Makan, adalah satu hal yang sangat berbahaya bagi anak adam, ini adalah syahwat perut. Karena syahwat perut inilah Adam dan hawa diusir dari Syurga . Hal ini terjadi ketika keduanya dilarang mendekati sebuah pohon. Namun syahwat mengalahkan mereka. Akhirnya mereka berdua memakan buahnya setelah itu tampaklah auratnya begitu paparan syaikh Ahmad Farid dalam karyanya yang berjudul Tazkiyatun Nafs.

Perut, memang terlihat sederhana namun siapa sangka ternyata disinilah sumber syahwat yang sangat mempengaruhi daya pikir dan daya rasa manusia. Tak sedikit manusia yang hilang daya pikir dan juga “mati rasa” hanya gara-gara perutnya. Entah berapa banyak tindak kejahatan yang terjadi mulai dari yang sederhana hingga yang besar hanya gara-gara untuk memenuhi kebutuhan perut. Di lain kasus tak sedikit juga yang rela menukar akidahnya hanya lagi-lagi karena perut.

Jika kita berkunjung kerumah sakit maka disana tak sedikit juga orang-orang yang sakit terbaring disebabkan karena salah makan, lagi-lagi untuk pemenuhan syahwat perutnya.

Masih kata Syaikh Ahmad farid “Jika hamba menundukkan jiwanya dengan lapar dan menyempitkan jalan setan, niscaya ia akan tunduk untuk menaati Allah dan tidak menapakai jalan kesombongan dan kesesatan”.

Rasulullah SAWpun juga mengingatkan kita tentang bahaya dan buruknya perut sebagaimana dalam Hadits Riwayat At-Tirmidzi :

“Tidak ada wadah yang diisi anak adam yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah beberapa suap makanan untuk meluruskan tulang punggung anak adam. Bila tidak mungkin, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafasnya.” 

Hadits ini disebut-sebut sebagai dasar utama dari ilmu kedokteran, Dikisahkan, ketika Ibnu Abi Masiwaih membaca hadits dalam kitab Abu Khatsimah, ia berkata, s.

Dimasa serba modern seperti saat sekarang ini, terkadang kita tidak terlalu memperhatikan apa yang masuk kedalam perut kita, tidak hanya tentang makanan yang sehat atau tidak, yang halal dan harampun sering terabaikan. Dengan alasan mengikuti trend dan kekinian tanpa merasa bersalah kita bisa menyantap dengan lahap makanan-makanan yang katanya “modern” tanpa memperhatikan apakah itu makanannya sudah halal dan tersertifikasi atau belum.

Buktinya hari ini banyak sekali berkeliaran rumah makan-rumah makan cepat saji namun belum memiliki kehalalan yang jelas apalagi kalau diperiksa apakah makanan itu sehat atau tidak.

Makan secara banyak dan berlebihan juga bukanlah sesuatu yang sehat, bahkan ini bisa menyebabkan berbagai macam penyakt baik itu fisik seperti rusaknya lambung, terganggu aktivitas pencernaan atau juga penyakit psikis seperti malas, ngantuk, gejolak syahwat seksual yang meningkat serta berbagai gejala lainnya.

Dalam Shahih Muslim Muhammad Rasulullah SAW lagi-lagi mengingatkan kita perkara makan banyak :

“Orang mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir dengan tujuh usus”

Maksud Rasulullah SAW disini makan dengan satu usu adalah sehat yang dianjurkan oleh Rasulullah, makan sesuai dengan syariat dan etika. Sementara orang-orang kafir mereka mengikuti syahwatnya, rakus dan nafsu. Rasulullah juga menganjurkan kepada umatnya untuk sedikit makan dan merasa cukup dengan sebagian makanan agar menyisakan untuk yang lainnya. Sebagaimana sabda beliau :

“Makanan untuk satu orang cukup untuk dua orang, makanan untuk dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang” (HR. Al-Bukhari)

Jika makan banyak, berlebihan bahkan sampai sekenyang-kenyangnya sudah menjadi kebiasan tentu akan sulit mengubahnya. Tapi dengan niat dan ikhtiar untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW, untuk menjaga kesehatan tubuh in syaa Allah, Allah mudahkan.

Sebagai penutup ada baiknya kita jadikan renungan nasihat dari Luqman pada anaknya berikut :

“Wahai anakku, jika lambung penuh dengan makanan, maka pikiran akan tidur, hikmah akan bisu, dan semua anggota tubuh berhenti dari aktivitas ibadah”

Sumber foto :vemale.com

Artikel Menarik Lainnya




comments