Rasulullah Saw selalu memberikan pelayanan yang terbaik pada istri-istrinya. Saat Rasulullah bersabda “Sebaik-baiknya lelaki adalah yang paling baik pada istrinya, Rasulullah Saw telah terlebih dahulu mencontohkan pada bagaimana bersikap baik pada istri. Rasulullah Saw adalah suami yang penuh canda, tawa dan tentunya juga romantis. Berikut adalah beberapa kisah romantis Rasulullah Saw dengan istrinya Aisyah Ra yang terekam oleh sejarah,

Bercanda dengan Aisyah

Dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa Aisyah Ra menikah dengan Rasulullah Saw saat berusia 6 tahun dan baru tinggal bersama Rasulullah Saw 3 tahun setelahnya. Anak seusia 9 tahun tentu membutuhkan permainan, butuh perhatian serta canda tawa. Rasulullah Saw pun melakukan hal ini pada Aisyah Ra.

Dikisahkan dari Aisyah Ra, Ia berkata, “Rasulullah Saw pulang dari perang tabuk atau Khaibar. Di depan pintu rumah terdapat tirai, lalu angin berhembus menyingkap boneka – boneka Aisyah yang ada di ujung tirai. Beliau bertanya, ‘Apa ini, Aisyah?’ ‘Boneka-bonekaku, ‘ jawabnya. Di antara boneka – boneka itu, beliau melihat kuda memiliki dua sayap dari kertas. Beliau kemudian bertanya, ‘Yang aku lihat di tengah-tengah ini ?” ‘Kuda, ‘jawabnya. ‘Ini apanya?” tanya beliau. ‘Dua sayap,’ jawabnya. ‘Kuda punya dua sayap tanya beliau ?. ‘Apa kau tidak mendnegar kalau Sulaiman punya kuda bersayap?’ balik Aisyah. Beliau pun tertawa hingga gigi-gigi geraham beliau nampak’.” (HR.Abu Dawud)

Begitulah kisah canda Rasulullah Saw dengan Aisyah yang ketika itu bermain dengan boneka-bonekanya. Rasulullah mau mendengarkan serta larut dengan pemikiran Aisyah Ra. Inilah yang menambah kebahagian Aisyah untuk selalu bersamanya.

Melakukan perlombaan lari dengan Aisyah

Kisah romantis lainnya adalah ketika Rasulullah Saw melakukan perlombaan lari dengan Aisyah.

Dalam riwayat Aisyah, ia menuturkan, “Suatu ketika, aku bersama Rasulullah Saw dalam sebuah perjalanan. Saat itu aku masih kecil, belum berdaging dan belum gemuk. Rasulullah Saw berkata kepada rombongan, ‘Majulah, Majulah!’ Mereka semua berjalan dulua. Setelah itu beliau berkata, ‘Hai Aisyah! Ayo, aku akan mengalahkanmu.’ Aku mengejar dan berhasil mengalahkan beliau, beliau diam saja. Setelah aku gemuk dan melupakan (lomba lari ini), aku pergi bersama beliau dalam sebuah perjalanan. Beliau berkata kepada rombongan, ‘Majulah!’ mereka semua berjalan duluan. Setelah itu beliau berkata kepadaku, ‘Ayo, aku akan mengalahkanmu.’ Aku mengejar beliau, tapi beliau mengalahkanku. Beliau tertawa sambil berkata, ‘Kemenangan ini sebagai balasan kekalahan yang dulu!” (HR. Ahmad)

Rasulullah tidak pernah menyakiti Aisyah

Rasulullah juga suami yang memiliki kasih sayang besar pada istri-istrinya beliau tidak pernah sekalipun istri-istrinya termasuk Aisyah Ra.

Aisyah Ra melihat akhlak Nabi Saw yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Firman Allah Swt berikut cukup menggambarkan akhlak dari Rasulullah Saw.

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam:4)

Diriwayatkan dari Aisyah Ra, ia berkata, “Rasulullah Saw tidak pernah memukul apa pun dengan tangan beliau. Tidak juga seorang wanita atau pun pelayan, kecuali saat beliau berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah membalas siapa pun yang menyakiti beliau , kecuali jika ada sebagian dari kesucian – kesucian Allah dilanggar. Saat itu, beliau baru membalas’.” (HR. Muslim)

Suatu ketika Aisyah Ra pernah ditanya apa yang dilakukan Nabi Saw di rumah ? Ia menjawab, “Beliau melakukan pekerjaan istri beliau, selanjutnya ketika mendengar azan, beliau keluar.” (HR. Bukhari)

Mendidik Aisyah Agar memiliki sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang

Nabi Saw selalu mendidik, menjaga dan mengajari Aisyah. Beliau selalu mengajarkan kepadanya bahwa kelembutan dan kasih sayang adalah sebab segala kebaikan.

Diriwayatkan dari Syuraih bin Hani’, ia berkata, “Aisyah suatu ketika naik unta. Untanya sulit dikendalikan. Aisyah lalu menarik-narik unta. Nabi Saw kemudian bersabda kepadanya, ‘Hendaklah engkau berlaku lemah lembut. Karena setiap lemah lembut yang ada pada sesuatu, pasti memperindahnya. Dan jika (lemah lembut) dicabut dari sesuatu, pasti memperburuknya’.(HR. Muslim)

Itulah sekelumit dari romatisnya Rasulullah Saw bersama dengan Aisyah Ra. Tentu masih banyak kisah-kisah lainnya. Mudah-mudahan dalam lain kesempatan bisa kita telusuri kisah-kisah romantisnya Rasulullah Saw yang lainnya.

Buku referensi :

Buku 35 Shahabiyah Rasul karya Syaikh Mahmud Al-Mishri

Artikel Menarik Lainnya




comments