“Satu-satu aku sayang ibu….Dua-dua aku sayang ayah….tiga-tiga aku sayang kakak adik….empat-empat aku sayang kakek – nenek…Satu, dua, tiga, empat aku cinta semua…”

Tentu kita sudah tak asing lagi dengan lirik diatas. Saat masih kecil anak secara tidak lansung belajar untuk mencintai orang tuanya, beranjak menjadi kanak-kanak hingga dewasa hingga mencintai dirinya, sekolah, kampus, karir dan pekerjaannya. Memang tak ada yang salah dengan hal ini, tapi sayangnya para orang tua lupa mendidik anak-anaknya untuk mencintai Allah dan Rasulnya.

Padahal cinta yang paling utama dan pertama bagi kita sebagai seorang muslim adalah cinta pada Allah dan Rasulnya. Setelah itu baru kepada orangtua dan pasangan.

Pada akhirnya anak tumbuh hingga dewasa dengan cintanya hanya untuk dunia. Cinta itu perlu dibangun dan ditumbuhkan. Anak mencintai orang tua dan keluarganya sedari kecil karena kenal, kedekatan dan keakraban dengannya. Begitu juga dengan mencintai Allah dan Rasulnya. Kita para orang tua perlu membangun dan menumbuhkan cinta anak pada Allah dan Rasulnya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita perlu menumbukan dalam diri anak kecintaan pada anak Allah Swt.

1. Sebab Allah memerintahkan setiap manusia untuk mencintainya

Mencintai Allah adalah perintah dari Allah Swt. Allah akan menjanjikan akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosa setiap hamba yang mencintai-Nya.

Allah Swt berfirman :

“Katakanlah, ‘Jika engkau (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (Ali Imran : 31)

Dari sini tentu paham kalau mencintai Allah Swt adalah sebuah bentuk dari ketaatan pada Allah Swt.

2. Sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunia dari Allah Swt

Allah telah memberikan begitu banyak nikmat untuk kita, nikmat kesehatan, nikmat keluarga dan yang teramat besar adalah nikmat iman pada Allah Swt. Kita perlu mengenalkan pada anak-anak kita Allah lah yang telah memberikan itu semua kepada kita. Kita perlu mengakrabkan anak-anak kita dengan Allah Swt dan menumbuhkan rasa cinta pada Allah dalam dirinya.

Sebagai orangtua kita kenalkan luasnya alam beserta isinya semua adalah ciptaan dari Allah Swt. Anak juga perlu tau kalau setiap fasilitas hidup yang kita nikmati seperti rumah, makanan, pakaian, kesehatan dan kesempatan untuk bermain adalah karunia dari Allah Swt. Allah yang memberikan itu semua untuk kita, dan itu perlu kita syukuri yang salah satu cara mensyukurinya adalah dengan mencintai Allah Swt.

3. Mencintai Allah Meneladani Rasulullah Saw

Rasulullah Saw memberi contoh pada umatnya agar kita mencintai Allah dalam kehidupan kita melebihi cinta pada diri sendiri, sebagaimana sabdanya.

“Ya Allah, jadikanlah Engkau lebih aku cintai daripada diriku, keluarga, dan dari air dingin” (HR.Tirmidzi)

Sebab, mencintai Allah Swt diteladankan oleh Rasulullah Saw maka ini akan menjadi sunnahnya Rasulullah Saw. Dengan melakukan hal ini tentu kita akan termasuk bagian dari orang-orang yang menjalankan sunnah Rasulullah Saw.

4. Cinta pada Allah Swt akan melahirkan ketaatan dan ketakwaan

Setiap orang tua tentu berharap putra-putrinya menjadi anak yang taat dan bertakwa pada Allah Swt. Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Serta, selalu merasa di awasi Allah dalam setiap situasi dan kondisi. Cara agar hal ini tumbuh dan mengakar dalam diri anak sejak dini adalah dengan mengajarkan anak untuk mencintai Allah Swt. Semakin anak mencintai Allah semakin taatlah dia menjalankan perintah Allah Swt karena ia yakin setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapat balasan dari Allah Swt.

Begitu juga sebaliknya, ketika semakin ia mencintai Allah Swt maka semakin yakin juga dia kalau setiap gerak-geriknya diawasi oleh Allah Swt. Hingga hal ini akan membuat dirinya takut berbuat keburukan.

5. Agar Anak menjadikan Allah sebagai tempat bergantung dalam kehidupannya

Tak dipungkiri saat anak-anak tumbuh bersama orang tuanya, saat dia mencintai orang tua maka dia pun akan memiliki ketergantungan pada orang tuanya. Padahal sejatinya orang tua juga memiliki keterbatasan yang tentu tak mampu ada setiap saat dan waktu untuk anaknya, tidak mampu selalu membersamai anaknya dan juga tidak selalu bisa menolong anaknya.

Dengan mengajarkan anak mencintai Allah Swt, maka akan hadir kesadaran dalam diri anak kalau Allah lah tempat bergantung yang sesungguhnya. Jika dalam diri anak sudah tumbuh ketergantungan pada Allah maka jika suatu saat Allah panggil salah satu dari orang tuanya anak tidak kehilangan sandaran. Dia masih punya Allah Swt. Selain dia anak juga akan sadar kita semua berasal dari Allah akan kembali pada Allah Swt.

Begitu juga ketika dia jauh dari orangtua karena belajar atau mugkin juga bekerja tidak merasa gamang lagi. Sebab dia yakin Allah selalu membersamainya.

6. Dengan mencintai Allah juga akan mencintai Al-qur’an

Saat anak telah mencintai Allah Swt, maka dengan mudah kita bisa mengajari anak agar mencintai Al-qur’an. Al-qur’an adalah firman dari Allah Swt, Allah mengirimkan pesan, petunjuk dan peringatan pada hamba-hamba-Nya melalui ayat-ayat Al-qur’an.

Saat anak sudah cinta pada Allah, mau mendengarkan perintah Allah lewat Al-quran tentu akan lebih mudah mengajarkan agar anak melaksanakan perintah Allah seperti shalat, puasa, zakat dan ibadah lainnya. Saat anak mencintai Allah Swt maka anak akan beribadah sebab cintanya pada Allah, ia akan menikmati ibadahnya dan tidak merasakan ibadah sebagai beban.

7. Mencintai Allah akan menjauhkan anak dari sifat-sifat tercela yang dibenci oleh Allah Swt

Cinta pada Allah akan mendorong anak untuk terus berbuat kebaikan serta berusaha menjauhkan diri dari perbuatan tercela yang dibenci oleh Allah. Karena anak sadar jika ia ingin mendapatkan ridho dari Allah Swt maka ia harus patuh dan taat pada Allah.

Cinta itu bisa ditumbukan begitu juga cinta pada Allah Swt. Tetapi perlu diperhatikan juga jika orangtua berharap anaknya untuk mencintai Allah Swt tentu orangtua terlebih dahulu mencintai Allah dan memberikan teladan bagi anak-anaknya.

 

 

Artikel Menarik Lainnya




comments