“Saya takut jatuh cinta”

“Saya trauma sama laki-laki”

“Saya takut gagal memilih”

Trauma dalam dunia percintaan adalah suatu hal yang kerap menimpa wanita, apalagi bagi mereka yang menjalankan aktivitas pacaran tentu sakit hati sudah jadi makanan sehari-hari. Kegagalan taaruf, cinta yang dilarang orang tua, nikah dipaksakan oleh keluarga adalah hal lain yang juga bisa membuat seseorang trauma.

Pencarian cinta sejati malah berujung sakit hati sehingga muncul pertanyaan “benarkah ada cinta sejati?” . Ujian kehidupan terkadang berbeda-beda, ada yang Allah uji dengan kesulitan harta, kesulitan hidup dan juga kesulitan dalam menemukan jodoh.

“Ketika kita menjadikan cinta kepada Allah adalah yang PERTAMA dan UTAMA maka cinta kepada selain Allah hanyalah bentuk perwujudan dari cinta kita kepada Allah SWT” 

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab cinta kita berujung pada sakit hati, yang pertama adalah tidak ada kejelasan karena apa kita mencintai ? yang kedua adalah untuk apa kita mencintai ? dan yang kita adalah seberapa paham kita akan makna cinta.

Karena apa kita mencintai ?

Karena hartakah?, karena wajah ?, karena kedudukan ?, karena mengikuti nafsu dan syahwat ? ataukah kita mencintai karena Allah SWT. Jawabannya akan terlihat dengan bagaimana cara kita mencintai, jika cinta kita memang karena Allah SWT tentu kita akan mencintai juga dengan cara-cara yang Allah ridhoi. Jadi, selama kita mencintai karena Allah in syaa Allah tidak akan menemukan sakit hati, sebab kita selalu yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Untuk apa kita mencintai ?

Untuk apa kita mencintai?, untuk hal duniawi atau untuk mendapatkan ridho Allah SWT ?. Ingat quotes diatas tadi. Jika kita menjadikan cinta kepada Allah sebagai cinta yang pertama dan utama maka cinta kepada yang lain adalah bentuk dari perwujudan dari cinta kepada Allah SWT.

Kita menikah, mencintai lawan jenis kita sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, karena Allah perintahkan kepada kita untuk menikah, meneruskan keturunan dan kita melakukannya semata untuk menggapai ridho Allah SWT. Jika kita sudah melakukannya untuk Allah apakah mungkin akan sakit hati?, kami rasa tentu tidak.

Seberapa paham kita akan makna cinta ?

Memang membicarakan perkara cinta bukanlah hal yang sederhana, tidak sedikit pujangga yang mencoba menafsirkannya namun sebanyak pujangga yang mencoba memaknainya sebanyak itu jugalah muncul definisi tentang cinta.

Namun pada kali ini kita tidak akan mencoba mendefinisikan apa itu cinta, akan tetapi kita mencoba memaknai cinta dari sisi lain. Kita maknai cinta adalah sebuah “rasa” yang mana untuk mengetahui “rasanya” dia butuh “rasa” lain sebagai pembanding. Sebagaimana kita mengetahui rasa manis itu enak karena kita tau ada rasa pahit yang tidak enak, kita menyadari ada udara dingin karena kita tau ada udara panas. Ya, kita butuh “rasa” lain sebagai pembanding untuk memaknai sesuatu begitu juga dengan cinta, untuk paham dan mengerti cinta kita juga butuh “rasa” lain apakah itu kekecewaan, sakit hati, marah, menangis, bahagia dan rasa-rasa lainnya karena dengan “rasa-rasa” itulah cinta menjadi lebih berwarna. Begitulah cinta sejati, selamat menemukan cinta sejatimu.

Artikel Menarik Lainnya




comments