Semakin kesini ta’aruf semakin menjadi sebuah tren pernikahan tanpa pacaran, terlebih beberapa waktu terakhir kita bisa menyaksikan beberapa tokoh publik sebutlah artis mempraktekkan metode ini, sehingga secara tak lansung membantu mengkampanyekan metode ta’aruf ini ditengah masyarakat.

Ta’aruf jalan menuju kebarakahan

Ada yang lebih penting dari hanya sekedar penyatuan dari dua insan, ada yang lebih utama dari hanya sekadar meleburnya dua manusia dalam menjadi satu cinta dan satu jiwa, ada yang lebih utama dari sekadar menikah untuk bahagia, apakah itu ? Ya, kebarakahanlah yang menjadi segala-galanya dan semestinya menjadi tujuan setiap dari pernikahan.

Barakah adalah dimana rasa saling menerima baik itu kelebihan maupun kekurangan pasangan sehingga pernikahan menjadi sebab semakin dekatnya pasangan ini pada Allah SWT. Barakah adalah saat dimana bersyukur ketika Allah karuniakan nikmat dalam kehidupan rumah tangganya dan bersabar saat Allah uji dengan kesulitan hingga apapun kondisinya selalu menjadi jalan bertambahnya keimanan pada Allah SWT. Barakah adalah saat dimana suami berusaha memberikan yang terbaik untuk istrinya begitu pula sebaliknya tanpa ada keluh kesah menuntut, menyalahkan atau bahkan membandingkan pasangannya dengan yang lain, hingga dengan inipun semakin meningkat ketakwaannya.

Barakah adalah karunia dari Allah SWT, dan ta’aruf adalah salah satu jalan mulia untuk mencapai pernikahan barakah. Sebab dalam ta’aruf ada komitmen antara pasangan untuk saling menjaga diri, menjaga hati dari perbuatan maksiat sekecil apapun itu.

Ta’aruf jalan untuk menemukan cinta yang hakiki

Saat ditanya siapa yang paling kita cintai di dunia ini? Mungkin dengan sederhana kita akan menjawab Allah dan Rasulnya setelah itu mungkin disusul oleh ayah dan ibu kita. Tapi ternyata implementasinya dalam kehidupan tak sesederhana itu. Terbukti dengan seberapa sering kita lebih mengutamakan alasan cinta kita kepada sesosok pribadi sehingga membuat kita abai dari aturan-aturan islam, begitu juga dengan cinta-cinta kepada yang lainnya apakah itu karir ? apakah itu pekerjaan ? yang sering membuat kita lalai dari aturan Allah SWT.

Saat menjadikan ta’aruf sebagai jalan menuju pernikahan saat itulah ke-hakikian cinta kita pada Allah diuji. Terlebih bagi yang belum memiliki rasa atau bahkan belum mengenal sebelumnya, sehingga ta’aruf memang pertemuan pertama baginya. Bagi sebagian orang mungkin ini adalah hal yang sulit untuk memulai pernikahan karena belum cinta namun bagi mereka yang memilih ketaatan pada Allah dan cinta pada Allah yang utama hal ini tentu akan menjadi sebuah keindahan. Baginya tak butuh cinta untuk mulai membangun rumah tangga, cinta hakiki kepada Allah SWT cukup baginya sebagai alasan untuk memberikan pelayanan terbaik pada pasangannya, karena toh sejatinya Allah SWT memerintahkan agar kita melayani pasangan kita dengan sebaik mungkin.

Pernah ada kisah seorang ustadz, beliau bercerita kalau istri pernah jujur mengatakan baru pertama kali merasakan cinta pada suaminya adalah di tahun ke delapan pernikahannya. Sebelumnya bagaimana ? Mungkin istri belum bisa mencintai suaminya namun baginya tidak cinta bukan menjadi alasan untuk tidak taat dan berbakti pada suami. Bagi suamipun tak cintanya seorang istri bukan juga alasan baginya untuk tidak memberikan hak-hak istrinya. Salin menerima dengan lapang jiwa serta ikhtiar untuk saling memberikan yang terbaik pada pasangannyalah yang pada akhirnya sebagai pemantik tumbuhnya cinta antara pasangan ini.

Ta’aruf dulu baru menikah kemudian dan jangan sampai pacaran

Sahabat, bagi yang belum menikah saran kami berkomitmenlah untuk memilih ta’aruf sebagai jalan untuk memulai sebuah pernikahan. Memang pernikahan dengan ta’aruf tak akan menjamin rumah tangga yang langgeng, tenang dan tanpa masalah. Namun dengan memilih ta’aruf sebagai jalan memulai pernikahan adalah sebuah bentuk ikhtiar kita untuk memulai pernikahan dengan cara yang Allah ridhoi, dan yakinlah akan selalu ada kebaikan dalam setiap ridhoNya Allah SWT.

Mungkin saat taaruf sudah mulai mengenal dan sudah memiliki rasa cinta satu sama lain dan mungkin saat ta’aruf belum mengenal sama sekali dan juga tak memiliki rasa dihati. Namun jika anda melihat dalam dirinya ada ketaatan pada Allah SWT, ada keindahan akhlak, ada tutur kata yang santun serta anda yakin merasakan syurga akan terasa lebih dekat bersama dengannya maka terimalah dia sebagai pendamping hidupmu, bersiaplah memberikan yang terbaik untuknya dan setelah itu yakinlah Allah akan menumbuhkan cinta diantara kalian berdua.

Sumber foto : tabirjodoh.wordpress.com

 

 

Artikel Menarik Lainnya




comments