Hidup ini adalah pilihan, begitu kata orang-orang bijak. Kita bebas memilih apa saja yang kita inginkan, kita bebas memilih kita akan menjadi apa dan siapa, kita bebas memilih bagaimana semestinya kita berpenampilan, kita bebas memilih aktivitas apa yang akan mengisi hari-hari kita, dan kita juga bebas memilih untuk memilih setiap pilihan kita. Mungkin ini jugalah istimewanya kita Allah ciptakan sebagai manusia, namun ternyata kita tak bisa bebas memilih setiap resiko atas pilihan-pilihan kita, ya setiap pilihan memiliki resiko.

Pun, begitu bagi setiap wanita memiliki kebebasan untuk memilih dari beragamnya pilihan yang tersaji. Mulai dari pilihan akidah, pilihan cara pandang, pilihan pemikiran, pilihan berpenampilan hingga pilihan pasangan hidupnya. Setiap pilihan memilih sebagai menjadi muslimah dengan Allah SWT sebagai rabbnya dan Rasulullah SAW sebagai rasulnya ia kembali dihadapkan dengan pilihan-pilihan baru. Pilihan untuk mentaati setiap yang Allah dan Rasulnya tuntunkan atau meningkarinya.

Saat seseorang menjadi muslimah Allah menuntunkan padanya tentang iman dan takwa yang semuanya berbuah pada amal perbuatan seperti memiliki cara pandang serta pemikiran islam, berpenampilan sesuai tuntunan Allah dan rasulnya, memilih pasangan sesuai tuntunan Allah dan rasulnya serta menjadikan Allah dan rasulnya acuan utama dalam setiap aktivitas kehidupannya.

Aku bangga menjadi seorang muslimah

Summayah nama wanita itu, suatu ketika ia memilih islam sebagai jalan hidupnya, ia mengakui kenabian Rasulullah SAW. Sebuah pilihan yang tidak ringan, sebuah pilihan dengan resiko terberat dalam hidupnya hingga pada akhirnya ia menemui kematian dengan cara ditusuk dari kemaluan oleh abu jahal. Wanita mulia inipun dinobatkan sebagai syahidah islam pertama.

Begitulah bundanya Ammar ini mengajarkan sebuah teladan berharga kepada setiap muslimah, keteladanan tentang rasa bangga akan keislaman, bangga dengan setiap tuntunan islam, bangga menjalani kehidupan islam meskipun banyak halangan serta rintangannya. Menjadi seorang muslimah tentu memiliki banyak tantangan meskipun tak seberat tantangan dan rintangan di zaman dahulu atau seperti yang terjadi di negara-negara muslim terjajah, kalau mereka rintangannya adalah diancam, diintimidasi, dilecehkan bahkan di bunuh sementara tantangan menjadi muslimah hari ini mungkin hanya sebatas cemoohan, ejekan, dianggap kuno dan sejenisnya.

Kebanggaan menjadi seorang muslimah adalah energi, energi ini tak hanya akan meningkatkan ketaatan dalam dirinya namun juga mengalirkan energi kebaikan serta inspirasi perubahan kepada saudari-saudarinya yang lain. Kebanggan menjadi seorang muslimah mesti ditanamkan serta ditumbuhkan semenjak dini sehingga rasa ini mengakar dalam diri setiap muslimah tak mudah dipengaruhi oleh bujuk rayu keduniaan.

Seorang muslimah sejati adalah mereka yang memilih ketaatan sebagai jalan hidupnya, ia bangga menjalankan setiap ketaatan-ketaatan kepada Allah SWT, dan selalu berani menyampaikan Saksikanlah bahwa aku seorang muslimah.

Artikel Menarik Lainnya




comments