. Tapi di tengah berbagai hal-hal ideal itu, cukuplah 5 poin di atas menjadi standar basic yang kita kategorikan sebagai syarat mutlak calon suami kita. Jika poin tersebut belum semua ada pada dirinya, kita dapat mengungkapkan bagaimana harapan kita kepada beliau. Berikan tenggat untuk memikirkan dan meningkatkan diri, atau sekalian saja kita tegaskan untuk berkata ‘tidak’. Yang jelas sikap tegas (namun tetap santun) ini sangatlah dibutuhkan dalam memberikan jawaban pada calon suami yang datang, supaya mereka tidak merasa diberi harapan jika ternyata hati kita belum sreg sepenuhnya. Dan, dalam prosesnya, teruslah memohon petunjuk pada Allah agar setiap langkah dibimbing dan mendapat keberkahan. Insya Allah dalam perjalanannya kita akan tenang dan dikuatkan, apapun dinamika yang terjadi di depan.

Artikel Menarik Lainnya




comments