Salah satu anugerah terindah dari Allah SWT tentu adalah anak, buah hati yang telah Allah amanahkan untuk kita, yang menjadi obat hati pelipur lara serta sumber kebahagiaan hidup. Tentu, kita semua sebagai orang tua berharap anak kita menjadi anak terbaik baik itu fisiknya, keilmuannya serta juga akhlak dan ketaatannya. Sehingga hal ini memacu diri kita untuk terus memberikan yang terbaik pada anak kita.

Nah, pertanyaannya adalah apakah hal terbaik tersebut ? Mungkin sebagian dari orang tua akan beranggapan kalau hal terbaik bagi anak adalah makanan yang penuh dengan gizi serta enak, pakaian yang bagus dan mewah, mainan yang mahal serta berkualitas tinggi dan pelayanan terbaik seperti memberikan kemanjaan dan hal serupa lainnya. Benarkah seperti itu?

Sebagai orang tua hal penting yang perlu kita berikan pada anak sebagai bentuk cinta terbaik kita adalah membangun kebijaksanaan hidup dalam kepribadiannya semenjak dini. Ini jauh lebih penting, karena suatu saat anak kita akan menyonsong masa depannya, menghadapi berbagai tantangan hidupnya, bergaul dengan banyak orang serta pada akhirnya juga akan berkeluarga seperti kita hari ini. Tak ada bekal terbaik untuk menghadapi itu semua kecuali adalah sebuah kebijaksanaan hidup atau ilmu kehidupan. Agar suatu saat kelak ia tak salah melangkah, tindakannya tak merugikan orang lain, pribadinya menyenangkan, ia mampu menghadapi beragam gejolak zaman serta ia bisa memastikan berguna untuk dirinya, keluarganya dan bangsanya kelak.

Adapun kebijaksaan hidup yang perlu dibangun serta ditumbuhkan semenjak dini tersebut adalah mengenal nilai-nilai hidup, memaknai harga diri dan juga memaknai tentang bekerja serta meraih impian.

Mengenal nilai-nilai hidup 

Nilai-nilai hidup adalah nilai-nilai yang dijadikan sebagai acuan hidup seseorang baik dalam bersikap, mengambil keputusan, merespon sikap orang lain, bagaimana menghormati orang lain dan lain-lain yang pada intinya adalah segala hal yang akan menjadi prinsip hidup suatu keluarga.

Nilai hidup dalam diri seseorang dibangun tidak hanya melalui wejangan kata-kata dari orang tuanya akan tetapi lebih sering ditumbuhkan melalui teladan hidup dari orang tua. Sebagai umat islam tentu nilai-nilai hidup kita berdasarkan pada ajaran islam, bersumber Al-quran dan As-sunnah. Tujuan dari nilai hidup adalah agar bisa selamat dunia dan akhirat, di dunia menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan di akhiratpun kelak beroleh syurga-Nya Allah SWT.

Contoh-contoh dari nilai hidup adalah tentang kejujuran, bersikap lemah lembut kepada orang lain, meminta maaf jika salah, memaafkan kesalahan orang lain, bagaimana bersikap dan berpenampilan, bagaimana bergaul dengan sesama dan bagaimana menghadapi konflik serta cara memecahkannya. Dalam menanamkan nilai-nilai ini pada anak orang tua mesti lansung menjadi sosok teladan yang di tiru oleh anak, saat orang tua menyuruh anak jujur maka orang tua sendiri harus bersikap jujur pada anak, saat orang tua menyuruh anaknya bersikap lemah lembut maka orang tua sendiri harus mencotohkan sikap lemah lembut begitu juga dengan sikap-sikap lainnya. 

Memaknai harga diri

Harga diri atau kehormatan adalah hal penting juga yang mesti kita pahamkan secara bijak kepada anak-anak kita. Kita mengajak anak untuk memaknai harga diri seseorang ditentukan oleh nilai-nilai hidup yang dimilikinya seperti integritas, kejujuran, dan budi luhur lainnya. Harga diri seorang anak tidak ditentukan oleh seberapa berani anak sehingga ia tak perlu memenangkan banyak perkelahian untuk menunjukkan harga dirinya. Harga diri seorang anak juga tidak ditentukan oleh seberapa cantik atau tampan wajahnya sehingga meski memiliki wajah kurang menarik sekalipun tak membuat dia hilang harga diri. Harga diri seorang anak tak ditentukan oleh seberapa mahal perlengkapan sekolahnya sehingga tak perlu berlomba-lomba untuk memiliki perlengkapan sekolah terbagus. Dan, harga diri seorang anak tak ditentukan oleh seberapa kaya dan bagus jabatan orang tuanya sehingga jika memiliki orang tua pejabat tak perlu juga merasa lebih terhormat.

Saat anak memaknai harga dirinya terkait erat dengan budi luhur, sikap baik serta kualitas diri maka tak akan ada perasaan minder ataupun rasa terlalu sombong berlebihan atas dirinya.

Bekerja dan meraih impian

Dunia kita ini berubah dengan begitu cepat begitu juga dengan tantangannya. Setiap zaman beda tantangan dan memiliki tip tersendiri untuk menghadapinya hingga tak salahlah jika Umar bin khattab berwasiat didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. Artinya zaman kita dulu berbeda dengan zaman anak kita lahir, dan zaman saat anak kita lahir tentu akan jauh berbeda juga dengan zaman saat anak kita dewasa kelak.

Tentu tugas kita sebagai orang tua adalah menyiapkan bagaimana anak kita hari ini mampu menghadapi tantangan hidup di zamannya nanti. Terkait hal ini tentu berhubungan dengan pekerjaan serta impiannya suatu hari nanti, kita sebagai orang tua tentu mesti jeli menemukan kekuatan atau kelebihan anak kita (baca : passion ), setelah itu tugas kita sebagai orang tua adalah mengasah serta melatihnya hingga dengan kelebihan yang dimilikinya tersebut bisa membuat dirinya bermanfaat bagi orang lain, bisa berkarya dan juga sebagai jalan pemenuhan rezekinya.

Anak yang memiliki kebijaksanaan hidup tentu dilahirkan dari orang tua yang juga memiliki kebijaksanaan. Dan, cara terbaik untuk menanamkan kebijaksanaan hidup kepada anak-anak kita nantu tentu dengan menumbuhkannya terlebih dahulu dalam diri kita sebagai orang tuanya. Semakin bijak orang tuanya InsyaAllah anaknyapun akan semakin bijak.

Sumber foto : pakyoni.blogspot.co.id

Artikel Menarik Lainnya




comments