Pernah pacaran ? Sudah putus ? Tentu punya mantan ? Buruknya aktivitas pacaran adalah selalu menyisakan “mantan” yang terkadang dibersamai oleh luka dan sakit hati. Apalagi jika terlanjur cinta mati tentu melupakan mantan adalah sebuah perjuangan yang berat bagimu.

Sariwan mungkin menyebalkan, sakit gigi mungkin mengesalkan namun ternyata sakit hati susah ngelupain mantan jauh lebih mengerikan dan menyedihkan, setidaknya begitu pengalaman dari beberapa sahabat yang bercerita pada kami. Makan tak enak, tidur tak nyenyak dan air matapun seolah tak berhenti menetes saat teringat namanya ataupun terbayang wajahnya. Lebay kedengarannya tapi memang begitulah kenyataannya. So, untuk kamu yang mengalami masalah ini mungkin 7 nasihat sederhana ini bermanfaat untukmu sebagai penawar perihnya hati.

1. Perbaiki ibadah wajib 

Saat hatimu terpaut begitu kuat pada seseorang terlebih lagi orang tersebut bukan siapa-siapamu atau malah teman maksiatmu (pacar) maka sebenarnya ada yang salah dengan hatimu. Karena sesungguhnya yang menempati cinta pertama dalam hati kita adalah Allah SWT selanjutnya Rasulullah SAW,  ayah dan ibu serta orang-orang terdekat lainnya dengan kita bukan malah lawan jenis.

Terkadang kita mengatakan itu cinta padahal yang terjadi sebenarnya adalah ego kita yang sudah terpasung nafsu ingin memiliki dan selalu bersama, jelas ini tidak baik. Untuk meluruskan itu semua langkah awal yang perlu dilakukan tentu adalah membenahi diri yang dimulai dengan membenahi hati dan pikiran. Dan untuk memulai membenahi hati dan pikiran adalah dengan membenahi ibadah-ibadah wajib kita. Kalau sebelumnya shalat masih bolong-bolong coba lengkapi shalat, kalau misalnya shalat masih sering telat sekarang coba pastikan shalat di awal waktu dan lakukan perbaikan ibadah wajib terus menerus, semakin hari semakin membaik.

2. Perbanyak membaca Al-qur’an 

Ini adalah aktivitas kedua yang selalu kami sarankan kepada setiap orang yang menyampaikan masalah hatinya. Kenapa harus baca Al-qur’an ? Karena Al-qur’an adalah sebaik-baiknya obat termasuk obat penyakit hati. Alasan lainnya adalah saat seorang selalu memikirkan mantannya, terlalu mencintai mantannya bahkan sampai berlebihan maka secara tidak lansung itu menunjukkan kalau hatinya dari Allah SWT. Dan, Al-qur’an adalah jalan terbaik untuk mendekatkan diri pada Allah.

3. Perbanyak dzikir pada Allah dan shalawat pada nabi

Orang – orang bijak mengatakan segala hal yang sering kita lakukan berawal dari segala hal yang sering kita pikirkan dan ucapkan. Kalau selama ini yang sering ada dipikiran kita hanya nama si ‘dia’ maka sekarang saatnya pelan perlahan isi pikiran kita, hati kita dan gerakkan lidah kita untuk banyak memuji dan menyebut nama Allah SWT dan juga bershalawat untuk nabinya Muhammad SAW. InsyaAllah dzikir dan shalawat yang dilakukan dengan khusyu’ akan membawa ketenangan pada hati dan pikiran.

4. Isi waktu luang dengan kegiatan produktif 

Kebanyakan dari orang yang galau diantara mereka adalah orang yang memiliki banyak waktu luang. Dia bingung mengisi waktu luangnya dengan aktivitas apa ? Sehingga waktu yang ada hanya terisi oleh aktivitas mubazir minim manfaat seperti dengerin lagu, main game, telponan, stalking sosial media mantan dan beragam kegiatan tak bermanfaat lainnya. Padahal kita semua tau kalau waktu yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat sekaligus amanah dari Allah, nikmat yang harus kita syukuri dan amanah yang harus kita jaga. Cara menjaganya tentu dengan memanfaatkan waktu untuk hal-hal bermanfaat seperti belajar, membaca buku, ikut kegiatan keagamaan atau aktif di berbagai komunitas positive lainnya.

5. Rutinkan kegiatan olahraga

Semasa sekolah dulu saat pelajaran penjaskes kita akrab dengan slogan “Men sana in corpore sano”  yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ternyata pengaruh dari fisik memiliki korelasi dengan jiwa, fisik yang sehat akan menghadirkan jiwa yang sehat, Jiwa yang sehat adalah jiwa yang kuat dan tegar saat menghadapi problematika hidup ini. Ciri-cirinya adalah tak mudah menyerah namun mudah untuk bangkit kembali saat terjatuh diterpa masalah.

6. Perbanyak interaksi atau silaturahim dengan teman-teman yang lain

Saat kita memiliki sahabat atau teman apalagi temannya adalah teman yang shaleh atau shaleha tentu mereka akan menguatkan kamu saat rapu, mereka akan selalu mengingatkan untuk terus di jalan kebaikan dan juga akan menjadi pendengar yang setia serta pemberi masukan yang tak pernah lelah untukmu.

7. Perbanyak mendengar dan menonton kegiatan positive

Mendengar atau melihat (menonton) ternyata memberi dampak yang besar pada suasana hati dan emosi. Saat seseorang galau dan dia mendengarkan musik-musik dengan lirik galau ditambah lagi dengan menonton sinetron atau film-film yang kisahnya galau maka akan bertambahlah kegalauannya dan semakin meningkatlah kesedihannya. So, jaga telinga dan mata kita dari hal-hal yang akan menodai hati dan pikiran.

Segala sesuatu dalam hidup kita ini telah tercatat di lauful mahfuz termasuk juga dengan beragam kejadian atau peristiwa yang menimpa kita. Tak ada daya bagi kita untuk menangisi atau menyesalinya yang bisa kita lakukan adalah terus mencoba dan berusaha untuk selalu berada di jalan yang lurus, jalan yang Allah dan Rasulnya ridhoi serta yang terakhir adalah berserah diri pada Allah SWT.

Sumber foto : risanurulf.wordpress.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments