Rumah tangga surga, meminjam istilah dipopulerkan oleh Ikhsanul Kamil dan Istrinya melalui buku mereka yang berjudul Rumah Tangga Surga.  Meraih kebarakahan di dunia hingga ke surga-Nya di akhirat kelak adalah impian siapa saja yang akan menikah. Bersyukur kita Allah beri nikmat, bersabar saat diberi ujian. Mampu memandang kebaikan di antara kekurangan yang ada, dan mengapresiasi setiap kebaikan dari diri pasangan.

Rumah tangga surga adalah yang suami taat pada tuhan-Nya, mencintai Rasulnya, baik akhlaknya, menyayangi istrinya, bertanggung jawab atas keluarganya dan menjadi pendengar yang baik bagi pasangan. Dalam rumah tangga surga sang istri juga menjadi bidadari tercantik di dunia, menenangkan hati, menjaga dirinya, menyayangi anak-anaknya dan selalu dirindui oleh suami.

“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
(Q.s. Al-Furqan : 74)

Membangun rumah tangga surga memang tidak mudah, tetapi bukan juga berarti sulit. Selama ada niat, kemauan yang kuat dan kesabaran InsyaAllah siapa saja bisa mewujudkan cita membangun rumah tangga surga. Bahagia di dunia, hingga ke jannah-Nya kelak.

Membangun rumah tangga surga dimulai semenjak jauh sebelum pernikahan, menyiapkan diri menjadi suami yang mampu bertanggung jawab atas amanahnya dan juga istri yang mampu menjalankan perannya sebaik mungkin. Setidaknya ada 10 kriteria yang mesti dimiliki oleh masing-masing pasangan (laki-laki maupun perempuan) untuk mewujudkan cita membangun rumah tangga surga.

Salimul Aqidah (Bersih akidah dan keimanannya)

Segalanya berawal dari Allah dan segalanya adalah milik Allah, karena memang Allah maha segala-galanya. Kriteria paling utama yang harus dimiliki oleh masing-masing pasangan adalah kebersihan akidah. Akidah yang kokoh, yakin dan percaya semuanya adalah dari Allah dan setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik untuknya.

Orang yang memiliki akidah yang bersih hanya yakin Allahlah tempat meminta, mengadu dan memohon pertolongan. Ia meyakini setiap takdir yang Allah berikan itulah yang terbaik untuknya, sehingga tidak ada keluhan yang meluncur dari lisan saat harapan tidak sesuai kenyataan. Dalam membangun rumah tangga ia percaya betul apa yang Allah sudah tentukan dalam Al-quran tentang bagaimana memilih pasangan, membangun rumah tangga dan mendidik anak adalah yang terbaik. Tak ada keraguan dalam hatinya atas itu.

Shahihul Ibadah (Benar ibadahnya, ikhlas dan sesuai tuntunan Allah dan Rasul)

Wujud dari ketaatan pada Allah Swt tentu adalah menjalankan setiap yang Allah perintahkan dan meninggalkan setiap larangannya. Kriteria kedua yang juga mesti dimiliki setiap pasangan yang akan membangun rumah tangga surga adalah menjalankan ibadah dengan benar, ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul. Mereka adalah orang yang menjalankan shalat tepat waktu, shalat berjamaah bagi laki-laki, membaca Al-quran dan merajut maknanya, dan semaksimal mungkin berusaha menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

Qawiyyul Jism (Kuat fisiknya, sehat lahir batin)

Allah lebih mencintai mukmin yang kuat dibanding mukmin yang lemah, kurang lebih begitu pesan Rasulullah Saw kepada umat muslim agar memperhatikan fisiknya. Seorang muslim unggulan tentu akan sangat memperhatikan fisik dan kesehatannya, mereka sangan memperhatikan asupan yang dimakan selain halal juga menyehatkan. Begitu juga mereka akan semaksimal mungkin menghindari makanan yang tidak baik untuk kesehatannya.

Mutsaqaful Fikr (Cerdas dan berwawasan luas)

Membangun rumah tangga surga tentu membutuhkan banyak ilmu, baik itu ilmu tentang membangun hubungan baik dengan pasangan, dengan orangtua dan mertua pasca menikah, ilmu bertetangga, ilmu mendidik anak dan juga ilmu meningkatkan kualitas diri. Maka sudah menjadi keharusan bagi setiap pasangan agar menjadi pecinta ilmu, mereka mencintai majelis ilmu, membaca buku, dan belajar lansung kepada para ahli yang terbaik di bidangnya. Cerdas dan berwawasan luas adalah keharusan bagi mereka.

Qadirun Alal Kasbi (Mampu bekerja dan berpenghasilan)

Uang bukanlah segala-galanya, tapi banyak hal di dunia ini membutuhkan uang termasuk juga membangun rumah tangga surga. Untuk itu dibutuhkan kemampuan untuk bekerja, mencari nafkah dan mendapatkan penghasilan yang halal khususnya bagi suami. Ia menjadi tulang punggung keluarga harus mampu memenuhi berbagai kebutuhan keluarganya.

Matinul Khuluq (Mulia akhlaknya)

Rumah tangga surga adalah keluarga yang menjadi teladan bagi yang lainnya. Mereka adalah pasangan yang sama-sama memiliki akhlak mulia, menjadikan akhlak mulia sebagai salah satu karakter utama dalam keluarganya dan memberi keteladanan  kepada anak-anaknya. Akhlak mulia bagai permata bagi rumah tangga surga, ia yang membuat kehidupan rumah tangga menjadi indah, berkilau dan memiliki kehormatan.

Mujahidin linafsih (Menjaga hawa nafsunya)

Ujian terberat dalam setiap kehidupan manusia adalah nafsu, baik itu nafsu syahwat ataupun nafsu yang berhubungan dengan harta. Kerap kali dua hal ini menjadi ujian yang bagi kehidupan rumah tangga. Tak mampu mengendalikan nafsu syahwat berujung pada perselingkuhan, tak berhasil menjinakkan nafsu pada harta berujung pada sikap terus menuntut dan tidak mampu bersyukur.

Munazhaman fi su’unihi (Tertata urusannya)

Membangun rumah tangga surga membutuhkan keterampilan untuk disiplin diri, kemampuan memimpin, bersedia dipimpin, mampu membuat perencanaan serta menjalankan rencana tersebut.

Haristsun ‘ala waqtihi (Disiplin mengurus waktunya)

Satu hal yang paling berharga dalam hidup kita adalah waktu, dan sepertinya ini juga merupakan nikmat yang Allah berikan sama rata kepada setiap hamba-Nya. Setiap manusia memiliki jatah waktu yang sama 24 jam. Dalam kehidupan rumah tangga tentu banyak sekali kewajiban yang mesti dikerjakan, banyak tanggung jawab yang mesti dipenuhi sementara waktu yang ada tetap sama. Untuk itu dibutuhkan keterampilan menata waktu, menyeimbangkan waktu untuk bekerja dan keluarga.

Nafi’un ligharihi (Bermanfaat bagi sesama)

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk yang lain”
(Hadits)

Rasulullah Saw berpesan kepada kita, kalau manusia terbaik adalah yang keberadaannya memberikan manfaat untuk manusia lainnya. Kehadirannya menjadi sumber kebaikan bagi yang lain dan ketika tidak ada ia akan dirindui. Rumah tangga surga adalah keluarga yang memberi manfaat dan kebaikan untuk yang lain, ia berusaha semaksimal mungkin meninggalkan jejak kebaikan di setiap tempat yang ditinggalinya dan orang yang dikenalinya.

Itulah 10 karakter pasangan rumah tangga surga, bagi anda yang masih sendiri anda bisa mempersiapkan diri agar 10 karakter ini tumbuh dan membentuk kepribadian anda. Begitu juga bagi anda yang sudah menikah, anda masih tetap memiliki kesempatan untuk menumbuhkan 10 karakter ini dalam diri anda. InsyaAllah cita rumah tangga surga, rumahku surga akan tercapai.

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.