0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Ramadhan telah berlalu, lebaran dan liburanpun telah usai kita kembali pada aktivitas serta kesibukan masing-masing. Ada rasa sedih, ada rasa tak rela dan mungkin tak ikhlas juga ketika harus berpisah dengan bulan suci Ramadhan. Entah mengapa sebentar sekali rasanya, berlalu begitu saja sementara kita belum sempat menikmatinya, ada juga muncul rasa penyesalan kenapa kita tidak memanfaatkan momen Ramadhan sebagai momen perbaikan diri dan memaksimalkan ibadah.

Ramadhan bulan cinta, yang dinanti, yang dirindu. Namun ketika ia datangpun kita cuek bebek sampai akhirnya tanpa disadari ia berlalu meninggalkan kita dan kitapun menangisinya, ramadhan oh ramadhan. Merindukan ramadhan adalah semua hal yang kita rasakan, rindu rasanya saat-saat bangun sahur, rindu rasanya ketika harus berdesak-desakan ke masjid saking penuhnya, rindu rasanya saat mendengar lantunan tadarus quran serta rindu juga rasanya saat menikmati buka puasa. Memang begitulah penyesalan selalu datang diakhir, selalu datang terlambat.

Lalu, apakah mesti kita menangisi kepergian Ramadhan?, dan merindukannya? , merasa bersedih tentu boleh-boleh saja akan tetapi jika berlebihan tentu tidak baik. Sebagai bukti cinta kita sama Ramadhan, sebagai tanda rindu kita pada Ramadhan maka sudah semestinya kita melanjutkan apa yang kita latih selama bulan suci Ramadhan, sudah seharusnya kita meneruskan nilai-nilai kebaikan yang kita biasakan selama bulan Ramadhan.

Madrasah Ramadhan, Ramadhan bulan pendidikan, Ramadhan bulan pembiasaan. Kalau dalam psikologi modern untuk mengubah suatu kebiasaan atau membiasakan sesuatu agar menjadi kebiasaan butuh waktu 3 minggu ( 21 Hari) sementara di bulan Ramadhan kita di godok selama 30 hari, jika kita melewati prosesnya dengan sebaik-baiknya sudah semestinya kita setelah Ramadhan lahir dengan kondisi baru, dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang kita latih selama bulan Ramadhan.

Pada tulisan kali ini kami akan bagikan 3 parameter suksesnya madrasah pendidikan Ramadhan bagi kita semua, yang ini hanya sebagian menurut kami pribadi artinya anda semua tentu boleh menambahkan parameter lainnya.

1. Kebiasaan meramaikan Masjid terutama shalat Isya dan shubuh

Tak bisa dipungkiri lagi kalau selama bulan Ramadhan masjid-masjid penuh membludak terlebih waktu shalat isya dan shalat shubuh. Dua shalat yang paling berat bagi setiap umat muslim sampai-sampai Rasulullah bersabda :

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shala Isya’ dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)

Selama 1 bulan penuh kita “dipaksa” untuk bisa shalat isya dan shubuh berjamaah, shalat isya dengan shalat tarwihnya sementara shalat subuh waktunya dekat dengan imsak (setelah sahur) otomatis setiap orang yang melakukan ibadah santap sahur tentu tidak akan telat shalat isya. Masjid-masjid, langgar dan mushallapun ramai di waktu shubuh dan isya. Parameter suksesnya madrasah Ramadhan kita tentu bisa dilihat dari pribadi kita apakah masih membiasakan shalat shubuh dan isya berjamaah?

2. Kebiasaan dekat dengan Al-quran

Ramadhan bulannya Al-quran, bahkan Al-quran diturunkan dibulan suci Ramadhan dan selama bulan Ramadhanpun kita menyibukkan diri tanpa lelah membaca Al-quran, bertadarus hingga larut malam. Sebuah pola pembentukan kebiasaan terbaik bagi diri kita semua agar selalu dekat dengan Al-quran, agar selalu membaca Al-quran selama 11 bulan kedepan. Jadi parameter suksesnya Ramadhan yang kedua adalah apakah membaca Al-quran serta, memahami serta mengamalkan isinya sudah menjadi kebiasaan bagi anda?

3. Kebiasaan menuntut ilmu Agama

Semangat belajar agama mendadak meningkat dibulan suci Ramadhan, berbagai majelis pengajian hadir dimana-mana, buku-buku dengan tema Islami laris manis, belum lagi tausyiah taraweh, tausyiah subuh dan tausyiah dhuhur di masjid-masjid. Artinya semangat berbenah dan memperbaiki diri juga meningkat selama bulan Ramadhan. Dan tentu yang terakhir sebagai parameter kesuksesan Madrasah Ramadhan adalah, masihkah kita menjadi “pemburu” ilmu selama bulan Ramadhan?

Ya, itulah 3 Parameter suksesnya Madrasah ramadhan, semoga kita semua Allah mudahkan dan berikan ke istiqomahan agar tetap menjalankan amal kebaikan yang sudah kita biasakan selama 1 bulan di bulan suci Ramadhan.

%d bloggers like this: