Hidup berpasangan tentu terlihat lebih nikmat, dan memang nyatanya lebih nikmat. Sebuah lelucon mengatakan ‘Sandal aja ada pasangannya masak kamu nggak ?’ hehe. Tapi mencari pasangan hidup tentu tak semudah menemukan pasangan sandal yang memang telah dijual sekaligus satu paket, kalau pun hilang tinggal dibuang dan beli yang baru sebagai gantinya. Bicara jodoh tak sesederhana itu.

Jodoh memang unik, ada yang udah ngos-ngosan kesana kemari berjuang untuk menemukan tambatan hatinya tapi malah selalu gagal. Namun, ada juga yang hanya diam-diam eh tiba-tiba sudah menikah saja. Sebagai anak muda, sebutlah rentang usia 18 – 25 tahun tentu telah melewati cukup banyak asin, asam, pahit dan manis kehidupan. Mulai dari galau karena nggak dibeliin permen tapak kaki oleh ibu semasa taman kanak-kanak, galau nggak dibeliin sepeda baru, galau bagaimana cara mengungkapkan cinta untuk pertama kalinya, galau mau sekolah di SMA mana, galau mau kuliah di jurusan apa, galau mau kerja dimana hingga galau mau nikah dengan siapa.

Dan, menurut survei kecil-kecilan ternyata kegalauan yang terakhir -tentang jodoh- yang paling unik rasanya. Hampir semua rasa berkumpul disana, sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kurang lebih begitu pendapat mereka.

Saat jodoh di tangan tuhan

Konon katanya setiap diri kita sudah disiapkan pendamping hidupnya, yang sebenarnya orang tersebut adalah bagian dari dirinya sendiri. Ada yang menyebutnya dari tulang rusuk, namun juga ada yang mengatakan belahan jiwa. Namun, karena alasan tertentu jodoh kita disimpan sementara waktu di tahan. Sampai suatu waktu, entah kita yang mengambilnya atau tuhan sendiri yang menyodorkan untuk kita. Yang pasti suatu saat nanti akan berjumpa.

Nah, yang menjadi dilema adalah saat muncul pertanyaan kapan ‘suatu saat nanti’ itu ? Hehe. Meskipun semua orang tau jawabannya hanya Allah yang tau, tapi tetap saja pertanyaan ini muncul dalam benak mereka yang masih sendiri. Saat jodoh di tangan tuhan kita mau ngapain ? Apakah kita akan mengeluh sampai meringis bahkan menangis ? Atau menyalahkan mantan kenapa dulu ninggalin dan nikah dengan orang lain ? Tentu hal tersebut bukanlah solusi terbaik, saya yakin anda pun tau akan itu.

Sebenarnya saat jodoh kita masih Allah simpan, Allah memberi kita waktu untuk mempersiapkan diri agar saat Allah sodorkan jodoh kita adalah waktu yang tepat. Allah ingin kita mengisi waktu-waktu tersebut dengan aktivitas berharga yang memperkuat alasan kalau memang diri kita sudah siap untuk bertemu dengan sang pujaan hati yang sudah Allah siapkan.

Saat jodohmu di tangan tuhan, teruslah ikhtiar siapkan diri. Hindari melakukan maksiat apalagi hal keji, kecuali jika jodohmu ingin ditahan oleh tuhan…

Jodoh dan kegigihan

Sudah tau kisah cinta Abu Thalhah dan Ummu Sulaim ? Jika belum ada baiknya anda baca dulu sejenak dalam tulisan ini Inilah wanita dengan mahar pernikahan TERMAHAL di dunia. Bagaimana sudah dibaca ?

Satu hal yang bisa kita ambil hikmahnya adalah kegigihan seorang Abu Thalhah untuk mendapatkan wanita mulia Ummu Sulaim. Mulai dari bujuk rayu kata, tawaran harta hingga terakhir ia turuti yang dipinta yaitu mengucapkan dua kalimah syahadat. Pada awalnya Ummu Sulaim menolak mentah-mentah lamaran Abu Thalhah, tapi karena Abu Thalhah datang lagi dan lagi akhirnya Ummu Sulaim goyah juga dan meminta mahar, tak sekedar mahar namun mahar termahal di dunia.

Banyak yang sudah siap menikah, baik itu kesiapan diri, kesiapan mental dan juga keuangan. Namun sang jodoh tak kunjung bersua. Boleh jadi karena kurangnya kegigihan Allah masih menahan jodohmu. So, berjuanglah, berikhtiarlah dan jangan pernah lelah. Karena setiap perjuangan menuju pernikahan -selama jalan yang Allah ridhoi- akan bernilai Ibadah.

Sumber foto : pexels.com

 

Artikel Menarik Lainnya




comments