Takut akan kemiskinan adalah salah penyebab utama banyak dari kalangan anak muda untuk menunda-nunda pernikahannya. Apalagi di era ekonomi yang semakin sulit seperti saat ini, kekhawatiran akan tidak mampunya untuk menafkahi bagi seorang laki-laki serta kecemasan akan tidak dinafkahi secara maksimal bagi seorang perempun hingga pada akhirnya memilih untuk berhenti sejenak dari niat baik untuk melansungkan pernikahan.

Bagi orang tua dari pihak wanita kekhawatiran akan perkara rezeki ini menjadi alasan utama untuk menjadi terlalu selektif dalam memilih calon menantunya sehingga tak jarang pada akhirnya membuat kalangan laki-laki menjadi minder untuk meminang. Terlebih lagi bagi mereka yang hanya berpendidikan menengah kebawah, belum memiliki pekerjaan tetap, masih merintis bisnis atau sudah memiliki pekerjaan tetap namun gaji masih kecil.

Menikah itu mengayakan, benarkah begitu ? Kalau kurang yakin biarlah firman Allah SWT berikut yang akan menjawab :

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri ( bujangan ) di antara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya ( QS. An-Nur (24): 32)

Tapi, meskipun begitu masih banyak diantara kita yang meragukan dalil ini, merasa kurang yakin akan janji Allah SWT bagi mereka yang menikah sehingga lebih memilih memastikan keadaan ekonomi terlebih dahulu sebelum menikah. Berikut adalah 7 alasan kenapa menikah itu mengayakan.

1. Menikah mengayakan karena sudah menjadi janji Allah SWT

Siapakah sebaik-baiknya pemberi dan yang maha menepati janji ? Tentu jawabannya adalah Allah SWT. Sebagai seorang muslim/mah semestinya tidak ada lagi keraguan dalam hati kita akan janji Allah SWT ini.

2. Setelah menikah seorang laki-laki kinerja dan produktivitas laki-laki meningkat pesat

Sebuah penelitian yang diadakan oleh “30 Percent Club” melaporkan hasil penelitiannya ternyata pria yang memiliki anak dan istri karirnya meningkat pesat. Penelitian ini dilakukan atas 4600 pekerja senior yang menduduki jabatan eksekutif di berbagai perusahaan terbaik di Inggris, alhasil 74% pria yang telah memiliki istri dan memiliki anak mendapatkan kenaikan gaji lebih dari 5 kali lipat.

Rasa tanggung jawab yang menyatu dengan rasa cinta pada anak dan istri akan memunculkan energi luar biasa bagi seorang suami, salah satunya adalah dengan cara memberikan nafkah terbaik untuk keluarganya.

3. Sinergi pasangan suami istri yang melahirkan energi luar biasa

Sinergi antara suami dan istri, keikhlasan untuk saling menerima, saling mendukung dan mendoakan menjadi energi tersendiri bagi masing-masing pasangan untuk memberikan yang terbaik terhadap pasangannya terlebih lagi pihak laki-laki dalam memberikan penafkahan.

4. Meningkatkannya produktif laki-laki yang sudah menikah dalam bekerja

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh “30 percent club” setelah meneliti 4600 pekerja senior yang menduduki jabatan eksekutif di perusahaan-perusaahn terbaik di Inggris ternyata 74% diantaranya adalah laki-laki yang telah memiliki istri dan anak.

Ini juga sebagai penguat ternyata laki-laki yang sudah menikah dan memiliki anak produktifitasnya dalam bekerja akan jauh meningkat pesat dibanding waktu masih sendiri.

5. Laki-laki yang sudah menikah lebih mudah mendapatkan pekerjaan

Insee, sebuah lembaga statistik nasional di Prancis, mengungkapkan bahwa nyaris 95% dari pasangan yang berusia 30-54 tahun memiliki pekerjaan tetap.

Ternyata perusahaan-perusahaan bonafid lebih banyak memilih mempekerjakan laki-laki yang sudah menikah. Tentu dengan alasan laki-laki yang sudah menikah memiliki komitmen dan tanggung yang tinggi dalam bekerja.

So, sekarang apalagi alasanmu menunda pernikahan ? Menikahlah. Jika takut miskin maka Allahlah yang akan mengayakan, jika takut kekurangan maka Allahlah yang akan mencukupkan.

Sumber foto : pusatmuslimah.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments