Rasulullah SAW bersabda :

“Pilihlah tetangga sebelum memilih rumah. Pilihlah teman sebelum memilih jalan, dan siapkanlah bekal sebelum berangkat” (HR. Al-Khathib)

Setelah rumah salah satu sekolah dengan pengaruh kuat bagi kita termasuk juga anak-anak kita adalah lingkungan, setelah orang tua salah satu guru yang akan membentuk kepribadian kita serta anak-anak kita adalah tetangga. Saat kita mengawali pernikahan dengan visi mulia sesuai dengan tuntunan Al-quran dan hadits maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh pasangan yang baru menikah yang sekaligus calon orang tua adalah memilih lingkungan terbaik yang akan mendukung visi dan misi tersebut. Lingkungan terbaik tentu adalah lingkungan dengan penghuni-penghuni terbaik.

Parameter terbaik disini tentu bukanlah seberapa banyak dan berlimpah harta dan tidak juga tentang seberapa mulia kedudukannya di mata manusia akan tetapi adalah seberapa besar ketaatannya  serta seberapa kuat ketakwaannya pada Allah SWT. Mereka adalah yang memiliki visi qur’ani, sama-sama memiliki misi ingin melahirkan generasi rabbani dan sama-sama selalu menjadikan Al-qur’an dan hadits sebagai pedoman hidupnya.

Bisa dibayangkan jika kita salah memilih lingkungan tempat tinggal misalnya di lingkungan kita banyak anak nongkrong yang merokok, pacaran menjadi hal biasa, berkata-kata kasar sudah jadi budaya, masjid atau mushallanya sepi, kehidupannya jauh dari nilai agama, rumah-rumah tetangga sibuk dengan tontonan sinetron serta musik-musik keras yang menggelegar. Tentu lingkungan buruk seperti ini akan memberi pengaruh buruk juga bagi kehidupan kita dan anak-anak kita. Tentu kita tidak menginginkan anak-anak kita ikut merokok lantaran setiap hari berteman dengan teman sebayanya yang juga merokok, tentu kita juga tidak menginginkan anak-anak kita ikut-ikutan berkata kasar dan jorok lantaran kata-kata itu yang akrab di telinganya setiap saat dan tentu kita juga tak ingin anak-anak kita jadi pemalas shalat disebabkan shalat menjadi suatu hal yang langka dilingkungan tersebut kalaupun ada yang kemushalla atau masjid itupun bisa dihitung dengan jari dan usia merekapun sudah sangat sepuh.

Kebaikan itu menular sebagaimana keburukan juga menular. Orang yang awalnya masih memiliki kebiasaan buruk namun jika ‘diceburkan’ ke lingkungan yang baik maka mau tak mau ia akan ikutan jadi baik -setidaknya- berusaha untuk menjadi baik. Sebagai contoh shalat berjamaah, jika pada awalnya dia malas melaksanakan shalat berjamaah ke masjid atau mushalla namun suatu ketika dia tinggal dilingkungan yang 90% penghuninya melaksanakan shalat berjamaah di masjid, hampir setiap waktu shalat tetangganya mengajak dengan ramah untuk shalat ke masjid, tentu lama-kelamaan dia akan merasa nggak enak untuk tidak shalat ke masjid, akhirnya ikutan juga. Awalnya mungkin karena nggak enak, tapi lama kelamaan akhirnya jadi keenakan hingga akhirnya jadi ikutan taat.

Begitu juga dengan keburukan, semua orang tentu memiliki niat untuk tidak akan melakukan keburukan namun pada akhirnya niat yang kokoh itu tergerus oleh pengaruh lingkungan. Makanya, nabi berpesan pilihlah tetangga sebelum memilih rumah (tempat tinggal), di hadits lain nabi juga mengingatkan agamu adalah agama temanmu sebagaimana sabda lengkapnya :

“Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Di hadits lain lagi-lagi nabi mengingatkan kita dengan sabdanya :

Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari )

Selain keutamaan serta dampak dalam pemilihan tempat tinggal, memilih tempat tinggal dilingkungan yang baik merupakan sebuah sunnah dari Rasulullah SAW, InsyaAllah akan bertabur kebaikan dan kejayaan dibalik sunnah Rasulullah. Dan, jika kita melakukannya tentu kita termasuk orang-orang yang senantiasa menghidupkan sunnah rasulullah SAW.

Sumber foto : makassar.islami.alharamnews.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments