Bekerja dan bekarya sesuai passion itu menyenangkan dan untuk bisa menjadi seseorang yang sukses maka menemukan passion adalah sebuah keharusan. Kurang lebih begitulah pemahaman yang muncul dalam beberapa teori pengembangan diri populer. Sesuatu yang kita suka, kita bisa melakukannya dan bisa menghasilkan kurang lebih begitulah makna passion.

Namun pada kenyataannya tak sedikit orang yang bingung apa passionnya ? Atau bahkan tidak tau cara menemukan passionnya. Saat dia meyakini kalau bekerja sesuai passion adalah keharusan, maka akhirnya dia berusaha menemukannya. Syukur-syukur kalau bisa menemukan dalam waktu cepat dan bertemu dengan pembimbing yang tepat. Tapi jika passionnya tidak kunjung bertemu tentu yang terjadi adalah loncat sana kemari. Awalnya mencoba melakukan bidang A karena merasa nggak cocok lalu pindah bidang B, saat di bidang B tidak merasa kecocokan akhirnya pindah lagi mencoba bidang C, dan pola itu akan terus terulang jika selalu tidak menemukan kecocokan. Sampai kapan ? Sampai benar-benar menemukannya atau lelah menyerah kalah dihantui galau profesi.

Haruskan kita menemukan passion ? Beberapa teori pengembangan diri menggap menemukan passion adalah keharusan. Namun baru-baru ini muncul teori menarik yaitu kita tak perlu menemukan passion. Teori ini dikenalkan oleh Cart Newport melalui bukunya Don’t Follow Your Passion . Singkatnya melalui buku ini Cart Newport mengajak pembacanya tidak perlu untuk terlalu pusing memikirkan passion serta bekerja sesuai dengan hal-hal yang kita sukai. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan diri kita berarti dan bermanfaat untuk banyak orang.

Jika tak menemukan pekerjaan yang dicintai, maka cintailah pekerjaan yang kita dapatkan

Bekerja sesuai dengan passion, mengerjakan sesuatu yang kita sukai dan kita sukai tentu hal yang menyenangkan. Namun jika belum tak perlu berlelah payah mencari kesana kemari. Cukup kerjakan sesuatu yang anda kuasai, sesuai dengan kompetisi anda dan cintailah pekerjaan tersebut.

Mendapatkan pekerjaan bukanlah hal yang mudah, dan kita semua sepakat hal itu. Akan menjadi lebih sulit lagi jika anda menjadi orang yang memilih-memilih pekerjaan hanya dengan alasan tidak menyukai pekerjaan tersebut. Padahal cinta itu bisa ditumbuhkan, begitu juga cinta pada hal-hal yang kita kerjakan.

Kaidah 10.000 jam

Malcom Gladwel melakukan penelitian terhadap orang yang benar-benar sukses dalam bidangnya, dan dia mendapatkan satu kesimpulan ternyata seseorang bisa menjadi benar-benar ahli di bidangnya setelah melakukan pekerjaan tersebut kurang lebih 10.000 jam. Tentu dengan syarat selama 10.000 jam tersebut dia terus belajar serta berusaha tumbuh lebih baik dari hari ke hari.

Jika seseorang terlalu fanatik pada passion dan rela berpindah-pindah pekerjaan dengan dalih menemukan passion tentu dia akan lambat sekali untuk bisa mencapai angka 10.000 jam dan menjadi ahli di bidangnya. Tentu anda tidak mau waktu anda habis terbuang begitu saja hanya untuk berpindah-pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. So, semakin cepat anda membuat keputusan bidang pekerjaan apa yang akan anda pilih, semakin cepat anda memulai, semakin cepat anda menghabiskan 10.000 jam tentu semakin cepat juga anda bisa menjadi ahli dalam bidang tersebut.

“Mengerjakan sesuatu yang dicintai memang menyenangkan, namun mencintai suatu pekerjaan demi orang-orang yang kita cintai ternyata lebih membahagiakan..”

Jika anda merasa sulit untuk mencintai pekerjaan yang anda kerjakan saat ini, cobalah cari alasan untuk menumbuhkan cinta tersebut. Dan, bekerja untuk orang-orang tercinta adalah alasan terbaik bagi anda untuk mencintai pekerjaan tersebut.

 

Artikel Menarik Lainnya




comments