Bagi Anda yang tengah menanti-nanti kehadiran sang buah hati, tentu banyak persiapan yang Anda lakukan. Selain mempersiapkan kebutuhan akan pakaian dan perlengkapan lainnya, satu hal yang cukup penting adalah mempersiapkan nama bagi bayi Anda kelak.

Nama adalah identitas yang dengannya kita akan dikenal. Nama juga merupakan salah satu hak anak yang diperhatikan dalam Islam, dan akan berpengaruh pada kepribadian anak. Bukan hanya di dunia, kelak di akhirat setiap orang akan dipanggil namanya beserta nama ayahnya. Rasulullah SAW bersabda,  “Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian. Maka perbaguslah nama-nama kalian”. (HR. Ahmad).

Lalu bagaimanakah cara memberikan nama yang baik? Berikut adalah beberapa panduan Islam yang dapat kita jadikan pegangan :

  1. Disunnahkan memberi nama “Abdullah” dan “Abdurrahman”

Kedua nama ini merupakan nama yang disukai Allah, sebagaiman sabda Nabi dalam haditsnya, ““Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim)

 

  1. Memberi nama dengan nama Nabi dan Rasul

Nabi dan Rasul adalah orang-orang terbaik yang pernah hadir di muka bumi. Oleh karenanya kita dianjurkan memberikan nama anak dengan nama mereka, dengan harapan agar anak-anak kita dapat memiliki sifat-sifat baik yang melekat pada sang Nabi. Dengan memberi nama seperti nama Nabi, diharapkan juga akan terkenang dengan perjuangan dan karakter mereka.

 

  1. Memberi nama dengan nama orang-orang shalih, terutama para sahabat Rasulullah saw.

  1. Berhati-hati memberi nama yang buruk

Mungkin di antara kita pernah mendengar ada nama orang yang bermakna ‘aneh’ atau tak biasa, atau berarti kurang positif. Sebaiknya kita berhati-hati memberi nama yang bermakna kurang baik bagi anak-anak kita, alih-alih dengan alasan tampak unik. Sebab nama adalah doa yang melekat dan dapat mempengaruhi akhlaq.

Rasulullah bersabda, “Aslam (nama orang -ed) semoga Allah mendamaikan hidupnya, Ghifaar (nama orang -ed), semoga Allah mengampuninya dan ‘Ushayyah (nama orang -ed) telah durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di hadits lainnya, dalam hadits Sa’id bin Musayyib dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata, “Aku pernah menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bertanya kepadaku, ‘Siapa namamu?’ Ia menjawab ‘Namaku huzn (kasar atau sedih).’ Beliau kembali bersabda, ‘Ganti namamu dengan nama Sahl (mudah).’ Ia berkata, ‘Aku tidak akan menukar nama yang telah diberikan oleh ayahku.’ Ibnu Musayyib berkata, Sejak saat itu sifat kasar senantiasa ada di keluarga kami.” (HR. Bukhari)

  1. Waktu pemberian nama

Rasulullah saw pernah memberikan nama putranya di hari kelahirannya.

“Pada suatu malam, aku dianugrahi seorang bayi dan aku namai ia dengan nama ayahku, yakni Ibrahim.” (HR. Muslim)

Namun diperbolehkan juga memberikan nama di hari ke-7 sejak kelahirannya, sebagaimana sabda Rasulullah saw.

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu juga.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pada hakekatnya pemberian nama berfungsi untuk menunjukkan identitas penyandang nama, karena jika ia didapati tanpa nama berarti ia tidak memiliki identitas yang dengannya ia bisa dikenali. Oleh karena itu, identitasnya boleh diberikan pada hari kelahirannya, boleh juga ditunda hingga hari ketiga atau pada hari aqiqahnya, boleh juga sesudah hari aqiqahnya. Jadi, waktu pemberian nama tidak memiliki batasan.
Jadi, boleh saja memberikan nama untuk bayi sesaat setelah ia dilahirkan, pada hari ke-7 saat aqiqahnya, atau sesudah itu dan waktunya tidak berbatas.

Demikianlah beberapa panduan memberi nama untuk bayi kita. Dapat kita simpulkan bahwa pemberian nama anak dalam Islam bukanlah sekedar menyematkan huruf-huruf indah yang melekat sepanjang hidupnya. Namun lebih dari itu, ia memiliki panduan dan arahan dari Nabi saw. Memberi nama yang bagus dan bemakna adalah kewajiban kita sebagai orangtua. Dan doa serta harapan yang mengiringi insyaa Allah akan menemani buah hati kita sepanjang hidupnya. Wallahua’lam bish shawab.

 
Sumber:
gambar dari parents.com

https://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/31/etika-memberi-nama-anak-dalam-islam/

https://muslimah.or.id/1514-pilihlah-nama-terbaik-untuk-buah-hati-anda.html
https://muslimah.or.id/1541-waktu-pemberian-nama-bagi-buah-hati.html

https://muslimah.or.id/1557-tuntunan-pemberian-nama-nama-nama-yang-disunnahkan.html
 

Artikel Menarik Lainnya




comments