Entah kenapa kami sangat suka memakai kata “barakah” sebagai kata yang mewakilkan tentang impian dari pernikahan. Banyak orang memimpikan pernikahan yang bahagia, tak sedikit juga yang berharap pernikahannya bahagia, namun menurut kami “barakah” tingkatannya berada diatas bahagia. Sehingga barakah dijadikan sebagai doa ketika kita menghadiri sebuah pernikahan saudara kita yaitu “Baarakallaahu laka, wa baaraka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fii khair”.

Barakah adalah bertambahnya kebaikan, bertambahnya keimanan, bertambahnya ketakwaan dalam setiap kejadian, dalam setiap kondisi dan situasi yang kita alami. Baik itu menyenangkan, menyedihkan, termasuk itu sesuatu yang membahagiakan atau mengecewakan yang mana kejadian-kejadian tersebut menjadi wasilah bagi diri kita untuk semakin mendekat kepada Allah SWT. Ibnul Qayyim Al jauzi mengatakan barakah adalah semakin mendekatnya kita kepada rabb, Umar bin khattab mengistilahkan barakah adalah dua tunggangan yang tak peduli dia harus menunggang yang mana : sabar dan syukur. 

“Menakjubkan sungguh urusan orang beriman. Segala perkaranya adalah kebaikan. Dan itu tidak terjadi kecuali pada orang yang beriman. Jika mendapat nikmat ia bersyukur, dan syukur itu baik baginya. Jika ditimpa musibah dia bersabar, dan sabar itu baik baginya.” (Hr.Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jika dunia ini diibaratkan sebagai sebuah panggung sandiwara, maka tak akan “seru” rasanya jika alurnya lurus, datar, baik-baik saja sejak awal hingga akhir. Tentu akan muncul berbagai macam latar yang menampilkan berbagai kondisi dan situasi yang terkadang membuat kita terngaga, tentu akan tampil pemeran-pemeran yang mungkin saja akan memerankan peran protagonis ataupun antogonis. Ya, disinilah ke “seruannya”, toh jika tidak seperti ini maka kitapun tentu akan jadi tidak tertarik untuk menontonnya.

Begitu juga dengan kehidupan kita ini, Allah kasih ujian-ujian agar hidup kita terasa “seru”, terasa  “greget” nya kalau kata mad dog. Kita tak akan bisa terlepas dari ujian-ujian Allah SWT yang akan selalu membuat jiwa ini terusik ketenangannya, di masa-masa sendiri mungkin ujiannya adalah khawatir tidak akan Allah berikan jodohnya, lama jodohnya, selalu gagal dalam memulai pernikahan.

Menikahpun juga demikian, tak lepas dari ujian-ujian itu. Apakah itu Allah uji dengan sulitnya ekonomi atau berlimpahnya ekonomi, apakah itu Allah uji dengan lamanya keturunan atau dengan banyaknya keturunan, Allah uji dengan kegaduhan selalu terjadi perbedaan pendapat dan perselisihan antara suami dengan istri, menantu dengan mertua, anak dengan orang tua, sebuah keluarga dengan tetangganya dan beragam lagi ujian-ujian lainnya.

Pernikahan barakah adalah kesiapan diri dan mental dalam setiap menghadapi apapun yang Allah karuniakan kepada pernikahan kita, seperti yang khalifah umar sampaikan Sabar dan Syukur senjata utamanya. Semoga kita semua Allah karuniakan pernikahan barakah.

Sumber foto : www.dhanyinfo.net

Artikel Menarik Lainnya




comments