Pertanyaan :

Assalamualaikum..wr..wb..

Saya sudah pacaran 4 tahun dan deket mau lamaran.  Tiba-tiba dalam waktu yang singkat saya kenal cowo dan anehnya saya langsung jatuh cinta.  Cowo itu rekan kerja 1 kantor.  Tiap hari ketemu.

Saya sudah membuang rasa cinta namun tetap saja tidak bisa.  Rasa cinta itu malah semakin besar.  Saya bingung.  Akhirnya saya shalat istiqoroh.  Saya berdoa kalau memang jodoh.  Tolong dekatkan.  Kalau tidak tolong jauhkan.  Dan setelah shalat beberapa kali saya semakin cinta.

Rekan kerja saya juga pernah mengungkapkan rasa itu.  Katanya saya harus memilih.
Fikir saya.  Saya sudah dapat jawaban dari Allah bahwa saya harus milih cowo baru.  Namun.  Cowo lama saya tidak terima dan mencoba untuk kembali ke saya.  Orang tua juga lebih setuju dengan cowo lama saya.
Saya bingung.  Saya bingung.  Perasaan aku ke cowo baru sangat kuat.
Sebenernya saya tdk ingin menyakiti siapapun.  Apakah saya harus menuruti kata hati apa kata orang tua ?

Jawaban :

Waalaikumsalam..wr..wb..

Sebelumnya perlu diperhatikan pacaran itu maksiat, dan sekecil-kecilnya maksiat pacaran adalah zina hati, zina mata, zina tangan hingga maksiat yang lebih besar. Jika sebelumnya sudah khilaf melakukan pacaran mohonlah ampunan pada Allah Swt, taubatan nasuha dan perbanyak istigfar. Dan setelah ini segera putuskan hubungan dengan pacar anda, dan sampaikan pada dia kalau hubungan yang sudah terjalin selama ini adalah maksiat.

Begitu pun hubungan yang terjalin dengan teman sekantor anda, saya melihat hubungan yang terjalin adalah hubungan tanpa status yang berlanjut pada pacaran saat dia mengungkapkan cinta. Sementara untuk Istikharah perlu kami luruskan, Istikharah dilakukan saat anda telah memilih, saat khitbah sudah dilakukan dan tanggal pernikahan pun sudah ditentukan. Disanalah waktunya untuk melakukan Istikharah, minta dikuatkan oleh Allah Swt.  Jadi istikharah tidak dilakukan sebelum menentukan pilihan.

Sementara rasa cinta yang semakin menguat tidak serta merta bisa dijadikan patokan sebagai jawaban dari Istikharah, karena saat hati terselimuti “nafsu ingin bersama” yang sering disebut “cinta” sangat mempengaruhi kecenderungan hati.

So, sekarang yang perlu dipahami adalah saat laki-laki benar-benar serius mencintai dan bertanggung jawab atas cintanya dia akan melamar wanita tersebut jika sudah mampu untuk menikah atau hanya diam saja jika belum mampu. Laki-laki yang menghargai wanita tidak akan mengajak pacaran, tidak akan mengungkapkan cinta dengan mudah. Dia hanya akan mengungkapkan cinta setelah wanita itu sah menjadi istrinya.

Jika merasa ragu mana laki-laki yang baik untuk jodoh, maka yang pertama lihatlah agamanya, lihat ketaatannya, bagaimana shalatnya. Yang kedua diskusikan dengan orang tua mana yang terbaik menurut orang tua, yang ketiga diskusikan dengan orang ‘alim minta pendapat mereka mana yang terbaik.

Pernikahan bukan hanya hidup bersama dengan orang yang kita suka dan cinta, tapi pernikahan adalah sesuatu yang akan dipertanggung jawabkan dunia akhirat. Maka pilihlah pasangan yang benar-benar siap untuk menjadi seorang suami dan ayah bagi anak-anaknya nanti. Kurang lebih itu ya, semoga Allah mudahkan.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

10 + 7 =

Artikel Menarik Lainnya




comments