Pekerjaan hati terkadang melelahkan bahkan mengalahkan lelahnya kerja pikiran dan fisik terlebih lagi jika dikaitkan dengan hubungan cinta kasih dengan si ‘dia’. Ada saatnya hati mencintai orang yang memikat hatinya, ada kalanya hati memaafkan orang yang melukai hatinya dan ada waktunya hati harus melupakan orang yang pernah mencinta dan dicintainya. Konon kabar pekerjaan terakhir adalah yang terberat yaitu tentang melupakan.

Kami yakin semua orang tak ingin merasakan sakit hati maupun patah hati namun pada kenyataannya patah hati bagai “jelangkung”  datang tak diundang namun sayangnya saat pulang susah diantar. Banyak hal menjadi penyebab seseorang patah hati :

  • Ada yang patah hati saat putus cinta
  • Ada yang patah hati saat gagal taaruf
  • Ada yang patah hati saat cinta bertepuk sebelah tangan
  • Ada yang patah hati saat mantan dapat pacar baru
  • Ada yang patah hati saat orang yang dimpi-impikan jadi pendamping hidup ternyata menikah dengan orang lain
  • Ada yang patah hati saat orang ditaksir malah menikah dengan teman sendiri
  • Bahkan ada juga yang patah hati saat tak ada yang terpikat oleh hatinya

Intinya beragam hal menyebabkan seseorang menjadi patah hati, selain hubungan lawan jenis banyak juga penyebab  patah hati seperti gagal masuk sekolah atau kampus favorit, gagal saat ikut tes melamar pekerjaan, bisnis selalu gagal, hutang menumpuk di mana-mana dan masalah-masalah hidup lainnya.

Patah hati sebagai ujian hati 

Allah SWT menguji setiap hamba-Nya dengan cara-Nya, cara yang sulit dicerna, susah dimengerti namun banyak makna serta hikmah yang tersimpan di dalamnya. Allah selalu punya alasan tersendiri saat memberikan ujian pada kita. Begitu juga saat Allah menguji  kita dengan patah hati mungkin Allah ingin melihat seberapa besar cinta kita kepada-Nya, mungkin Allah ingin menguji seberapa besar keyakinan dan harapan kita pada Allah SWT saat dirundung musibah, mungkin Allah ingin melihat seberapa besar keteguhan serta ketangguhan jiwa kita atau kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Patah hati adalah ujian hati, karena saat patah hati akan mudah tampak mana hati yang selalu terikat dengan ilahi dan hati yang jauh dari Allah sang pemilik hati.

Mensyukuri patah hati akan menjadi nikmati tersendiri 

” Saat Allah memberikan kita masalah berupa patah hati mungkin kelihatannya itu sebagai musibah dan masalah yang berat namun boleh jadi itulah cara Allah untuk memanggil kita agar kembali mendekat dan menjalin kemesraan dengan-Nya” 

Saat hati tak punya masalah mungkin kita jauh dari Allah, beribadah kita jarang atau bahkan sering telat, membaca Al-qurannya jarang atau hampir tak pernah apalagi berdzikir mengingat nama-Nya. Dan, boleh jadi Allah memberikan kita masalah untuk memanggil kita agar kembali pada-Nya, kembali bersujud berurai air mata dihadapan-Nya, kembali melafazkan asma-Nya dan kembali membersamai setiap bait-bait surat cinta-Nya.

Patah hati momentum perbaikan diri

Hijrah atau perbaikan diri ke arah yang lebih baik terkadang membutuhkan momentum, maka saat kamu patah hati itu adalah momentum terbaik bagimu untuk berubah ke arah yang lebih baik. Manfaatkan momentum ini sebagai lompatan besar untuk meninggalkan segala keburukan dan tekad yang kuat untuk memulai kebaikan.

Dan, pada akhirnya kita akan menyadari setiap kondisi dan situasi yang Allah berikan pada kita akan membawa pembelajaran tersendiri. Bangkit dari patah hati mungkin tak mudah namun jika kita mencoba untuk bijak menata hati, menempatkan Allah dalam setiap kesempatan perbaikannya, InsyaAllah Allah yang akan memudahkan.

Sumber foto : www.feed.id

 

Artikel Menarik Lainnya




comments